Author: Olivia

  • Samarinda Dikepung Banjir, Jalan Utama Lumpuh Dan Lalu Lintas Macet

    Banjir mengepung Samarinda dan merendam jalan utama, Lalu lintas lumpuh, kemacetan panjang terjadi, aktivitas warga pun terganggu.

    Samarinda Dikepung Banjir, Jalan Utama Lumpuh Dan Lalu Lintas Macet 700

    Hujan deras yang mengguyur Samarinda kembali memicu banjir di sejumlah titik strategis kota Kalimantan Indonesia. Air menggenangi jalan-jalan utama hingga menyebabkan lalu lintas lumpuh dan kemacetan panjang, membuat aktivitas warga terganggu sejak pagi hari.

    Banjir Rendam Sejumlah Ruas Jalan Strategis Samarinda

    Hujan deras pada Senin malam (2/2/2026) menyebabkan banjir melanda sejumlah ruas jalan utama di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Genangan air yang muncul membuat mobilitas warga dan arus transportasi terganggu.

    Beberapa jalan vital yang terdampak antara lain Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan, Jalan Abdul Muthalib, hingga Jalan Yos Sudarso. Jalan-jalan ini merupakan jalur utama yang menghubungkan berbagai titik strategis kota.

    Ketinggian air bervariasi di tiap lokasi. Beberapa titik hanya tertutup sebagian, namun ada ruas yang terendam cukup dalam, membuat kendaraan harus berhati-hati agar tidak mogok atau tercegat.

    Tingkat Genangan Dan Titik Terparah

    Pantauan di lapangan sekitar pukul 21.00 WITA menunjukkan kondisi yang berbeda di tiap ruas jalan. Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan tercatat sebagai lokasi dengan genangan paling tinggi. Air menutup hampir seluruh badan jalan.

    Sementara di Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Yos Sudarso, genangan relatif lebih rendah, namun tetap memperlambat arus kendaraan. Air yang menutupi jalur ini memaksa pengendara mengurangi kecepatan secara drastis.

    Kondisi banjir yang berlangsung hingga malam menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Minimnya penerangan di beberapa titik menambah risiko bagi pengendara, khususnya pengendara roda dua yang harus ekstra hati-hati.

    Baca Juga: Viral! Beras SPHP Oplosan di Kubu Raya, Bulog Kalbar Buka Suara

    Arus Lalu Lintas Tersendat Dan Kemacetan Panjang

    Arus Lalu Lintas Tersendat Dan Kemacetan Panjang 700

    Genangan air memaksa kendaraan roda dua maupun roda empat berjalan perlahan. Banyak pengendara saling antre untuk menembus jalur yang dianggap aman. Kondisi ini memicu kemacetan panjang di beberapa persimpangan.

    Beberapa pengendara memilih berhenti sementara untuk memeriksa kendaraan dan memastikan mesin tetap aman. Tidak sedikit yang harus menunggu antrean di ruas jalan sebelum melanjutkan perjalanan.

    Situasi tersebut menimbulkan kepadatan luar biasa. Kondisi macet diperparah karena beberapa pengendara mengambil jalur alternatif sempit, sehingga arus lalu lintas di jalan utama menjadi semakin lambat.

    Dampak Banjir Terhadap Aktivitas Warga

    Selain mengganggu arus lalu lintas, banjir juga memengaruhi aktivitas malam warga. Beberapa warga yang hendak menghadiri kegiatan keagamaan, termasuk malam Nisfu Syaban, harus menunda perjalanan atau mencari jalur alternatif.

    Pengendara roda dua lebih rentan mengalami mogok akibat air yang cukup dalam, sementara pengendara mobil harus menghadapi antrean panjang. Beberapa warga memilih menunda keluar rumah demi menghindari risiko.

    Warga sekitar jalan yang terdampak menyampaikan kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak dan keluarga. Banyak orang menyesuaikan rencana malam hari karena jalan yang tergenang cukup menyulitkan akses ke fasilitas publik.

    Imbauan Warga Dan Langkah Antisipasi

    Hingga Senin malam, genangan air masih bertahan di sebagian besar jalan utama Samarinda. Kondisi ini diduga dipicu oleh kombinasi hujan deras dan pasang air sungai di wilayah sekitarnya.

    Pemerintah daerah dan aparat terkait terus memantau situasi. Warga diminta untuk tetap waspada, mengutamakan keselamatan, dan mempertimbangkan jalur alternatif ketika melintas di wilayah yang terdampak banjir.

    Upaya pembersihan drainase dan pemantauan rutin diharapkan mempercepat surutnya genangan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap menghindari area terdampak agar aktivitas ekonomi dan sosial dapat kembali berjalan normal.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari regional.kompas.com
    • Gambar Kedua dari kutai.inews.id
  • BBM Lebih Murah? Harga Pertamax Turun Mulai Februari 2026 Di Kalimantan

    Harga Pertamax resmi turun mulai Februari 2026 di Kalimantan, Benarkah BBM jadi lebih murah? Cek harga terbaru dan dampaknya di sini.

    BBM Lebih Murah? Harga Pertamax Turun Mulai Februari 2026 Di Kalimantan 700

    Kabar baik bagi pengguna kendaraan bermotor! Memasuki Februari 2026, harga BBM jenis Pertamax resmi mengalami penurunan. Perubahan ini tentu menjadi angin segar, khususnya bagi masyarakat Kalimantan yang selama ini cukup sensitif terhadap fluktuasi harga bahan bakar.

    Lantas, berapa harga terbaru Pertamax di Kalimantan, dan apa saja dampaknya bagi aktivitas harian? Simak ulasan lengkapnya di Kalimantan Indonesia ini.

    Harga Pertamax Dan Varian Lain Turun Mulai Februari 2026

    PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga BBM nonsubsidi efektif mulai Minggu, 1 Februari 2026. Penyesuaian ini mencakup beberapa varian bahan bakar seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex.

    Penurunan harga ini menjadi kabar baik bagi pengguna kendaraan bermotor, terutama yang menggunakan BBM nonsubsidi. Dampaknya bisa langsung dirasakan di berbagai kota, termasuk Jakarta dan Kalimantan.

    Penurunan harga BBM ini dilakukan sebagai bagian dari strategi Pertamina menyesuaikan tarif dengan kondisi pasar. Perubahan harga berlaku di seluruh jaringan SPBU resmi Pertamina.

    Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi

    Harga Pertamax (RON 92) turun menjadi Rp 11.800 per liter dari sebelumnya Rp 12.350. Sedangkan Pertamax Turbo (RON 98) mengalami penurunan menjadi Rp 12.700 per liter dari Rp 13.400. Perubahan ini cukup signifikan bagi pengguna harian.

    Pertamax Green (RON 95) juga mengalami penyesuaian menjadi Rp 12.450 per liter, turun dari Rp 13.150. Sementara Dexlite (CN 51) turun menjadi Rp 13.250 per liter dari Rp 13.500. Pertamina Dex (CN 53) kini dibanderol Rp 13.500 per liter dari Rp 13.600.

    Dengan penurunan ini, pengendara bisa menghemat pengeluaran BBM bulanan. Penyesuaian harga berlaku di seluruh wilayah, termasuk Kalimantan, sehingga konsumen lokal dapat langsung merasakan manfaatnya.

    Baca Juga: Pemkab Tabalong Perkuat Sektor Pertanian Untuk Peningkatan Produksi

    Harga BBM Subsidi Tetap Stabil

    Harga BBM Subsidi Tetap Stabil 700

    Meskipun beberapa varian nonsubsidi turun, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar tetap tidak berubah. Pertalite tetap Rp 10.000 per liter, sementara solar subsidi dipatok Rp 6.800 per liter di seluruh Indonesia.

    Stabilnya harga BBM subsidi menjadi penting untuk mendukung mobilitas masyarakat menengah ke bawah. Konsumen yang mengandalkan Pertalite atau solar subsidi tidak perlu menyesuaikan anggaran BBM mereka bulan ini.

    Kebijakan ini menunjukkan keseimbangan pemerintah dan Pertamina antara menjaga stabilitas sosial dan mengikuti dinamika pasar BBM. Subsidi tetap menjadi penopang bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Dampak Penurunan Harga BBM Bagi Masyarakat

    Penurunan harga BBM nonsubsidi otomatis mengurangi biaya operasional kendaraan. Khususnya bagi transportasi pribadi dan bisnis logistik, penghematan ini cukup signifikan per bulannya.

    Selain itu, penurunan harga juga bisa meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Konsumen memiliki daya beli lebih besar karena biaya BBM yang lebih rendah, sehingga berpotensi mendorong konsumsi barang dan jasa.

    Tak hanya itu, pengendara yang rutin menggunakan Pertamax Turbo atau Pertamax Green akan merasakan dampak langsung. Kabar ini disambut positif karena harga BBM nonsubsidi seringkali menjadi faktor utama pengeluaran harian.

    Cara Mengecek Harga BBM Terbaru

    Masyarakat dianjurkan selalu memeriksa harga terbaru melalui situs resmi Pertamina. Informasi ini mencakup semua varian BBM nonsubsidi dan lokasi SPBU terdekat.

    Selain itu, beberapa aplikasi digital juga menyediakan update harga real-time untuk memudahkan perencanaan perjalanan. Fitur ini membantu pengendara memilih SPBU dengan harga paling sesuai di sekitarnya.

    Kebiasaan memantau harga BBM secara rutin juga membantu konsumen dalam mengatur budget transportasi. Dengan informasi yang tepat, pengeluaran bulanan bisa lebih terkontrol dan efisien.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari detik.com
  • Tak Mampu Bayar Utang, Kepala Desa Di Sintang Tertangkap Curi Motor

    Tak mampu bayar utang, kepala desa di Sintang nekat mencuri motor, Kasus ini menggegerkan warga dan berujung proses hukum.

    Tak Mampu Bayar Utang, Kepala Desa Di Sintang Tertangkap Curi Motor 700

    Jabatan publik sering kali dipandang sebagai simbol kepercayaan dan tanggung jawab. Namun, tekanan ekonomi bisa menyeret siapa saja ke situasi yang tak terduga, termasuk mereka yang berada di posisi kepemimpinan.

    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan ekonomi pribadi dapat berdampak serius pada integritas dan hukum. Bagaimana kronologi kejadian ini dan apa konsekuensi hukum yang dihadapi? Simak ulasan lengkapnya dalam Kalimantan Indonesia berikut.

    Kepala Desa Di Sintang Tertangkap Curi Motor

    Seorang kepala desa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, berinisial SO, nekat mencuri sepeda motor warga akibat lilitan utang yang membebani dirinya. Peristiwa ini mengejutkan masyarakat setempat karena melibatkan sosok pemimpin desa.

    Kejadian bermula saat korban bernama Leju, 19 tahun, menginap di penginapan terapung Lanting Sepadan, Jalan Pattimura, Kelurahan Tanjung Puri, pada Minggu malam. Motor korban diparkir di area parkiran sebelum Leju masuk ke penginapan dan tertidur.

    Keesokan paginya, motor tersebut sudah hilang. Penjaga penginapan kemudian mengecek rekaman CCTV dan terlihat seorang tidak dikenal membawa kabur kendaraan. Kasus ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

    Proses Penyelidikan Dan Penangkapan

    Berdasarkan laporan korban, anggota Polairud Polres Sintang melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku. Identitas kepala desa berinisial SO akhirnya terungkap dan lokasi keberadaannya diketahui.

    SO ditangkap di salah satu warung di Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang. Penanganan perkara ini dilakukan oleh Satuan Polairud karena lokasi kejadian berada di wilayah perairan. Pelaku kemudian ditahan di Polres Sintang.

    Sepeda motor hasil curian berhasil disita dari rumah tersangka di Gang Bungur Pangeran Kuning, Kelurahan Pasar Inpres. Polisi memastikan bahwa barang curian belum sempat berpindah tangan.

    Baca Juga: DPRD Kalsel Perluas Layanan Hukum ke Desa, Warga Kini Bisa Akses Keadilan

    Motif Pencurian: Lilitan Utang

    Motif Pencurian: Lilitan Utang 700

    Dalam pemeriksaan, SO mengaku nekat mencuri motor karena terdesak utang kepada keluarganya. Tekanan finansial yang dirasakan diduga membuat pelaku mengambil keputusan drastis.

    Kasat Polairud Polres Sintang menyebut bahwa kemungkinan kepala desa mengalami kebuntuan pikiran sehingga melakukan tindakan ilegal. Meski menjabat pemimpin, tekanan pribadi mendorongnya melanggar hukum.

    Motif ekonomi ini menyoroti sisi rentan manusia yang berada di posisi publik. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa tekanan finansial dapat berdampak serius pada integritas dan reputasi.

    Proses Hukum Dan Ancaman Sanksi

    SO kini dijerat Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait dugaan pencurian dengan ancaman penjara hingga lima tahun. Polisi menegaskan bahwa tidak ada yang kebal hukum, termasuk pejabat publik.

    Pelaku kooperatif saat ditangkap dan tidak melakukan perlawanan. Barang bukti berupa sepeda motor disita dan diamankan sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan.

    Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Sintang karena melibatkan kepala desa. Selain itu, kejadian ini menekankan pentingnya pengawasan dan integritas pejabat publik, serta pelajaran bagi masyarakat mengenai konsekuensi tindakan kriminal.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari kabar-malaka.com
  • Ibu Di Sambas Mengaku Merekam Persetubuhan Anak Karena Mendapat Ancaman

    Kasus di Sambas menghebohkan publik, Seorang ibu mengaku merekam peristiwa terlarang karena mendapat ancaman, Polisi masih menyelidiki.

    Ibu Di Sambas Mengaku Merekam Persetubuhan Anak Karena Mendapat Ancaman 700

    Kasus dugaan kejahatan terhadap anak kembali mengundang perhatian publik. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Sambas dan melibatkan seorang ibu yang mengaku merekam kejadian sensitif karena berada di bawah tekanan dan ancaman.

    Pengakuan tersebut memicu berbagai pertanyaan, terutama terkait motif serta peran pihak lain dalam peristiwa itu. Aparat kepolisian pun bergerak cepat melakukan penyelidikan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus yang menghebohkan masyarakat Kalimantan Indonesia ini.

    Kasus Dugaan Kejahatan Seksual Gegerkan Sambas

    Kasus dugaan kejahatan seksual yang melibatkan seorang ibu berinisial SK (38) menggegerkan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Peristiwa ini mencuat setelah video tidak pantas beredar di media sosial dan memicu perhatian aparat kepolisian.

    SK diketahui merupakan ibu angkat dari korban. Dalam pemeriksaan awal, ia mengaku melakukan perbuatannya karena merasa berada dalam tekanan dan ancaman dari seseorang yang dikenalnya melalui media sosial.

    Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut perlindungan anak. Proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap rangkaian kejadian secara utuh.

    Awal Perkenalan Hingga Munculnya Ancaman

    Berdasarkan keterangan penyidik, peristiwa bermula pada tahun 2024 ketika SK berkenalan dengan seorang pria melalui media sosial Facebook. Keduanya menjalin komunikasi intens meski tidak pernah bertemu secara langsung.

    Hubungan tersebut kemudian berkembang menjadi komunikasi pribadi yang disertai percakapan video. Dalam proses itu, pelaku mengaku mulai diminta melakukan hal-hal yang tidak wajar oleh pria tersebut.

    Permintaan terus meningkat hingga akhirnya muncul ancaman penyebaran rekaman pribadi. Dalam kondisi tertekan dan takut, SK mengaku mengikuti permintaan tersebut demi menghindari konsekuensi yang lebih buruk.

    Baca Juga: Polisi Ungkap Peredaran Narkoba Kakek 60 Tahun, Barang Bukti 67 Paket Sabu

    Video Tersebar Dan Kasus Terungkap

    Video Tersebar Dan Kasus Terungkap 700

    Situasi semakin memburuk ketika rekaman tersebut justru disebarkan ke sebuah akun media sosial lokal yang cukup dikenal masyarakat Sambas. Hal ini memicu reaksi publik dan perhatian lembaga perlindungan perempuan serta anak.

    Pihak pengelola akun kemudian berkoordinasi dengan organisasi kemanusiaan sebelum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Dari laporan inilah kasus mulai ditangani secara resmi.

    Tim Satreskrim Polres Sambas bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan SK. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk memperkuat proses hukum yang berjalan.

    Polisi Dalami Dugaan Pidana Lain

    Saat ini, SK telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik menyatakan bahwa perbuatan tersebut terbukti terjadi berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi.

    Meski fokus utama masih pada tindak pidana pencabulan terhadap anak, kepolisian tidak menutup kemungkinan adanya pelanggaran hukum lain. Dugaan terkait pornografi dan tindak pidana perdagangan orang masih dalam pendalaman.

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam penggunaan media sosial serta segera melapor jika menemukan indikasi kejahatan serupa. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan anak dari ancaman kejahatan digital.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari detik.com
  • |

    Bikin Merinding! Pria Dipasung 20 Tahun Karena Diduga Miliki Ilmu Kanuragan

    Seorang pria dipasung selama 20 tahun karena diduga memiliki ilmu kanuragan, Kisah ini mengungkap fakta mengerikan di baliknya.

    Bikin Merinding! Pria Dipasung 20 Tahun Karena Diduga Miliki Ilmu Kanuragan 700

    Sebuah kisah mengerikan mengemuka dari sebuah daerah terpencil. Seorang pria diketahui dipasung selama 20 tahun di dalam kandang dengan alasan yang tak biasa.

    Warga sekitar Kalimantan Indonesia meyakini ia memiliki ilmu kanuragan yang dianggap membahayakan. Fakta di balik peristiwa ini pun mengundang tanda tanya besar, sekaligus membuka tabir praktik kelam yang selama ini tersembunyi.

    Kisah Pilu Kirno, Pria Dipasung 20 Tahun Di Ponorogo

    Kirno, seorang pria berusia 60 tahun dari Ponorogo, Jawa Timur, menghabiskan hampir separuh hidupnya dipasung di jeruji besi mirip kandang. Keputusan ini diambil keluarga untuk menjaga keselamatan warga dan orang terdekat akibat perilaku berbahayanya.

    Gangguan kejiwaan Kirno diyakini berawal dari obsesi mempelajari ilmu kebatinan atau kanuragan secara tidak wajar. Keinginan tersebut muncul saat usianya masih 20 tahun, jauh sebelum ia siap secara mental menanggung konsekuensi ilmu tersebut.

    Menurut adik kandungnya, Sarti, keluarga awalnya menilai Kirno terlalu memaksakan diri dalam belajar ilmu spiritual. Upaya itu justru menimbulkan ketidakseimbangan mental yang kian memburuk seiring waktu.

    Awal Mula Gangguan Dan Perjalanan Mencari Ilmu Kanuragan

    Kirno mulai tertarik mempelajari ilmu kanuragan pada 1986. Ia berkelana ke berbagai daerah, termasuk Trenggalek, Malang, dan Blitar, mencari guru spiritual yang diyakininya mampu mengajarkannya ilmu tinggi.

    Sayangnya, perjalanan spiritual yang dimaksud justru membuat kesehatan mental Kirno menurun. Setibanya di rumah, perilaku dan pikirannya berubah drastis, menunjukkan gejala yang sangat berbahaya bagi dirinya maupun lingkungan sekitar.

    Keluarga menyebut perubahan tersebut termasuk kecenderungan membunuh hewan ternak, merusak properti rumah, membakar batu nisan, hingga mengonsumsi benda-benda berbahaya seperti besi, api, dan bulu bangkai. Perilaku aneh ini membuat keluarga semakin khawatir akan keselamatan semua pihak.

    Baca Juga: Emosi Tak Dipinjamkan Uang, Jukir di Pontianak Bacok Teman Kerja

    Insiden Kekerasan Dan Keputusan Memasung

    Insiden Kekerasan Dan Keputusan Memasung 700

    Puncak kekerasan Kirno terjadi pada 12 Juli 2006. Saat itu, ia menyerang suami Sarti dengan gancu dan sabit, nyaris merenggut nyawa iparnya. Insiden ini menjadi titik balik bagi keluarga untuk mengambil keputusan ekstrem.

    Berbagai usaha pengobatan, termasuk alternatif ke Prigi, telah dicoba. Namun Kirno merasa dianiaya saat hendak diobati, sehingga pengobatan tidak efektif. Bahkan ia mampu pulang lebih cepat sebelum pendampingnya, memperlihatkan kondisi mental yang sulit dikendalikan.

    Keluarga akhirnya memutuskan memasung Kirno dalam kerangkeng panggung yang didesain tidak menyentuh tanah. Langkah ini dimaksudkan untuk meredam kekuatannya sekaligus menjaga keselamatan warga dan keluarga.

    Kehidupan Kirno Di Kerangkeng Dan Perawatan Keluarga

    Meski dipasung, keluarga memastikan kebutuhan dasar Kirno tetap terpenuhi. Makan tiga kali sehari, minum kopi, dan rokok tetap diberikan, menunjukkan bahwa tindakan ini bukan bentuk penelantaran, melainkan langkah pengamanan.

    Sarti menegaskan keluarga tidak menelantarkan Kirno, meski perilakunya mengancam keselamatan orang lain. Penempatan dalam kerangkeng dianggap sebagai solusi paling aman untuk semua pihak.

    Kisah Kirno menjadi pengingat akan risiko belajar ilmu spiritual secara ekstrem tanpa persiapan mental. Sementara masyarakat sekitar berharap langkah keluarga dapat menjaga keamanan sekaligus memberikan perhatian bagi Kirno agar tetap hidup dengan kebutuhan dasar terpenuhi.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari detik.com
  • Kebakaran Melanda Pasar Kasongan Katingan, Penyebab Diduga Korsleting

    Kebakaran hebat melanda Pasar Kasongan Katingan, Diduga korsleting listrik jadi penyebab, pedagang dan warga panik menghadapi kerugian.

    Kebakaran Melanda Pasar Kasongan Katingan, Penyebab Diduga Korsleting 700

    Pasar Kasongan di Katingan dilanda kebakaran hebat yang diduga akibat korsleting listrik. Api cepat membesar dan merusak sejumlah kios, membuat pedagang dan warga panik.

    Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk memadamkan api dan mengevakuasi warga. Kejadian Kalimantan Indonesia ini menimbulkan kerugian materiil yang signifikan, sekaligus menjadi peringatan penting tentang keselamatan listrik dan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di area pasar.

    Kebakaran Hebat Melanda Pasar Kasongan Katingan

    Kebakaran hebat melanda kompleks Pasar Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Peristiwa ini menghanguskan 15 rumah dan ruko, menyebabkan kerugian materiil yang signifikan bagi warga setempat.

    Kepala Pelaksana BPBD Katingan, Markus, menjelaskan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik atau arus pendek. Pemadaman berlangsung selama tujuh jam, hingga Senin dini hari, dengan penggunaan 5.000 liter air melalui water supply.

    Meski kerusakan parah terjadi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Polsek Katingan Hilir kini tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus memastikan keselamatan warga.

    Titik Awal Dan Penyebaran Api

    Menurut Lurah Kasongan Lama, Zainal Fahrudin, api pertama kali muncul di Jalan Bungai RT.007 RW.004, Kelurahan Kasongan Lama, diduga dari salah satu warung di kompleks pasar. Angin kencang mempercepat penyebaran api ke rumah dan ruko di sekitarnya.

    Kondisi padat penduduk dan banyaknya sampah di area tersebut juga memperparah meluasnya kebakaran. Api cepat merambat sehingga sulit dikendalikan oleh warga sebelum tim pemadam kebakaran tiba.

    Situasi ini menunjukkan bagaimana faktor lingkungan dan cuaca dapat mempercepat kerusakan saat terjadi kebakaran di wilayah padat penduduk, menuntut kesiapsiagaan dan mitigasi bencana yang baik.

    Baca Juga: Terbongkar! Lahan di Pontianak Diduga Sengaja Dibakar, BPBD Temukan Barang Bukti

    Dampak Terhadap Warga Dan Sekolah

    Dampak Terhadap Warga Dan Sekolah 700

    Kebakaran ini berdampak pada 374 jiwa, termasuk warga dan siswa sekolah yang berada di dekat lokasi. Dari jumlah tersebut, 73 orang dari 22 kepala keluarga langsung terdampak akibat kehilangan rumah dan tempat usaha.

    Selain itu, terdapat dua gedung sekolah yang terdampak, yakni MIN Al Badar dan MTS Al Badar Kasongan, yang mengganggu kegiatan belajar 301 siswa. MIN Al Badar menanggung 209 siswa, sementara MTS menampung 92 siswa.

    Penanganan awal dilakukan dengan memindahkan siswa ke sekolah lain, termasuk MIN 2 Al Badar dan Madrasah Aliyah Al Badar. Warga terdampak mengungsi ke rumah keluarga atau tenda darurat yang disiapkan BPBD, sementara kelurahan mendirikan posko induk untuk koordinasi bantuan.

    Upaya Pemulihan Dan Bantuan Darurat

    Kondisi api kini berhasil dipadamkan, dan situasi di lokasi telah terkendali. Aparatur kelurahan bersama BPBD masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan yang layak.

    Bantuan awal berupa tenda darurat, air bersih, dan kebutuhan pokok telah diberikan kepada warga. Pemerintah setempat juga memastikan proses belajar mengajar siswa tetap berlangsung dengan memanfaatkan ruang alternatif sementara.

    Peristiwa ini menjadi peringatan penting akan risiko kebakaran di kawasan padat penduduk. Pemerintah daerah dan warga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik dan kesiapsiagaan menghadapi bencana serupa di masa depan.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari regional.kompas.com
  • |

    PLTS Jadi Kunci, Bahlil Pastikan Setiap Desa Nikmati Listrik Di 2029

    Bahlil pastikan seluruh desa di Indonesia dialiri listrik melalui PLTS pada 2029, dorong energi bersih dan merata bagi masyarakat.

    PLTS Jadi Kunci, Bahlil Pastikan Setiap Desa Nikmati Listrik Di 2029 700

    Pemerintah Kalimantan Indonesia menegaskan komitmennya menghadirkan listrik ke seluruh pelosok desa. Menteri Bahlil menyoroti peran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi energi bersih yang dapat menjangkau wilayah terpencil. Targetnya jelas: pada 2029, tidak ada desa yang gelap, semua menikmati aliran listrik demi kemajuan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.

    Bahlil Dorong PLTS Untuk Pulau Terpencil

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmennya mempercepat pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau-pulau terpencil. Tujuannya agar desa-desa yang belum dialiri listrik bisa menikmati akses energi pada tahun 2029.

    Menurut Bahlil, PLTS menjadi solusi paling efektif karena mengatasi hambatan logistik dan keterbatasan pasokan bahan bakar di daerah kepulauan. Sistem ini memungkinkan listrik menyala meski transportasi laut terhambat cuaca buruk.

    Pengalaman pribadi Bahlil di Pulau Banda, Maluku, menjadi dasar komitmennya. Ia paham betul kesulitan warga menghadapi keterbatasan energi. Program PLTS diharapkan menjadi jawaban praktis untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi kampung-kampung terpencil yang sulit dijangkau.

    Fokus Anggaran Untuk Energi Terbarukan

    Bahlil menyatakan bahwa anggaran kementerian akan difokuskan untuk program PLTS di daerah kepulauan. Langkah ini sekaligus mendukung strategi pemerintah untuk mencapai target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 17-21% pada 2026, meningkat dari capaian 15,75% pada 2025.

    Program ini tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan akses listrik yang stabil, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan di wilayah terpencil dapat berjalan lebih baik.

    Selain PLTS, pemerintah menyiapkan berbagai program pendukung agar target nasional terpenuhi. Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk memperluas akses energi hingga ke pelosok Indonesia.

    Baca Juga: Guncang Internal! Kapolresta Pontianak Janji Sikat Polisi Terlibat Narkoba

    Program Listrik Desa Dan BPBL

    Program Listrik Desa Dan BPBL 700

    Salah satu program pendukung utama adalah Listrik Desa, yang menargetkan tambahan 22.179 pelanggan baru di 372 lokasi pada tahun 2026. Program ini difokuskan untuk memastikan desa-desa yang belum tersentuh listrik mendapatkan akses penuh.

    Selain itu, bantuan pasang baru listrik (BPBL) ditingkatkan dari target awal 250 ribu rumah tangga menjadi 500 ribu. Penambahan ini dilakukan atas masukan Komisi XII DPR RI dan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar bantuan listrik bisa lebih merata dan tepat sasaran.

    Bahlil menekankan koordinasi dengan DPR RI sangat penting. Dukungan legislatif akan mempercepat realisasi program, memastikan listrik tidak hanya sampai pada jumlah rumah, tetapi benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan.

    Dampak Positif Akses Listrik Untuk Masyarakat

    Dengan adanya PLTS dan program BPBL, diharapkan seluruh desa di wilayah kepulauan memiliki akses listrik penuh pada 2029. Hal ini akan membawa perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari warga.

    Selain meningkatkan kualitas hidup, listrik dari PLTS juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Warga dapat mengembangkan usaha kecil, sekolah dapat menggunakan teknologi lebih modern, dan pelayanan kesehatan menjadi lebih optimal.

    Bahlil menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada pengawasan, koordinasi lintas kementerian, serta keseriusan pemerintah daerah. Dengan langkah ini, Indonesia bisa mewujudkan pemerataan energi bersih hingga pelosok negeri pada 2029.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari esdm.go.id
  • |

    Siswa Daerah Terpencil Kalteng Masih Kesulitan Dapat MBG, Wagub Angkat Bicara

    Siswa di daerah terpencil Kalteng masih sulit akses MBG, Wagub Edy Pratowo soroti kendala geografis dan dorong percepatan SPPG.

    Siswa Daerah Terpencil Kalteng Masih Kesulitan Dapat MBG, Wagub Angkat Bicara 700

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Tengah menghadapi tantangan besar. Siswa-siswi di wilayah terpencil Kalimantan Indonesia masih kesulitan mendapatkan manfaatnya. Wagub Edy Pratowo menekankan pentingnya percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar semua anak bisa menikmati program ini secara merata.

    Tantangan Akses MBG Di Daerah Terpencil Kalteng

    Siswa-siswi dari daerah terpencil di Provinsi Kalimantan Tengah masih menghadapi kesulitan mendapatkan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi ini muncul karena kendala geografis yang membuat beberapa wilayah sulit dijangkau.

    Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, mengungkapkan saat menerima audiensi Badan Gizi Nasional (BGN) bahwa perhatian khusus dibutuhkan untuk memastikan program MBG dapat menjangkau seluruh siswa, termasuk yang berada di lokasi terpencil. Kendala geografis membuat sebagian siswa sulit mengakses MBG. Ini tantangan yang harus segera ditangani, katanya.

    Edy menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan BGN untuk mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh provinsi. Dengan langkah ini, diharapkan lebih banyak siswa dapat menikmati manfaat program MBG secara merata.

    Pemprov Kalteng Siapkan Sarana Pendukung Pangan

    Pemerintah Provinsi Kalteng menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung pasokan pangan bagi SPPG di seluruh wilayah. Salah satunya pembangunan Rice Milling Plant (RMP) di Desa Lempuyang, Kotawaringin Timur, yang berfungsi sebagai pabrik pengolahan padi menjadi beras modern.

    Selain RMP, Pemprov Kalteng juga mengembangkan Proyek Rice Milling Unit (RMU) dan Rice to Rice (RtR) di Pulang Pisau, serta pabrik pakan ternak di Kecamatan Parenggean. Tak hanya itu, sentra tanaman hortikultura dibangun di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau untuk mendukung ketahanan pangan lokal.

    Semua inisiatif ini diharapkan memperkuat kemandirian pangan dan memastikan ketersediaan bahan baku berkualitas untuk MBG. Langkah ini menunjukkan upaya konkret pemerintah dalam menjawab tantangan akses pangan sehat bagi siswa di seluruh Kalteng.

    Baca Juga: Tanda Tangan Kesepakatan, Pemprov Kalteng dan Bulog Dorong Ketahanan Pangan

    Dampak Ekonomi Program MBG

    Dampak Ekonomi Program MBG 700

    Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen Dadang Hendrayuda, menyoroti bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga menciptakan efek ekonomi berantai. Investasi awal dalam penyediaan makanan bergizi dapat meningkatkan perputaran uang di perekonomian lokal.

    Selain itu, program MBG mendorong pertumbuhan UMKM, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat sistem pangan lokal. Hal ini menunjukkan bahwa MBG memiliki nilai strategis yang jauh melampaui anggaran program itu sendiri.

    Dadang menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pihak swasta. Koordinasi yang baik menjadi kunci untuk menjamin ketersediaan bahan pangan dan kelancaran distribusi MBG, terutama di wilayah terpencil.

    Komitmen Bersama Sukseskan MBG

    Edy Pratowo menegaskan bahwa Pemprov Kalteng terus berkomitmen mendukung program MBG Presiden. Ia menyambut baik audiensi dengan BGN karena memberikan dorongan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan layanan gizi di sekolah.

    Wagub menekankan bahwa pembangunan SPPG, fasilitas pengolahan padi, serta sentra hortikultura menjadi upaya terstruktur dalam menjamin ketahanan pangan dan akses MBG. Fokusnya tidak hanya pada distribusi makanan, tetapi juga kualitas, ketersediaan, dan kesinambungan pasokan.

    Kolaborasi lintas instansi diharapkan membuat program MBG dapat dinikmati merata, terutama bagi siswa di daerah terpencil. Dengan dukungan semua pihak, MBG di Kalteng diharapkan menjadi model sukses yang mengintegrasikan kesehatan, ekonomi lokal, dan pemerataan akses pangan.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari regional.kompas.com 
    • Gambar Kedua dari muria.inews.id
  • Tarakan Terapkan Aturan Baru? Akademisi Usulkan Sanksi Untuk Warga Yang Memberi Pengemis

    Akademisi usulkan sanksi bagi warga Tarakan yang memberi uang ke pengemis, demi menekan praktik meminta-minta di jalanan.

    Tarakan Terapkan Aturan Baru? Akademisi Usulkan Sanksi Untuk Warga Yang Memberi Pengemis 700

    Kontroversi muncul di Tarakan setelah akademisi setempat mengusulkan pemberian sanksi bagi warga yang memberi uang kepada pengemis. Usulan ini bertujuan untuk mengurangi praktik meminta-minta di jalanan, sekaligus mendorong masyarakat mencari solusi sosial yang lebih konstruktif.

    Ide ini memicu perdebatan mengenai etika, tanggung jawab sosial, dan cara efektif menangani fenomena pengemis di kota. Meski kontroversial, akademisi menekankan pentingnya pendekatan yang bijak untuk menciptakan ketertiban dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

    Fenomena Pengemis Dan Anak Jalanan Di Tarakan

    Keberadaan pengemis dan anak jalanan di Kota Tarakan menjadi persoalan sosial yang terus muncul meski berbagai upaya penertiban dilakukan. Mereka terlihat di persimpangan jalan, pasar, hingga pusat perbelanjaan, menandakan masalah ini bukan sekadar fenomena sementara.

    Aktivitas mengemis tidak selalu merupakan pilihan individu karena malas, melainkan hasil dari tekanan struktural seperti kemiskinan dan ketimpangan sosial. Menurut Kartini Maharani Abdul, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kaltara, memahami fenomena ini membutuhkan pendekatan multi-dimensi, termasuk faktor ekonomi, pendidikan, dan urbanisasi.

    Fenomena ini mencerminkan realitas sosial yang kompleks. Tekanan ekonomi, minimnya akses terhadap pekerjaan layak, serta keterbatasan sumber daya membuat sebagian masyarakat terjebak dalam sektor informal ekstrem.

    Faktor Penyebab Dan Urbanisasi

    Urbanisasi menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya jumlah pengemis di Tarakan. Status Tarakan dan Kaltara sebagai wilayah berkembang menarik pendatang dari berbagai daerah yang berharap mendapatkan pekerjaan layak.

    Sayangnya, banyak dari mereka menghadapi keterbatasan skill dan rendahnya pendidikan sehingga sulit bersaing di pasar kerja formal. Akibatnya, sebagian besar pendatang maupun warga lokal harus menempuh jalur informal, termasuk menjadi pengemis, sebagai sarana memenuhi kebutuhan hidup.

    Selain itu, muncul pengemis musiman maupun yang terorganisir, memanfaatkan momen tertentu untuk menarik simpati warga. Pola berpikir ini menjadikan mengemis sebagai strategi survival.

    Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak Di Ketapang, Bocah Dianiaya Sampai Patah Tulang

    Usulan Akademisi: Sanksi Untuk Pemberi Uang

    Usulan Akademisi: Sanksi Untuk Pemberi Uang 700

    Untuk memutus siklus ketergantungan, Kartini menekankan pentingnya regulasi yang tidak hanya menarget pengemis, tetapi juga masyarakat yang memberi uang secara langsung di jalan. Usulan sanksi bagi pemberi dianggap efektif berdasarkan pengalaman kota-kota besar lain.

    Edukasi publik dipandang penting agar empati masyarakat diarahkan secara konstruktif, sehingga tidak memperpanjang siklus sosial ini. Langkah ini diharapkan mampu menimbulkan kesadaran kolektif bahwa memberi uang tanpa arah justru memperkuat ketergantungan dan menunda pemecahan masalah sosial.

    Pendekatan ini bukan sekadar tindakan represif, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat.

    Solusi Jangka Panjang Dan Kolaborasi Lintas Sektor

    Kartini menekankan bahwa penanganan pengemis dan anak jalanan tidak bisa dilakukan secara insidentil. Program rehabilitasi sosial seperti pelatihan kerja, pendampingan usaha mikro, dan pembinaan berkelanjutan menjadi langkah penting.

    Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, tokoh agama, dan dunia usaha diperlukan agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan. Selain itu, pemerintah daerah harus memperkuat kebijakan pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan peningkatan akses pendidikan.

    Dengan pendekatan menyeluruh ini, fenomena pengemis tidak hanya dilihat sebagai masalah individu, tetapi sebagai cerminan tantangan sosial ekonomi dan kebijakan publik yang memerlukan solusi komprehensif. Pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan diharapkan dapat menurunkan angka pengemis dan anak jalanan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tarakan secara keseluruhan.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari infopublik.id
  • |

    Kopilot ATR 42-500? Smartwatch Masih Aktif Dan Memunculkan Pergerakan

    Smartwatch kopilot pesawat ATR 42-500 masih aktif dan mendeteksi pergerakan, menimbulkan tanda tanya terkait aktivitas terbaru di pesawat.

    Kopilot ATR 42-500? Smartwatch Masih Aktif Dan Memunculkan Pergerakan 700

    Sebuah fakta mengejutkan muncul terkait pesawat ATR 42-500, ketika smartwatch milik kopilot dilaporkan masih aktif dan menunjukkan adanya pergerakan. Kejadian Kalimantan Indonesia ini memicu rasa penasaran publik dan pihak berwenang, karena pergerakan tersebut memberikan indikasi aktivitas yang belum sepenuhnya jelas.

    Para ahli dan tim investigasi kini tengah menelusuri data dari perangkat tersebut untuk memastikan apakah aktivitas itu menandakan kondisi darurat, pergerakan kru, atau hal lain yang terkait dengan operasional pesawat. Keaktifan smartwatch ini pun menjadi petunjuk penting dalam upaya memahami kronologi kejadian terbaru di ATR 42-500.

    Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Masih Aktif, Keluarga Pantau Pergerakan

    Keluarga kopilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, tengah memantau perkembangan terbaru dari smartwatch milik Farhan Gunawan. Perangkat tersebut terdeteksi masih aktif dan menunjukkan adanya indikasi pergerakan, yang diduga berupa langkah kaki dari sang kopilot.

    Informasi ini disampaikan oleh Pitri Keandedes Hasibuan (30), perwakilan keluarga, yang memperoleh kabar dari adiknya, Dian Mulyana Hasibuan, pacar Farhan. Ponsel pintar Farhan telah ditemukan oleh tim SAR dan diserahkan kepada pihak keluarga pada Sabtu (17/1/2026).

    Smartwatch yang terhubung dengan ponsel tersebut menjadi salah satu acuan penting untuk upaya pelacakan korban.

    Informasi Smartwatch Dan Harapan Keluarga

    Pitri menjelaskan, smartwatch Farhan masih aktif dan dapat terdeteksi melalui ponselnya. Aktivitas yang tercatat di perangkat tersebut diharapkan bisa menjadi petunjuk bagi tim SAR dalam menentukan lokasi korban.

    Kalau bisa ada yang melacak smartwatch-nya itu dia pakai yang Galaxy, supaya ada pertolongan yang cari dia, ujar Pitri. Ia menambahkan bahwa pergerakan yang muncul dari smartwatch tersebut kemungkinan masih bisa dilacak secara akurat dari lokasi perangkat berada.

    Keluarga menaruh harapan besar pada data yang diperoleh dari smartwatch ini untuk mempercepat proses pencarian Farhan. Perangkat digital ini dianggap sebagai alat tambahan yang memungkinkan koordinasi lebih cepat antara tim SAR dan keluarga.

    Baca Juga: Penertiban Kayu Ilegal, 600 Batang Disita di Ketapang

    Adik Korban Turut Terjun Langsung Ke Lokasi

    Adik Korban Turut Terjun Langsung Ke Lokasi 700

    Dian Mulyana Hasibuan, pacar Farhan, kini berada di lokasi Gunung Bulusaraung untuk memantau proses pencarian. Ia langsung berangkat dari Makassar setelah menerima kabar mengenai kecelakaan pesawat ATR 42-500.

    Kehadiran Dian di lokasi diharapkan dapat memberikan informasi terbaru mengenai posisi korban serta mendukung koordinasi dengan tim SAR. Pitri menambahkan, keluarga sangat berharap data dari smartwatch dapat dimanfaatkan tim SAR untuk mengidentifikasi posisi Farhan dengan lebih cepat.

    Keaktifan perangkat ini menjadi sinyal penting yang memberi harapan bagi keluarga untuk menemukan kopilot selamat.

    Tim SAR Dan Upaya Pencarian Masih Berlangsung

    Pihak keluarga berharap kerja sama antara keluarga, tim SAR, dan pihak berwenang dapat memaksimalkan data dari smartwatch Farhan. Indikasi pergerakan yang tercatat di perangkat digital ini menjadi salah satu petunjuk terbaru dalam upaya pencarian.

    Sejauh ini, proses pencarian masih berlangsung intensif, dengan koordinasi antara aparat, tim SAR, dan keluarga. Data dari smartwatch diharapkan bisa mempersempit area pencarian sehingga operasi dapat berjalan lebih efektif.

    Keluarga tetap optimistis dan terus memantau setiap perkembangan di lokasi, berharap sinyal dari smartwatch menjadi titik awal untuk menemukan Farhan dalam kondisi selamat. Kejadian ini menjadi contoh pentingnya teknologi modern, seperti smartwatch, dalam mendukung proses pencarian korban dalam situasi darurat.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari todaynews.id