Author: Evelyn

  • Banjir Rob Rendam Tarakan Barat, Warga Keluhkan Jalan Dan Motor Rusak

    Banjir rob atau air pasang kembali melanda beberapa wilayah Tarakan Barat, Kalimantan Utara, menciptakan keresahan dan kerugian bagi masyarakat setempat.

    Banjir Rob Rendam Tarakan Barat, Warga Keluhkan Jalan Dan Motor Rusak

    Fenomena ini, yang terjadi pada Selasa (3/2/2026) malam, tidak hanya mengganggu aktivitas warga tetapi juga merusak kendaraan dan infrastruktur jalan.

    Berikut ini, Kalimantan Indonesia akan mengindikasikan adanya masalah yang lebih dalam yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

    Tarakan Barat Dihantam Banjir Rob Parah

    Genangan air pasang laut kembali menyelimuti wilayah Tarakan Barat, Kalimantan Utara, pada Selasa malam. Ketinggian air yang merendam badan jalan utama secara signifikan menghambat aktivitas sehari-hari warga. Bahkan, banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang mengalami kerusakan serius akibat nekat menerobos genangan air asin tersebut.

    Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karang Rejo, menjadi salah satu titik terparah yang terdampak. Di pertigaan menuju Jembatan Bongkok, atau yang dikenal sebagai kawasan Mangrove, ketinggian air mencapai betis hingga lutut orang dewasa. Wilayah RT 21, RT 32, dan RT 35, khususnya, merasakan dampak paling parah dari fenomena ini.

    Berbeda dengan beberapa area lain, seperti Kelurahan Selumit Pantai, banjir rob tidak sampai menggenangi jalan. Namun, air pasang membawa serta tumpukan sampah yang kini menggenang di permukaan air. Meskipun tidak separah di Karang Rejo, kondisi ini tetap menimbulkan masalah kebersihan dan potensi gangguan lingkungan.

    Keresahan Warga Dan Kerusakan Yang Berulang

    Tajuddin, seorang warga RT 21 Kelurahan Karang Rejo, mengungkapkan keresahannya atas banjir rob yang terus berulang setiap tahun. Menurutnya, kondisi ini bukannya membaik, melainkan justru semakin parah. Ia merasa bahwa ketinggian air terus bertambah dari tahun ke tahun, membuat mereka semakin sulit menjalani aktivitas sehari-hari.

    Dampak banjir rob ini sangat merugikan warga. Selain air yang kerap masuk ke dalam rumah, banyak kendaraan warga yang mengalami kerusakan parah. Motor-motor sering mogok bahkan berkarat akibat nekat menerobos genangan air asin yang cukup dalam. Hal ini juga membahayakan keselamatan pengendara yang terpaksa melintas.

    Selain itu, aktivitas anak sekolah juga sangat terhambat. Jika air pasang terjadi di pagi hari, anak-anak terpaksa melepas sepatu dan berjalan kaki menembus banjir. Kerusakan infrastruktur jalan pun semakin parah, dengan aspal yang sudah terbongkar dan rusak di banyak titik, menambah daftar panjang masalah yang ditimbulkan banjir rob.

    Baca Juga: Pelaku Lempar Bom Molotov ke SMPN 3 Sungai Raya Kalbar Ditangkap

    Permintaan Warga Dan Harapan Kepada Pemerintah

    Permintaan Warga Dan Harapan kepada Pemerintah

    Tajuddin berharap Pemerintah Kota Tarakan, khususnya Wali Kota, segera turun tangan mengatasi permasalahan banjir rob ini. Ia mengusulkan agar jalan sepanjang kurang lebih 500 meter tersebut segera ditinggikan atau diuruk. Perbaikan drainase juga menjadi solusi krusial untuk mencegah genangan air.

    Menurutnya, solusi konkret yang dibutuhkan adalah mempondasi sisi jalan, mengangkat drainase, dan menguruk jalan setidaknya setengah meter. Meskipun warga telah menyampaikan aspirasi ini melalui media sosial kepada pemerintah, hingga saat ini belum ada realisasi dari usulan tersebut, yang menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat.

    Naskar, Ketua RT 21 Kelurahan Karang Rejo, membenarkan bahwa banjir rob di wilayahnya kini semakin tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini sangat bergantung pada tabel pasang surut air laut. Kondisi “air 35” (kode ketinggian air pasang) yang dulunya tidak terlalu parah, kini justru sering mengakibatkan genangan dalam.

    Fenomena Alam Yang Semakin Mengkhawatirkan

    Naskar menambahkan, meski banjir kali ini diperkirakan sudah mulai surut dibanding hari sebelumnya, fenomena pasang surut ini semakin mengkhawatirkan. Ia mengakui bahwa jika pasang air laut sedang tinggi, misalnya mencapai “air 36”, genangan bisa jauh lebih dalam lagi. Ini menunjukkan bahwa ada perubahan pola pasang surut yang signifikan.

    Ia mengenang, “Kalau dulu air 35 zaman dulu enggak acap (sering tenggelam), sekarang acap.” Ini menjadi indikasi kuat bahwa kondisi pasang air laut memang meningkat seiring waktu. Bahkan, di depan kawasan Mangrove, genangan air sudah seperti sungai, menandakan tingkat keparahan yang luar biasa.

    Perubahan ini bukan hanya sekadar gangguan sesaat, melainkan ancaman serius bagi keberlangsungan hidup warga dan infrastruktur di Tarakan Barat. Diperlukan tindakan cepat dan komprehensif dari pemerintah untuk mitigasi dan adaptasi terhadap fenomena banjir rob yang kian parah ini.

    Selalu ikuti berita terbaru mengenai Kalimantan Indonesia serta ragam informasi menarik yang memperluas wawasan.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar pertama dari detik.com
    • Gambar Utama dari detik.com
  • |

    Tragis! Pemuda Malinau Ditemukan Tewas Di Kos Tarakan, Mulut Berbusa

    ​Kabar duka menyelimuti Kota Tarakan setelah seorang pemuda asal Malinau ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya.​

    Tragis! Pemuda Malinau Ditemukan Tewas Di Kos Tarakan, Mulut Berbusa

    Kejadian tragis ini terjadi di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Karang Balik, Tarakan Barat, dan menyisakan banyak pertanyaan di benak warga. Kondisi korban yang ditemukan dengan busa keluar dari mulut dan hidung menambah misteri di balik kepergiannya.

    Temukan berita dan informasi menarik serta terpercaya lainnya yang memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Penemuan Tragis Di Kamar Kos, Sakit Yang Tak Terduga

    Delcy Hary Setiawan (27), yang akrab disapa Odel, seorang karyawan toko di Tarakan, ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya pada Minggu, 1 Februari 2026. Penemuan ini pertama kali dilakukan oleh pemilik kos yang curiga setelah tidak melihat korban seharian.

    Kanit Pidum Satreskrim Polres Tarakan, Ipda Eko Susilo, mengonfirmasi kejadian tersebut. “Benar, jasad korban ditemukan sekitar pukul 10.30 Wita oleh pemilik kos,” jelas Eko, menambahkan detail awal penemuan yang mengejutkan itu.

    Sehari sebelum kematiannya, Sabtu, 31 Januari, sekitar pukul 21.45 Wita, Odel sempat bertemu pemilik kos, Suprianto, di warung. Saat itu, korban mengeluh sakit dan sesak napas, sebuah tanda awal yang mungkin menjadi petunjuk.

    Penolakan Berobat Dan Kondisi Memprihatinkan

    Suprianto, pemilik kos, sempat menyarankan Odel untuk segera berobat mengingat keluhan sakit yang disampaikan. Namun, pemuda asal Malinau Hulu itu menolak. Ia beralasan tidak memiliki BPJS Kesehatan dan memilih kembali ke kamar kosnya.

    Keputusan Odel untuk tidak berobat mungkin menjadi faktor krusial dalam tragedi ini. Esok harinya, saat Suprianto mengecek kamar, ia menemukan Odel sudah tak bernyawa. Hal ini menambah daftar kekhawatiran terkait akses kesehatan bagi masyarakat.

    Polisi pun segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah Odel ke RSUD. Visum luar atau Visum et Repertum oleh tim forensik dilakukan untuk mencari tahu penyebab pasti kematian dan memastikan tidak ada tanda kekerasan.

    Baca Juga: Motif Sakit Hati, Lansia di Balikpapan Tikam Penjaga Toko Hingga Tewas

    Hasil Visum, Malnutrisi Dan Tanda Kematian Alami

    Hasil Visum, Malnutrisi Dan Tanda Kematian Alami

    Berdasarkan hasil visum forensik dari rumah sakit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ini mengindikasikan bahwa kematian Odel kemungkinan besar bukan karena tindakan kriminal atau penganiayaan.

    Pemeriksaan medis lebih lanjut mengungkapkan kondisi fisik korban yang kurus, diduga kuat mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi. Temuan ini memberikan gambaran tentang kondisi kesehatan Odel sebelum meninggal dunia.

    Tanda-tanda kematian lainnya yang ditemukan adalah lebam mayat berwarna merah gelap di leher, punggung, dan pinggang. Kaku mayat yang sudah sukar dilawan juga menunjukkan bahwa kematian telah terjadi beberapa jam sebelum ditemukan.

    Penyelidikan Lanjutan Dan Koordinasi Keluarga

    Untuk menjaga keaslian TKP, Satreskrim Polres Tarakan bersama tim identifikasi telah memasang garis polisi. Langkah ini penting untuk sterilisasi dan pengamanan bukti-bukti yang mungkin relevan dengan kasus ini.

    Petugas juga telah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar TKP dan tempat kerja Odel. Informasi dari lingkungan sekitar korban sangat membantu dalam menyusun kronologi kejadian dan memahami kondisi terakhir korban.

    “Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RSUD. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak tempat kerja korban untuk tindak lanjut identifikasi dan menghubungi pihak keluarga,” pungkas Eko, menandakan proses identifikasi dan pemberitahuan keluarga sedang berjalan.

    Selalu pantau berita terbaru seputar Kalimantan Indonesia dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari detik.com
  • Pemkab Tabalong Perkuat Sektor Pertanian Untuk Peningkatan Produksi

    ​Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menunjukkan komitmen kuat terhadap sektor pertanian di tengah tantangan rasionalisasi anggaran.​

    Pemkab Tabalong Perkuat Sektor Pertanian Untuk Peningkatan Produksi

    Langkah ini diambil sebagai strategi utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian, penguatan dari hulu hingga hilir menjadi fokus utama pembangunan daerah.

    Dapatkan rangkuman berita dan info terpercaya seputar Kalimantan untuk menambah wawasan Anda, eksklusif di .

    Fokus Pembangunan Sektor Pertanian

    Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani, menegaskan bahwa sekitar 60 persen penduduk Tabalong berprofesi sebagai petani. Oleh karena itu, penguatan sektor pertanian dari hulu ke hilir menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ini adalah pendekatan holistik untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan produktivitas pertanian.

    Dalam sambutannya saat membuka Forum Konsultasi Publik RKPD Kabupaten Tabalong 2027, Bupati Noor Rifani menjelaskan berbagai inisiatif di sektor hulu. Program tersebut meliputi normalisasi anak sungai sepanjang 60 kilometer di wilayah Selatan. Langkah ini krusial untuk menjaga ketersediaan air dan mencegah banjir yang dapat merusak lahan pertanian.

    Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan jalan usaha tani, serta fasilitas bagi sumber daya manusia (SDM) penyuluh. Dukungan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja petani, mempermudah akses ke lahan, dan meningkatkan kapasitas pengetahuan para penyuluh agar dapat memberikan bimbingan yang lebih baik kepada petani.

    Dampak Penguatan Pertanian Dan Program Unggulan

    Penguatan sektor pertanian diharapkan mampu mendongkrak target produksi padi secara signifikan. Salah satu indikator keberhasilan adalah peningkatan indeks pertanaman (IP), yang mengindikasikan frekuensi penanaman dalam satu tahun. Peningkatan IP berarti petani dapat menanam dan memanen lebih sering, sehingga meningkatkan total produksi.

    Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mempertahankan surplus produksi beras. Tahun ini, Kabupaten Tabalong berhasil mencatat surplus produksi beras yang mencapai hampir 57 persen. Pertahanan surplus ini penting untuk ketahanan pangan daerah dan nasional, serta menunjukkan kapasitas produksi yang stabil.

    Program “Bela Tani” juga menjadi andalan untuk meningkatkan pendapatan petani. Melalui program ini, pemerintah membeli produk pertanian, khususnya beras, dengan harga pasar melalui Rasda (Beras Daerah). Inisiatif ini memberikan jaminan pasar bagi petani dan melindungi mereka dari fluktuasi harga yang merugikan.

    Baca Juga: Tak Mampu Bayar Utang, Kepala Desa Di Sintang Tertangkap Curi Motor

    Sinkronisasi Pembangunan Melalui Forum Konsultasi

    Sinkronisasi Pembangunan Melalui Forum Konsultasi

    Forum Konsultasi Publik RKPD Kabupaten Tabalong 2027 merupakan upaya penting untuk menciptakan sinkronisasi pembangunan yang aspiratif dan kolaboratif. Kepala Bapperinda setempat, Arianto, menekankan pentingnya keterlibatan aktif berbagai elemen pemangku kepentingan dalam proses perencanaan.

    Menurut Arianto, diperlukan penyelarasan rumusan isu strategis dan permasalahan pembangunan daerah. Hal ini memastikan bahwa rencana pembangunan disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan tantangan yang dihadapi daerah. Konsultasi publik ini menjadi wadah untuk mengidentifikasi prioritas pembangunan.

    Pembahasan dalam forum ini mencakup tujuan, sasaran, dan arah kebijakan pembangunan yang akan dituangkan dalam dokumen perencanaan. Melalui kesepakatan isu strategis dan masukan yang konstruktif, diharapkan penyusunan RKPD Kabupaten Tabalong Tahun 2027 dapat lebih berkualitas dan relevan.

    Peran Aktif Seluruh Pemangku Kepentingan

    Forum konsultasi ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, termasuk pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan pemangku kepentingan terkait lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kolektif untuk pembangunan Tabalong yang lebih baik.

    Harapannya, seluruh peserta dapat berperan aktif dalam memberikan saran, masukan, maupun kritik yang membangun. Partisipasi aktif ini sangat krusial untuk memastikan bahwa perencanaan pembangunan daerah tidak hanya komprehensif, tetapi juga mencerminkan aspirasi beragam lapisan masyarakat.

    Pada akhirnya, melalui kolaborasi dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, perencanaan pembangunan di Tabalong diharapkan dapat lebih baik. Hal ini akan mendukung pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh warga Tabalong.

    Selalu ikuti berita terbaru mengenai Kalimantan Indonesia serta ragam informasi menarik yang memperluas wawasan.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari kalsel.antaranews.com
    • Gambar Kedua dari kalsel.antaranews.com
  • Kasus Pelecehan Di Samarinda, Pelaku Mengaku Hanya Menarik Gorden

    Sebuah perjalanan malam yang seharusnya nyaman berubah menjadi mimpi buruk bagi BT (19) dalam perjalanan dari Balikpapan menuju Samarinda.

    Kasus Pelecehan Di Samarinda, Pelaku Mengaku Hanya Menarik Gorden

    Insiden dugaan pelecehan seksual yang dialaminya di dalam bus mengejutkan banyak pihak dan menyoroti pentingnya keamanan di transportasi umum. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan memicu pertanyaan tentang perlindungan penumpang, terutama saat mereka dalam kondisi rentan seperti tertidur.

    Berikut ini, Kalimantan Indonesia akan menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan dan tindakan cepat dalam menghadapi potensi kejahatan.

    Tidur Pulas Berujung Trauma, Detik-Detik Kejadian

    ​BT (19) melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialaminya saat tertidur lelap dalam bus antar kota.​ Wanita muda ini terbangun dari tidurnya karena merasakan sakit yang tidak wajar di bagian tubuhnya. Pengalaman pahit ini terjadi pada hari Rabu (21/1) saat perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda, Kalimantan Timur.

    Ia menjelaskan bahwa rasa sakit itu pertama kali terasa di lengan dan payudaranya. Meskipun mengantuk dan lelah, rasa sakit yang semakin kuat akhirnya membuatnya benar-benar terjaga. “Sepanjang perjalanan saya merasa sakit di bagian lengan dan payudara saya, tapi saat itu saya belum bisa benar-benar bangun karena terlalu mengantuk dan lelah,” ujarnya kepada detikKalimantan.

    Saat matanya terbuka, BT terkejut mendapati seorang pria paruh baya tengah melecehkannya. Pria tersebut, yang sebelumnya duduk di kursi belakangnya, kini berada dalam posisi yang tidak pantas. Momen mengejutkan ini segera memicu respons pertahanan dari korban.

    Respon Cepat Dan Upaya Dokumentasi Korban

    Dalam kondisi terkejut, BT mencoba mengabadikan kejadian itu sebagai bukti. Ia segera meraih ponselnya dari dalam tas untuk merekam aksi pelaku. Namun, upaya tersebut dengan cepat disadari oleh pria tersebut, yang langsung menarik tangannya. “Saya ingin merekam kejadian itu dengan mengambil HP ke dalam tas, bapak tersebut langsung tergesa menarik tangannya,” tutur BT.

    Setelah insiden tersebut, korban sempat berniat melaporkan peristiwa ini kepada polisi yang bertugas di pos gerbang tol otomatis. Sayangnya, BT merasa kurang mendapat dukungan dan respons yang diharapkan dari sopir maupun penumpang lainnya. Kondisi ini seringkali membuat korban merasa sendirian dalam menghadapi situasi sulit.

    Meskipun demikian, BT tidak menyerah. Ia menunjukkan keberanian dengan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. “Saya sudah laporkan ini ke Polresta Samarinda, saat ini masih berproses,” ujarnya. Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Arie Soeharyadi, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini sedang dalam proses penyelidikan.

    Baca Juga: Karhutla Kubu Raya Diselidiki, Polisi Pasang Garis di Lokasi Kebakaran

    Identitas Terduga Pelaku Dan Penyangkalan Tak Berdasar

    Identitas Terduga Pelaku Dan Penyangkalan Tak Berdasar

    Korban memberikan ciri-ciri terduga pelaku sebagai seorang pria paruh baya dengan kulit agak gelap dan tinggi sekitar 160 cm. Ia juga menyebutkan bahwa ada beberapa giginya yang ompong. Ciri-ciri ini diharapkan dapat membantu pihak kepolisian dalam proses identifikasi.

    Dalam sebuah video yang diterima oleh detikKalimantan, terlihat terduga pelaku mengenakan jaket merah dan berpeci putih. Ketika korban mengambil gambarnya, pria itu pura-pura baru terbangun dan bertanya seolah tidak tahu apa-apa. Namun, BT dengan tegas menjawab pertanyaan pelaku, membenarkan bahwa ia memang mengganggu.

    Menyadari sedang direkam, terduga pelaku berusaha menyangkal dan meminta maaf. Ia mengklaim hanya mencoba menarik gorden jendela bus. Namun, korban dengan lantang membantah, menegaskan bahwa pria itu telah melecehkannya. “Gak (tidak menarik gorden) orang memang anu’in (melecehkan) saya. Jangan berani-berani dengan saya ya,” tegas BT di akhir video.

    Penyelidikan Berlangsung, Mencari Keadilan Untuk Korban

    Laporan resmi telah masuk ke Polresta Samarinda pada tanggal 22 Januari 2026, sehari setelah kejadian. Saat ini, pihak kepolisian tengah gencar melakukan penyelidikan mendalam untuk mengumpulkan bukti dan keterangan lebih lanjut. Proses ini sangat penting untuk mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan bagi korban.

    “Sudah masuk (laporannya) tanggal 22 Januari 2026. (Korban) telah melapor ke Polresta Samarinda. Sekarang dalam proses penyelidikan,” ungkap Ipda Arie Soeharyadi. Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan atas insiden yang terjadi dan menyeret pelaku ke meja hijau jika terbukti bersalah.

    Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh operator transportasi umum untuk lebih meningkatkan keamanan dan pengawasan. Perlindungan terhadap penumpang adalah prioritas utama, dan setiap dugaan pelecehan harus ditangani secara serius. Semoga BT mendapatkan keadilan dan kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

    Ikuti perkembangan terbaru dan berbagai informasi menarik lainnya untuk menambah wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari siap.viva.co.id
  • Tak Sanggup Lagi, Warga Long Pujungan Bertahan 3 Tahun Tanpa Sinyal

    Di tengah kemajuan teknologi komunikasi yang pesat, masih ada sudut negeri yang terabaikan, terputus sepenuhnya dari dunia luar.

    Tak Sanggup Lagi, Warga Long Pujungan Bertahan 3 Tahun Tanpa Sinyal

    ​Inilah kisah pilu warga Desa Long Pujungan, Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau, yang telah hidup dalam keterasingan digital selama hampir tiga tahun.​ Meski infrastruktur penunjang telah berdiri kokoh, sinyal seluler tak kunjung menyapa. Kisah mereka adalah cerminan ironi pembangunan, di mana asa akan konektivitas pupus di hadapan realitas yang pahit.

    Jelajahi rangkuman berita menarik dan terpercaya lainnya yang memperluas wawasan Anda secara eksklusif di .

    Menara “Pajangan” Tanpa Fungsi

    Yansui Sukuy, salah seorang warga Long Pujungan, mengungkapkan kekecewaannya. Desa mereka memiliki menara Base Transceiver Station (BTS), genset baru, dan bahkan panel surya sebagai penunjang. Namun, semua fasilitas itu seolah tak lebih dari sekadar “pajangan” semata, karena sinyal operator tak kunjung aktif dan berfungsi.

    “Tower ada, genset baru ada, solarnya ada. Tapi sinyal tidak ada. Ini sudah hampir tiga tahun tidak memancarkan sinyal lagi,” ujar Yansui kepada detikKalimantan. Pernyataan ini menggambarkan betapa frustrasinya warga melihat infrastruktur ada, namun tidak memberikan manfaat yang semestinya.

    Ironisnya, teknisi sempat beberapa kali datang untuk perbaikan, namun sifatnya hanya sementara. “Begitu teknisi naik, sinyal ada. Dua tiga hari teknisi turun, sinyal hilang lagi,” tambahnya. Kondisi ini membuat warga merasa dipermainkan oleh janji-janji perbaikan yang tak pernah tuntas.

    Tekanan Ekonomi Dan Solusi Mahal

    Ketiadaan sinyal seluler memaksa warga Long Pujungan untuk mencari alternatif yang mahal. Mereka kini bergantung pada layanan internet satelit Starlink milik perorangan, dengan sistem berbayar per jam. “Semenjak Telkomsel tidak berfungsi, masyarakat lari ke Starlink. Itu berbayar, ada yang Rp 5 ribu per jam,” tutur Yansui.

    Kondisi ini menambah beban ekonomi bagi masyarakat yang harus mengeluarkan biaya ekstra hanya untuk berkomunikasi. Padahal, kebutuhan komunikasi sangat mendesak, terutama bagi orang tua yang ingin menghubungi anak-anak mereka yang bersekolah di luar daerah.

    Situasi diperparah dengan gangguan pasokan listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menjadi tumpuan utama desa, dilaporkan rusak sejak tujuh bulan terakhir. Ini membuat akses komunikasi semakin sulit, sebab perangkat Starlink pun membutuhkan listrik untuk beroperasi.

    Baca Juga: Buntut Insiden Emak-Emak Diterkam, Buaya 2 Meter di Tarakan Akhirnya Ditangkap

    Lumpuhnya Komunikasi Dan Listrik

    Lumpuhnya Komunikasi Dan Listrik

    Kerusakan PLTA, ditambah dengan rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan genset desa, telah melumpuhkan hampir seluruh sistem komunikasi di Long Pujungan. “PLTA rusak, PLTS rusak, genset rusak. Jadi lumpuhlah semua komunikasi kami,” keluh Yansui, menggambarkan situasi desa mereka yang terisolasi.

    Satu-satunya harapan bagi sebagian warga adalah mereka yang memiliki genset pribadi, yang digunakan untuk menghidupkan perangkat Starlink. Namun, ini tentu bukan solusi berkelanjutan dan hanya bisa diakses oleh segelintir orang yang mampu.

    Kombinasi antara tidak adanya sinyal seluler dan lumpuhnya pasokan listrik menciptakan kondisi yang sangat berat bagi warga. Mereka merasa terputus dari dunia luar, kesulitan dalam berinteraksi, dan menghadapi tantangan besar dalam kehidupan sehari-hari.

    Koordinasi Dan Harapan Palsu

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malinau, Francis, membenarkan adanya kendala jaringan di Long Pujungan. Ia menjelaskan bahwa menara adalah milik Pemerintah Daerah (Pemda), sementara perangkat aktif BTS dan jaringan adalah tanggung jawab operator seluler, dalam hal ini Telkomsel.

    Francis menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan operator. “Memang ada tower milik Pemda yang kerja sama dengan Telkomsel. Informasi yang kami terima, ada kerusakan pada BTS. Nah, BTS ini tanggung jawab Telkomsel,” jelasnya, menunjuk pada pembagian tanggung jawab.

    Meskipun kerusakan telah dimonitor dan jadwal perbaikan sedang disusun, warga diminta untuk bersabar. “Mereka (Telkomsel) sudah tahu dan sedang mengatur jadwal ke sana untuk perbaikan. Ada komunikasi dengan kita,” ungkap Francis. Namun, setelah tiga tahun menanti, kesabaran warga mulai menipis di tengah janji yang tak kunjung terealisasi.

    Jangan lewatkan update berita seputar Kalimantan Indonesia serta beragam informasi menarik yang dapat memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari detik.com
  • Wagub Kalteng Soroti Masih Sulitnya Akses Pendidikan Di Daerah Terpencil

    Program makan bergizi gratis (MBG) yang digalakkan pemerintah masih menghadapi tantangan serius di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

    https://takenupload.com/Efek-Jera

    Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, menyoroti bahwa siswa-siswi di daerah terpencil provinsi tersebut masih kesulitan mengakses manfaat program ini.​ Pertemuan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi momentum penting untuk mencari solusi atas kendala geografis yang menghambat pemerataan gizi di kalangan generasi muda Kalteng.

    Dapatkan rangkuman berita dan info terpercaya seputar Kalimantan untuk menambah wawasan Anda, eksklusif di .

    Kendala Geografis Menghambat Akses MBG

    Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, mengungkapkan bahwa siswa-siswi dari daerah terpencil di provinsi tersebut masih belum mendapatkan manfaat penuh dari program makan bergizi gratis (MBG). Pernyataan ini disampaikan Edy saat menerima audiensi Badan Gizi Nasional (BGN) di Palangka Raya pada Rabu (21/1/2026). Keterbatasan akses ini menjadi sorotan utama dalam upaya pemerataan gizi.

    Salah satu tantangan terbesar yang harus mendapatkan perhatian khusus dalam pelaksanaan MBG di Kalteng adalah kendala geografis. Edy menjelaskan bahwa lokasi yang sulit dijangkau menyebabkan masih banyak siswa di beberapa daerah yang sulit mengakses program tersebut. Kondisi ini menuntut pendekatan yang lebih inovatif dan strategi distribusi yang adaptif agar program dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

    Geografi Kalteng yang luas dengan banyak wilayah pedalaman dan infrastruktur yang belum memadai menjadi hambatan utama. Jalan yang tidak layak, akses transportasi terbatas, dan jarak yang jauh dari pusat distribusi menjadikan penyaluran bantuan gizi menjadi pekerjaan yang kompleks. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pusat untuk mengatasi masalah ini.

    Percepatan Pembangunan SPPG Dan Dukungan Pemprov

    Menanggapi persoalan tersebut, Edy Pratowo menekankan pentingnya koordinasi untuk mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah Kalteng. Kesepakatan untuk mempercepat pembangunan SPPG bersama BGN diharapkan dapat memperluas cakupan program MBG. Tujuannya adalah agar semakin banyak siswa-siswi yang menerima manfaat program penting ini.

    Pemerintah Provinsi Kalteng juga berkomitmen penuh dengan mempersiapkan sejumlah sarana dan prasarana guna mendukung pasokan pangan bagi setiap SPPG di berbagai daerah. Ketersediaan infrastruktur dan logistik yang memadai menjadi kunci keberhasilan dalam memastikan kelancaran distribusi makanan bergizi. Ini merupakan langkah proaktif dari pemprov untuk mengatasi kendala yang ada.

    Sebagai wujud dukungan konkret, Pemprov Kalteng telah membangun berbagai fasilitas penting. Ini termasuk Rice Milling Plant (RMP) modern di Desa Lempuyang, Kotawaringin Timur, serta Proyek Rice Milling Unit (RMU) dan Rice to Rice (RtR) di Pulang Pisau. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian pangan lokal dan memastikan pasokan bahan baku MBG selalu tersedia.

    Baca Juga: Tarakan Terapkan Aturan Baru? Akademisi Usulkan Sanksi Untuk Warga Yang Memberi Pengemis

    Inisiatif Kemandirian Pangan Kalteng

    Inisiatif Kemandirian Pangan Kalteng

    Selain RMP dan RMU, Pemprov Kalteng juga mengambil langkah strategis lain dalam mendukung kemandirian pangan. Pembangunan pabrik pakan ternak di Kecamatan Parenggean, Kotim, merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung pasokan gizi yang seimbang bagi program MBG.

    Lebih lanjut, Pemprov juga membangun sentra tanaman hortikultura di Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya, dan Kabupaten Pulang Pisau. Pengembangan sektor pertanian ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan pangan segar dan berkualitas. Semua ini adalah inisiatif Pemprov Kalteng untuk mencapai kemandirian pangan secara menyeluruh.

    Edy menegaskan bahwa semua inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Kalteng untuk mencapai kemandirian pangan. Pada gilirannya, kemandirian pangan ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam memasok kebutuhan bahan baku MBG di setiap SPPG. Dengan demikian, program MBG tidak hanya bergantung pada pasokan dari luar daerah.

    Apresiasi Dan Tata Kelola Program MBG

    Pemprov Kalteng menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BGN atas perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan MBG di provinsi tersebut. Kunjungan BGN memberikan semangat baru bagi Pemprov untuk terus bergerak maju mendukung program Presiden, khususnya MBG di Kalteng. Kolaborasi ini dianggap krusial untuk mencapai tujuan bersama.

    Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen Dadang Hendrayuda, memastikan tata kelola dan petunjuk teknis MBG berjalan sesuai aturan. Dadang menjelaskan bahwa MBG bukan sekadar program dapur, melainkan memiliki dampak ekonomi berantai yang luas. Ini menciptakan perputaran uang besar di perekonomian lokal.

    MBG juga menggerakkan UMKM, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat sistem pangan lokal. Dampak positif ini jauh melampaui nilai anggaran program itu sendiri. Dadang menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI, Polri, Pemda, dan swasta untuk memastikan semua koordinasi terlaksana dengan baik, dengan Pemerintah Daerah menjamin ketersediaan bahan pangan.

    Selalu pantau berita terbaru seputar Kalimantan Indonesia dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    Gambar Utama dari regional.kompas.com
    Gambar Kedua dari regional.kompas.com

  • Kasus Kekerasan Anak Di Ketapang, Bocah Dianiaya Sampai Patah Tulang

    Sebuah insiden keji mengguncang Ketapang, Kalimantan Barat, ketika seorang bocah laki-laki 6 tahun diduga dianiaya brutal kekasih ibunya.

    Kasus Kekerasan Anak Di Ketapang, Bocah Dianiaya Sampai Patah Tulang

    Korban kini terbaring kritis di ruang ICU, menderita luka serius termasuk patah tulang. Berikut ini, Kalimantan Indonesia akan sontak memicu kemarahan publik dan menyoroti bahaya kekerasan dalam rumah tangga yang seringkali tersembunyi.

    Kondisi Kritis Dan Perjuangan Di ICU

    Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun di Ketapang kini harus berjuang untuk hidupnya di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Ia menjadi korban dugaan penganiayaan oleh R (27), kekasih ibunya, yang kini telah diamankan pihak kepolisian. Kondisi korban masih sangat mengkhawatirkan.

    Plt Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, dr. Feria Kowira, menjelaskan hasil pemeriksaan medis yang mengerikan. Menggunakan CT scan dan rontgen, tim dokter menemukan sejumlah luka serius, termasuk memar di berbagai bagian tubuh serta patah tulang. Parahnya, tindakan operasi belum dapat dilakukan karena kondisi korban yang belum stabil.

    “Sebenarnya ada indikasi perlunya tindakan operasi. Tetapi karena kondisi pasien belum stabil, kami belum bisa melaksanakannya,” jelas dr. Feria pada Selasa (20/1/2025). Tim medis saat ini masih berupaya memulihkan kondisi korban terlebih dahulu, menghadapi tantangan besar untuk menstabilkan keadaannya.

    Kronologi Kejadian Dan Upaya Penanganan Medis

    Korban dibawa ke rumah sakit pada Rabu, 14 Januari 2026, dalam kondisi tidak sadarkan diri. Setelah tiba di rumah sakit, tim medis segera melakukan penanganan darurat dan berkoordinasi dengan berbagai dokter spesialis terkait. Ini menunjukkan keseriusan dan kecepatan respons rumah sakit terhadap kasus ini.

    Hingga saat ini, kondisi anak tersebut masih belum stabil dan berada di bawah pengawasan ketat tim medis. “Pasien masih menjalani perawatan intensif. Masih ditangani oleh tim medis yang terdiri dari dokter spesialis anak, spesialis ortopedi (tulang), serta tim ICU,” ujar dr. Feria, menunjukkan pendekatan multidisiplin dalam perawatannya.

    Mengenai penyebab utama luka yang dialami korban, dr. Feria menegaskan bahwa hal tersebut merupakan ranah aparat penegak hukum. “Itu mungkin kembali ke pihak yang berwajib,” tegasnya, menjaga etika profesionalisme dan menyerahkan proses investigasi kepada kepolisian.

    Baca Juga: Kubu Raya di Ambang Bahaya, Bupati Ingatkan Ancaman 3 Bencana Sekaligus

    Penangkapan Pelaku Dan Motif Penganiayaan

    Penangkapan Pelaku Dan Motif Penganiayaan

    Polres Ketapang telah mengamankan R (27), yang merupakan calon ayah tiri korban, dan diduga sebagai pelaku penganiayaan. Ia saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Ketapang. Pihak kepolisian berupaya mengungkap secara lengkap dugaan tindak kekerasan tersebut, mencari keadilan bagi korban.

    Kasat Reskrim Polres Ketapang, Iptu Dedy Syahputra Bintang, menjelaskan bahwa penganiayaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB pada 14 Januari 2026. Peristiwa bermula ketika ibu korban, Y, membawa anaknya ke rumah pelaku di Kelurahan Mulia Baru, Kabupaten Ketapang, kemudian Y pergi ke pasar dan meninggalkan anaknya bersama pelaku.

    “Saat itu pelaku hanya berdua dengan korban di rumahnya di Kelurahan Mulia Baru. Saat itulah penganiayaan terjadi,” beber Dedy. Motif di balik penganiayaan ini terungkap: pelaku mengaku emosi karena korban sering sakit, dan biaya pengobatan menguras uang yang disiapkan untuk pernikahannya dengan ibu korban. Luka ditemukan di sekujur tubuh, terutama di bagian badan dan wajah.

    Seruan Perlindungan Anak Dan Keadilan

    Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan kerentanan anak-anak terhadap kekerasan, terutama di lingkungan terdekat mereka. Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan peran aktif masyarakat dalam melaporkan dugaan kekerasan anak. Perlindungan anak harus menjadi prioritas utama semua pihak.

    Masyarakat Ketapang dan seluruh Indonesia menuntut keadilan bagi bocah malang ini. Proses hukum yang transparan dan penegakan keadilan yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan mencegah insiden serupa terulang kembali. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan kekerasan terhadap anak.

    Semoga korban dapat segera pulih dan mendapatkan keadilan yang layak. Kasus ini harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan berani bertindak jika melihat tanda-tanda kekerasan pada anak-anak.

    Selalu pantau berita terbaru seputar Kalimantan Indonesia dan berbagai informasi menarik untuk menambah wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari umsida.ac.id
  • |

    Tarakan Geger! Emak-Emak Diserang Buaya Besar, Selamat Berkat Polisi

    Kisah nyata tentang keberanian dan kesigapan baru saja terjadi di Kota Tarakan, menyelamatkan nyawa warga secara heroik.

    Tarakan Geger! Emak-Emak Diserang Buaya Besar, Selamat Berkat Polisi

    Seorang ibu paruh baya harus berhadapan dengan teror buaya ganas berukuran tiga meter saat sedang mencari pakan ternak.​ Peristiwa menegangkan ini bukan hanya menguji keberanian korban, tetapi juga memicu reaksi cepat dari aparat kepolisian yang kebetulan berada di lokasi.

    Berikut ini, Kalimantan Indonesia akan menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai di sekitar perairan liar dan sekaligus menjadi bukti nyata bagaimana kehadiran aparat keamanan dapat menjadi penyelamat di saat-saat paling genting.

    Tragedi Tak Terduga Di Waduk Persemaian, Saat Rutinitas Berubah Horor

    Pada Senin sore, 19 Januari 2026, sekitar pukul 15.15 Wita, seorang ibu paruh baya sedang melakukan aktivitas rutinnya di pinggir Waduk Persemaian, Tarakan Barat. Ia tengah asyik mencari rumput untuk pakan ternak, tanpa menyadari bahaya besar yang mengintai di dalam air. Suasana tenang waduk tiba-tiba berubah mencekam.

    Secara tak terduga, seekor buaya berukuran sekitar tiga meter dengan lebar badan 40 sentimeter muncul dari dalam air dan langsung menerkamnya. Korban seketika berteriak histeris, berjuang melepaskan diri dari cengkeraman predator ganas tersebut. Gigitan buaya itu mengenai kakinya, menyebabkan luka serius.

    Peristiwa ini menjadi pengingat betapa cepatnya bahaya dapat datang, terutama di lingkungan yang masih alami seperti waduk. Penting bagi warga untuk selalu waspada dan tidak lengah saat beraktivitas di area yang diketahui menjadi habitat hewan liar. Keamanan diri harus selalu menjadi prioritas utama.

    Intervensi Heroik, Kesigapan Polisi Menyelamatkan Nyawa

    Di tengah kepanikan, teriakan histeris korban terdengar oleh personel Bagian SDM (Bag SDM) Polres Tarakan yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi. Mereka sedang melaksanakan kegiatan pembinaan fisik (binsik) bagi calon siswa (casis) Polri. Tanpa ragu, para personel langsung bergegas menuju sumber suara.

    Dengan kecepatan dan keberanian luar biasa, anggota polisi segera berupaya melepaskan gigitan buaya dari kaki korban. Proses penyelamatan ini berlangsung dramatis, membutuhkan kekuatan dan fokus untuk mengatasi perlawanan buaya yang besar dan agresif. Kehadiran mereka di waktu yang tepat adalah anugerah.

    Keberhasilan penyelamatan ini menunjukkan kesigapan dan profesionalisme personel Polres Tarakan. Mereka tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga menunjukkan jiwa penolong yang tinggi dalam situasi darurat. Aksi heroik ini layak mendapat apresiasi dan menjadi contoh bagi kita semua.

    Baca Juga: Kopilot ATR 42-500? Smartwatch Masih Aktif Dan Memunculkan Pergerakan

    Penanganan Cepat Dan Imbauan Kewaspadaan

    Penanganan Cepat Dan Imbauan Kewaspadaan

    Setelah berhasil melepaskan diri dari cengkeraman buaya, korban langsung dievakuasi oleh personel Bag SDM Polres Tarakan. Tanpa menunda, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) menggunakan kendaraan dinas polisi untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

    Akibat gigitan buaya, korban mengalami patah tulang pada bagian betis kaki kanan. Saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, semoga lekas pulih. Insiden ini menegaskan betapa berbahayanya serangan predator seperti buaya.

    Menyikapi kejadian ini, Kapolres Tarakan melalui Kasi Humas Iptu Rusli mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar waduk atau perairan yang berpotensi menjadi habitat buaya, guna menghindari terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

    Pelajaran Penting Dari Waduk Persemaian, Keselamatan Adalah Prioritas

    Peristiwa di Waduk Persemaian ini menyajikan pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan dan tindakan cepat dalam menghadapi situasi darurat. Keberanian personel kepolisian adalah faktor kunci yang membedakan antara hidup dan mati bagi korban. Ini adalah cerminan dari komitmen mereka untuk melindungi masyarakat.

    Lebih dari itu, insiden ini menggarisbawahi kebutuhan akan edukasi berkelanjutan mengenai interaksi manusia dengan satwa liar, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan habitat mereka. Papan peringatan dan sosialisasi bahaya perlu ditingkatkan untuk melindungi warga.

    Masyarakat Tarakan, khususnya yang tinggal dekat perairan, diimbau untuk selalu waspada. Jangan mengambil risiko yang tidak perlu di area yang diketahui dihuni buaya. Keselamatan diri dan keluarga harus selalu menjadi prioritas utama demi menghindari kejadian serupa di masa depan.

    Pantau terus update berita seputar Kalimantan Indonesia dan informasi menarik lainnya untuk memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari rri.co.id
  • |

    BMKG Ungkap Sinyal Hujan Ringan Di Kaltim, 14 Januari 2026

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Timur pada Rabu, 14 Januari 2026.

    BMKG Ungkap Sinyal Hujan Ringan Di Kaltim, 14 Januari 2026

    Sejumlah kota dan kabupaten diprediksi akan mengalami hujan ringan, sementara beberapa wilayah lain akan berawan.

    Berikut ini, Kalimantan Indonesia akan menjadi krusial bagi masyarakat untuk mempersiapkan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi cuaca yang dinamis.

    Kondisi Cuaca Spesifik Kalimantan Timur

    ​BMKG memprediksi bahwa sebagian besar wilayah Kalimantan Timur akan diguyur hujan ringan pada tanggal 14 Januari 2026.​ Kota-kota seperti Balikpapan dan Bontang, serta kabupaten seperti Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, dan Mahakam Ulu, diperkirakan akan mengalami kondisi ini. Suhu udara di wilayah-wilayah tersebut berkisar antara 19 hingga 31 derajat Celsius, menunjukkan variasi suhu yang cukup beragam.

    Di sisi lain, Paser dan Samarinda diperkirakan akan berawan, tanpa adanya prediksi hujan ringan. Paser akan memiliki rentang suhu antara 22 hingga 31 derajat Celsius, sedangkan Samarinda akan berada pada kisaran 23 hingga 30 derajat Celsius. Perbedaan prakiraan cuaca ini menunjukkan kondisi atmosfer lokal yang berbeda di setiap daerah.

    Variasi cuaca ini menyoroti pentingnya masyarakat untuk selalu memantau informasi terbaru dari BMKG. Kesiapsiagaan terhadap perubahan cuaca, terutama hujan ringan, dapat membantu mencegah potensi gangguan aktivitas dan memastikan keamanan selama beraktivitas di luar ruangan.

    Puncak Musim Hujan Di Indonesia

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa puncak musim hujan di Indonesia telah dimulai sejak November 2025. Namun, tidak semua wilayah di Indonesia mengalami puncak musim hujan pada waktu yang bersamaan. Ini adalah fenomena meteorologi yang umum terjadi di negara kepulauan yang luas seperti Indonesia.

    Sebagian wilayah telah memasuki fase puncak hujan pada November dan Desember 2025, yang berarti mereka telah mengalami intensitas hujan yang tinggi selama periode tersebut. Pola ini menunjukkan adanya perbedaan zona waktu puncak musim hujan di berbagai daerah.

    Menariknya, sebagian wilayah lain justru baru akan memasuki puncak musim hujan pada Januari 2026 ini. Hal ini menegaskan bahwa periode puncak musim hujan di Indonesia adalah proses yang berlangsung secara bertahap dan tidak seragam di seluruh daerah.

    Baca Juga: Tinjau IKN, Prabowo Catat Banyak Perbaikan dan Minta Percepatan

    Wilayah Yang Memasuki Puncak Musim Hujan Januari 2026

    Wilayah Yang Memasuki Puncak Musim Hujan Januari 2026

    Beberapa wilayah di Indonesia diprediksi akan memasuki puncak musim hujan pada bulan Januari 2026. Ini termasuk Jambi bagian selatan, Bengkulu bagian selatan, dan Sumatera Selatan bagian timur. Masyarakat di daerah ini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

    Selain itu, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur juga akan mengalami puncak musim hujan pada periode ini. Wilayah-wilayah ini dikenal rentan terhadap dampak hujan lebat, seperti banjir dan tanah longsor.

    Tidak ketinggalan, Sulawesi Utara bagian barat, Gorontalo bagian barat, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan sebagian besar Papua juga diproyeksikan berada di puncak musim hujan. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk mitigasi risiko.

    Imbauan Dan Kesadaran Cuaca

    Dengan adanya prakiraan cuaca ini, masyarakat di Kalimantan Timur dan wilayah lain yang memasuki puncak musim hujan di Januari 2026 diimbau untuk selalu waspada. Penting untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi dampak hujan ringan hingga lebat, seperti genangan air atau gangguan transportasi.

    Memantau informasi resmi dari BMKG secara berkala adalah langkah proaktif yang sangat dianjurkan. Informasi terbaru dapat diakses melalui berbagai platform media BMKG, memastikan masyarakat mendapatkan data yang akurat dan terpercaya.

    Kesadaran dan kesiapsiagaan kolektif akan membantu meminimalkan risiko dan dampak buruk yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca ekstrem. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari kompas.com
    • Gambar Kedua dari merdeka.com
  • Kasus Kekerasan Seksual Di Sekadau, Korban Ditemukan Penuh Lumpur

    Sebuah kasus tragis baru ini mengguncang warga Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, dan memicu keprihatinan mendalam masyarakat setempat.

    Kasus Kekerasan Seksual Di Sekadau, Korban Ditemukan Penuh Lumpur

    Penemuan seorang gadis di bawah umur yang terlumuri lumpur kuning memicu kekhawatiran dan tanda tanya besar. ​Sayangnya, investigasi lebih lanjut mengungkap fakta pahit: gadis tersebut adalah korban pemerkosaan.​

    Berikut ini, Kalimantan Indonesia akan menyoroti kerentanan anak-anak dan urgensi perlindungan yang lebih kuat dari masyarakat serta penegak hukum.

    Kronologi Penemuan Dan Awal Penyelidikan

    Pada Selasa, 30 Desember 2025, suasana Natal di Sekadau berubah menjadi duka. Setelah merayakan Natal bersama keluarga, korban yang masih di bawah umur ditemukan warga dalam kondisi tubuh dipenuhi lumpur tanah kuning. Keadaan korban yang memprihatinkan segera menarik perhatian dan menimbulkan kecurigaan.

    Keluarga korban, yang merasa ada kejanggalan, lantas berupaya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setelah penyelidikan internal, fakta mengejutkan terungkap. Korban ternyata telah diperkosa oleh seorang temannya di bawah salah satu jembatan di Sekadau.

    Mendapatkan informasi yang memilukan ini, pihak keluarga tidak tinggal diam. Mereka segera membuat laporan resmi ke Polres Sekadau pada tanggal 4 Januari 2026. Laporan ini menjadi titik awal bagi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sekadau untuk bertindak.

    Identifikasi Pelaku Dan Proses Penangkapan

    Setelah laporan diterima, penyidik Satreskrim Polres Sekadau langsung bergerak cepat. Langkah awal yang dilakukan adalah mendalami kasus, memeriksa sejumlah saksi yang terakhir terlihat bersama korban. Proses penyelidikan intensif ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti kuat.

    Melalui pendalaman dan pengumpulan alat bukti, identitas terduga pelaku berhasil dipastikan. Pelaku adalah seorang pria berinisial RA, berusia 28 tahun, yang ternyata teman dari korban sendiri. Informasi ini disampaikan oleh Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasat Reskrim Iptu Zainal Abidin.

    Pada Kamis, 8 Januari 2026, setelah melalui penyelidikan yang intensif, tersangka RA akhirnya berhasil diamankan. Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui perbuatannya, yaitu melakukan persetubuhan dengan korban di bawah jembatan dalam kondisi berlumpur.

    Baca Juga: Insiden Brimob Tembak Warga Di Tambang Ilegal, 4 Personel Diperiksa Propam

    Penanganan Kasus Dan Pasal Yang Disangkakan

    Penanganan Kasus Dan Pasal Yang Disangkakan

    Saat ini, tersangka RA telah ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Penyidik Polres Sekadau sedang melengkapi administrasi penyidikan, termasuk pemeriksaan saksi ahli dan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Proses hukum terus berjalan demi keadilan bagi korban.

    Terhadap perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar pasal berlapis. Pasal 473 ayat (2) huruf b dan Pasal 415 huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dikenakan, sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

    Pasal-pasal tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana perkosaan dan perbuatan cabul terhadap anak. Kepolisian juga telah menyita sejumlah barang bukti yang relevan dengan perkara ini, memperkuat posisi hukum dalam penuntutan.

    Komitmen Kepolisian Dan Perlindungan Korban

    Kasat Reskrim Iptu Zainal Abidin menegaskan komitmen pihaknya untuk menangani perkara ini secara profesional dan objektif. Fokus utama adalah perlindungan korban, khususnya anak-anak, yang merupakan kelompok rentan. Kepolisian berupaya memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Perlindungan terhadap anak menjadi prioritas utama dalam kasus semacam ini. Setiap laporan masyarakat terkait kekerasan terhadap anak akan ditindaklanjuti secara serius oleh pihak kepolisian. Hal ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga keselamatan generasi muda.

    Kasus ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua akan pentingnya pengawasan dan edukasi. Masyarakat diharapkan lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan berani melaporkan setiap indikasi kekerasan demi menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari merdeka.com