Samarinda Dikepung Banjir, Jalan Utama Lumpuh Dan Lalu Lintas Macet
Banjir mengepung Samarinda dan merendam jalan utama, Lalu lintas lumpuh, kemacetan panjang terjadi, aktivitas warga pun terganggu.
Hujan deras yang mengguyur Samarinda kembali memicu banjir di sejumlah titik strategis kota Kalimantan Indonesia. Air menggenangi jalan-jalan utama hingga menyebabkan lalu lintas lumpuh dan kemacetan panjang, membuat aktivitas warga terganggu sejak pagi hari.
Banjir Rendam Sejumlah Ruas Jalan Strategis Samarinda
Hujan deras pada Senin malam (2/2/2026) menyebabkan banjir melanda sejumlah ruas jalan utama di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Genangan air yang muncul membuat mobilitas warga dan arus transportasi terganggu.
Beberapa jalan vital yang terdampak antara lain Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan, Jalan Abdul Muthalib, hingga Jalan Yos Sudarso. Jalan-jalan ini merupakan jalur utama yang menghubungkan berbagai titik strategis kota.
Ketinggian air bervariasi di tiap lokasi. Beberapa titik hanya tertutup sebagian, namun ada ruas yang terendam cukup dalam, membuat kendaraan harus berhati-hati agar tidak mogok atau tercegat.
Tingkat Genangan Dan Titik Terparah
Pantauan di lapangan sekitar pukul 21.00 WITA menunjukkan kondisi yang berbeda di tiap ruas jalan. Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan tercatat sebagai lokasi dengan genangan paling tinggi. Air menutup hampir seluruh badan jalan.
Sementara di Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Yos Sudarso, genangan relatif lebih rendah, namun tetap memperlambat arus kendaraan. Air yang menutupi jalur ini memaksa pengendara mengurangi kecepatan secara drastis.
Kondisi banjir yang berlangsung hingga malam menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Minimnya penerangan di beberapa titik menambah risiko bagi pengendara, khususnya pengendara roda dua yang harus ekstra hati-hati.
Baca Juga: Viral! Beras SPHP Oplosan di Kubu Raya, Bulog Kalbar Buka Suara
Arus Lalu Lintas Tersendat Dan Kemacetan Panjang
Genangan air memaksa kendaraan roda dua maupun roda empat berjalan perlahan. Banyak pengendara saling antre untuk menembus jalur yang dianggap aman. Kondisi ini memicu kemacetan panjang di beberapa persimpangan.
Beberapa pengendara memilih berhenti sementara untuk memeriksa kendaraan dan memastikan mesin tetap aman. Tidak sedikit yang harus menunggu antrean di ruas jalan sebelum melanjutkan perjalanan.
Situasi tersebut menimbulkan kepadatan luar biasa. Kondisi macet diperparah karena beberapa pengendara mengambil jalur alternatif sempit, sehingga arus lalu lintas di jalan utama menjadi semakin lambat.
Dampak Banjir Terhadap Aktivitas Warga
Selain mengganggu arus lalu lintas, banjir juga memengaruhi aktivitas malam warga. Beberapa warga yang hendak menghadiri kegiatan keagamaan, termasuk malam Nisfu Syaban, harus menunda perjalanan atau mencari jalur alternatif.
Pengendara roda dua lebih rentan mengalami mogok akibat air yang cukup dalam, sementara pengendara mobil harus menghadapi antrean panjang. Beberapa warga memilih menunda keluar rumah demi menghindari risiko.
Warga sekitar jalan yang terdampak menyampaikan kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak dan keluarga. Banyak orang menyesuaikan rencana malam hari karena jalan yang tergenang cukup menyulitkan akses ke fasilitas publik.
Imbauan Warga Dan Langkah Antisipasi
Hingga Senin malam, genangan air masih bertahan di sebagian besar jalan utama Samarinda. Kondisi ini diduga dipicu oleh kombinasi hujan deras dan pasang air sungai di wilayah sekitarnya.
Pemerintah daerah dan aparat terkait terus memantau situasi. Warga diminta untuk tetap waspada, mengutamakan keselamatan, dan mempertimbangkan jalur alternatif ketika melintas di wilayah yang terdampak banjir.
Upaya pembersihan drainase dan pemantauan rutin diharapkan mempercepat surutnya genangan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap menghindari area terdampak agar aktivitas ekonomi dan sosial dapat kembali berjalan normal.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari kutai.inews.id

