Bahlil pastikan seluruh desa di Indonesia dialiri listrik melalui PLTS pada 2029, dorong energi bersih dan merata bagi masyarakat.
Pemerintah Kalimantan Indonesia menegaskan komitmennya menghadirkan listrik ke seluruh pelosok desa. Menteri Bahlil menyoroti peran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi energi bersih yang dapat menjangkau wilayah terpencil. Targetnya jelas: pada 2029, tidak ada desa yang gelap, semua menikmati aliran listrik demi kemajuan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.
Bahlil Dorong PLTS Untuk Pulau Terpencil
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmennya mempercepat pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau-pulau terpencil. Tujuannya agar desa-desa yang belum dialiri listrik bisa menikmati akses energi pada tahun 2029.
Menurut Bahlil, PLTS menjadi solusi paling efektif karena mengatasi hambatan logistik dan keterbatasan pasokan bahan bakar di daerah kepulauan. Sistem ini memungkinkan listrik menyala meski transportasi laut terhambat cuaca buruk.
Pengalaman pribadi Bahlil di Pulau Banda, Maluku, menjadi dasar komitmennya. Ia paham betul kesulitan warga menghadapi keterbatasan energi. Program PLTS diharapkan menjadi jawaban praktis untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi kampung-kampung terpencil yang sulit dijangkau.
Fokus Anggaran Untuk Energi Terbarukan
Bahlil menyatakan bahwa anggaran kementerian akan difokuskan untuk program PLTS di daerah kepulauan. Langkah ini sekaligus mendukung strategi pemerintah untuk mencapai target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 17-21% pada 2026, meningkat dari capaian 15,75% pada 2025.
Program ini tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan akses listrik yang stabil, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan di wilayah terpencil dapat berjalan lebih baik.
Selain PLTS, pemerintah menyiapkan berbagai program pendukung agar target nasional terpenuhi. Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk memperluas akses energi hingga ke pelosok Indonesia.
Baca Juga: Guncang Internal! Kapolresta Pontianak Janji Sikat Polisi Terlibat Narkoba
Program Listrik Desa Dan BPBL
Salah satu program pendukung utama adalah Listrik Desa, yang menargetkan tambahan 22.179 pelanggan baru di 372 lokasi pada tahun 2026. Program ini difokuskan untuk memastikan desa-desa yang belum tersentuh listrik mendapatkan akses penuh.
Selain itu, bantuan pasang baru listrik (BPBL) ditingkatkan dari target awal 250 ribu rumah tangga menjadi 500 ribu. Penambahan ini dilakukan atas masukan Komisi XII DPR RI dan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar bantuan listrik bisa lebih merata dan tepat sasaran.
Bahlil menekankan koordinasi dengan DPR RI sangat penting. Dukungan legislatif akan mempercepat realisasi program, memastikan listrik tidak hanya sampai pada jumlah rumah, tetapi benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan.
Dampak Positif Akses Listrik Untuk Masyarakat
Dengan adanya PLTS dan program BPBL, diharapkan seluruh desa di wilayah kepulauan memiliki akses listrik penuh pada 2029. Hal ini akan membawa perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari warga.
Selain meningkatkan kualitas hidup, listrik dari PLTS juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Warga dapat mengembangkan usaha kecil, sekolah dapat menggunakan teknologi lebih modern, dan pelayanan kesehatan menjadi lebih optimal.
Bahlil menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada pengawasan, koordinasi lintas kementerian, serta keseriusan pemerintah daerah. Dengan langkah ini, Indonesia bisa mewujudkan pemerataan energi bersih hingga pelosok negeri pada 2029.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari esdm.go.id