Kena OTT KPK, Ini Kasus yang Jerat Pejabat Pajak Banjarmasin

Bagikan

KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap seorang pejabat pajak di wilayah Banjarmasin setelah memperoleh informasi mengenai dugaan praktik suap.

Kena OTT KPK, Ini Kasus yang Jerat Pejabat Pajak Banjarmasin

Operasi ini berlangsung pada malam hari di beberapa lokasi berbeda, termasuk kantor pelayanan pajak serta kediaman pihak yang terlibat.

Tim penindakan bergerak cepat untuk mengamankan terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti berupa uang tunai serta dokumen transaksi.

Penangkapan ini menjadi perhatian publik karena berkaitan langsung dengan sektor perpajakan yang memiliki peran penting dalam penerimaan negara.

Dalam pelaksanaan operasi, KPK memastikan seluruh prosedur hukum dijalankan secara ketat. Pemeriksaan awal dilakukan di lokasi penangkapan sebelum para terduga dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Proses ini dilakukan secara tertutup demi menjaga integritas penyelidikan. Informasi awal yang dihimpun menunjukkan adanya dugaan kesepakatan antara pejabat pajak dengan pihak tertentu untuk mempermudah pengurusan kewajiban perpajakan dengan imbalan sejumlah uang.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

Dugaan Modus Praktik Korupsi

Kasus ini diduga melibatkan praktik pemberian uang untuk mempengaruhi keputusan terkait kewajiban pajak suatu perusahaan. Pejabat yang terjaring OTT disebut memanfaatkan kewenangan jabatan untuk mengatur besaran pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak tertentu.

Melalui perantara, uang diserahkan sebagai bentuk imbalan atas kemudahan proses administrasi serta pengurangan nilai kewajiban pajak.

Pola seperti ini telah menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena berpotensi merugikan keuangan negara. Dalam kasus Banjarmasin, KPK mendalami alur komunikasi antara pihak pemberi serta penerima guna mengungkap jaringan yang terlibat.

Penelusuran dilakukan terhadap riwayat transaksi keuangan, rekam jejak komunikasi digital, serta catatan administratif di lingkungan kantor pajak setempat. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat terungkap secara terang.

Proses Hukum Terhadap Terduga

Setelah penangkapan, KPK menetapkan status hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat berdasarkan alat bukti permulaan yang cukup.

Pemeriksaan intensif dilakukan untuk menggali keterangan terkait kronologi kejadian, peran masing-masing individu, serta mekanisme penyerahan uang. Seluruh pihak yang diduga terkait dipanggil secara bergiliran untuk memberikan keterangan di hadapan penyidik.

Proses penyidikan dilakukan secara profesional guna memastikan setiap fakta dapat diverifikasi dengan akurat. KPK juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain di lingkungan internal kantor pajak. Upaya ini bertujuan mencegah praktik serupa terus berlangsung.

Dalam tahap awal, penyidik memfokuskan perhatian pada pembuktian unsur suap serta penyalahgunaan kewenangan jabatan. Apabila bukti tambahan ditemukan, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka dapat bertambah.

Baca Juga: DPRD Kalsel Perluas Layanan Hukum ke Desa, Warga Kini Bisa Akses Keadilan

Peran KPK Dalam Pengawasan Pajak

Peran KPK Dalam Pengawasan Pajak

Kasus ini menegaskan peran KPK dalam menjaga integritas sistem perpajakan nasional. Pengawasan ketat terhadap aparatur pajak menjadi salah satu fokus utama lembaga antirasuah mengingat sektor ini berkaitan langsung dengan penerimaan negara.

Praktik korupsi di bidang perpajakan berpotensi merugikan anggaran publik dalam jumlah besar. Melalui operasi tangkap tangan, KPK berupaya menciptakan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran aparatur negara mengenai pentingnya integritas.

Penindakan tegas diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku penyimpangan. Selain tindakan represif, KPK juga mendorong perbaikan sistem pelayanan pajak agar lebih transparan, akuntabel, serta mudah diakses oleh masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalisir peluang terjadinya praktik suap.

Implikasi Terhadap Sistem Perpajakan

Terungkapnya kasus pejabat pajak Banjarmasin menjadi perhatian luas bagi masyarakat maupun dunia usaha. Kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan sangat bergantung pada transparansi serta profesionalitas aparatur negara.

Oleh sebab itu, pembenahan internal terus didorong melalui penguatan pengawasan, digitalisasi layanan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kasus ini juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pelayanan pajak di daerah. Pemerintah pusat bersama otoritas terkait melakukan peninjauan ulang terhadap mekanisme pengawasan internal guna memastikan tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem perpajakan yang lebih bersih, adil, serta berorientasi pada kepentingan publik.

Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari regional.kompas.com
  • Gambar Kedua dari genpi.co

Similar Posts

  • Tak Sanggup Lagi, Warga Long Pujungan Bertahan 3 Tahun Tanpa Sinyal

    Bagikan

    Di tengah kemajuan teknologi komunikasi yang pesat, masih ada sudut negeri yang terabaikan, terputus sepenuhnya dari dunia luar.

    Tak Sanggup Lagi, Warga Long Pujungan Bertahan 3 Tahun Tanpa Sinyal

    ​Inilah kisah pilu warga Desa Long Pujungan, Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau, yang telah hidup dalam keterasingan digital selama hampir tiga tahun.​ Meski infrastruktur penunjang telah berdiri kokoh, sinyal seluler tak kunjung menyapa. Kisah mereka adalah cerminan ironi pembangunan, di mana asa akan konektivitas pupus di hadapan realitas yang pahit.

    Jelajahi rangkuman berita menarik dan terpercaya lainnya yang memperluas wawasan Anda secara eksklusif di .

    Menara “Pajangan” Tanpa Fungsi

    Yansui Sukuy, salah seorang warga Long Pujungan, mengungkapkan kekecewaannya. Desa mereka memiliki menara Base Transceiver Station (BTS), genset baru, dan bahkan panel surya sebagai penunjang. Namun, semua fasilitas itu seolah tak lebih dari sekadar “pajangan” semata, karena sinyal operator tak kunjung aktif dan berfungsi.

    “Tower ada, genset baru ada, solarnya ada. Tapi sinyal tidak ada. Ini sudah hampir tiga tahun tidak memancarkan sinyal lagi,” ujar Yansui kepada detikKalimantan. Pernyataan ini menggambarkan betapa frustrasinya warga melihat infrastruktur ada, namun tidak memberikan manfaat yang semestinya.

    Ironisnya, teknisi sempat beberapa kali datang untuk perbaikan, namun sifatnya hanya sementara. “Begitu teknisi naik, sinyal ada. Dua tiga hari teknisi turun, sinyal hilang lagi,” tambahnya. Kondisi ini membuat warga merasa dipermainkan oleh janji-janji perbaikan yang tak pernah tuntas.

    Tekanan Ekonomi Dan Solusi Mahal

    Ketiadaan sinyal seluler memaksa warga Long Pujungan untuk mencari alternatif yang mahal. Mereka kini bergantung pada layanan internet satelit Starlink milik perorangan, dengan sistem berbayar per jam. “Semenjak Telkomsel tidak berfungsi, masyarakat lari ke Starlink. Itu berbayar, ada yang Rp 5 ribu per jam,” tutur Yansui.

    Kondisi ini menambah beban ekonomi bagi masyarakat yang harus mengeluarkan biaya ekstra hanya untuk berkomunikasi. Padahal, kebutuhan komunikasi sangat mendesak, terutama bagi orang tua yang ingin menghubungi anak-anak mereka yang bersekolah di luar daerah.

    Situasi diperparah dengan gangguan pasokan listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menjadi tumpuan utama desa, dilaporkan rusak sejak tujuh bulan terakhir. Ini membuat akses komunikasi semakin sulit, sebab perangkat Starlink pun membutuhkan listrik untuk beroperasi.

    Baca Juga: Buntut Insiden Emak-Emak Diterkam, Buaya 2 Meter di Tarakan Akhirnya Ditangkap

    Lumpuhnya Komunikasi Dan Listrik

    Lumpuhnya Komunikasi Dan Listrik

    Kerusakan PLTA, ditambah dengan rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan genset desa, telah melumpuhkan hampir seluruh sistem komunikasi di Long Pujungan. “PLTA rusak, PLTS rusak, genset rusak. Jadi lumpuhlah semua komunikasi kami,” keluh Yansui, menggambarkan situasi desa mereka yang terisolasi.

    Satu-satunya harapan bagi sebagian warga adalah mereka yang memiliki genset pribadi, yang digunakan untuk menghidupkan perangkat Starlink. Namun, ini tentu bukan solusi berkelanjutan dan hanya bisa diakses oleh segelintir orang yang mampu.

    Kombinasi antara tidak adanya sinyal seluler dan lumpuhnya pasokan listrik menciptakan kondisi yang sangat berat bagi warga. Mereka merasa terputus dari dunia luar, kesulitan dalam berinteraksi, dan menghadapi tantangan besar dalam kehidupan sehari-hari.

    Koordinasi Dan Harapan Palsu

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malinau, Francis, membenarkan adanya kendala jaringan di Long Pujungan. Ia menjelaskan bahwa menara adalah milik Pemerintah Daerah (Pemda), sementara perangkat aktif BTS dan jaringan adalah tanggung jawab operator seluler, dalam hal ini Telkomsel.

    Francis menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan operator. “Memang ada tower milik Pemda yang kerja sama dengan Telkomsel. Informasi yang kami terima, ada kerusakan pada BTS. Nah, BTS ini tanggung jawab Telkomsel,” jelasnya, menunjuk pada pembagian tanggung jawab.

    Meskipun kerusakan telah dimonitor dan jadwal perbaikan sedang disusun, warga diminta untuk bersabar. “Mereka (Telkomsel) sudah tahu dan sedang mengatur jadwal ke sana untuk perbaikan. Ada komunikasi dengan kita,” ungkap Francis. Namun, setelah tiga tahun menanti, kesabaran warga mulai menipis di tengah janji yang tak kunjung terealisasi.

    Jangan lewatkan update berita seputar Kalimantan Indonesia serta beragam informasi menarik yang dapat memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari detik.com
  • |

    Tragis! Pemuda Malinau Ditemukan Tewas Di Kos Tarakan, Mulut Berbusa

    Bagikan

    ​Kabar duka menyelimuti Kota Tarakan setelah seorang pemuda asal Malinau ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya.​

    Tragis! Pemuda Malinau Ditemukan Tewas Di Kos Tarakan, Mulut Berbusa

    Kejadian tragis ini terjadi di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Karang Balik, Tarakan Barat, dan menyisakan banyak pertanyaan di benak warga. Kondisi korban yang ditemukan dengan busa keluar dari mulut dan hidung menambah misteri di balik kepergiannya.

    Temukan berita dan informasi menarik serta terpercaya lainnya yang memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Penemuan Tragis Di Kamar Kos, Sakit Yang Tak Terduga

    Delcy Hary Setiawan (27), yang akrab disapa Odel, seorang karyawan toko di Tarakan, ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya pada Minggu, 1 Februari 2026. Penemuan ini pertama kali dilakukan oleh pemilik kos yang curiga setelah tidak melihat korban seharian.

    Kanit Pidum Satreskrim Polres Tarakan, Ipda Eko Susilo, mengonfirmasi kejadian tersebut. “Benar, jasad korban ditemukan sekitar pukul 10.30 Wita oleh pemilik kos,” jelas Eko, menambahkan detail awal penemuan yang mengejutkan itu.

    Sehari sebelum kematiannya, Sabtu, 31 Januari, sekitar pukul 21.45 Wita, Odel sempat bertemu pemilik kos, Suprianto, di warung. Saat itu, korban mengeluh sakit dan sesak napas, sebuah tanda awal yang mungkin menjadi petunjuk.

    Penolakan Berobat Dan Kondisi Memprihatinkan

    Suprianto, pemilik kos, sempat menyarankan Odel untuk segera berobat mengingat keluhan sakit yang disampaikan. Namun, pemuda asal Malinau Hulu itu menolak. Ia beralasan tidak memiliki BPJS Kesehatan dan memilih kembali ke kamar kosnya.

    Keputusan Odel untuk tidak berobat mungkin menjadi faktor krusial dalam tragedi ini. Esok harinya, saat Suprianto mengecek kamar, ia menemukan Odel sudah tak bernyawa. Hal ini menambah daftar kekhawatiran terkait akses kesehatan bagi masyarakat.

    Polisi pun segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah Odel ke RSUD. Visum luar atau Visum et Repertum oleh tim forensik dilakukan untuk mencari tahu penyebab pasti kematian dan memastikan tidak ada tanda kekerasan.

    Baca Juga: Motif Sakit Hati, Lansia di Balikpapan Tikam Penjaga Toko Hingga Tewas

    Hasil Visum, Malnutrisi Dan Tanda Kematian Alami

    Hasil Visum, Malnutrisi Dan Tanda Kematian Alami

    Berdasarkan hasil visum forensik dari rumah sakit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ini mengindikasikan bahwa kematian Odel kemungkinan besar bukan karena tindakan kriminal atau penganiayaan.

    Pemeriksaan medis lebih lanjut mengungkapkan kondisi fisik korban yang kurus, diduga kuat mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi. Temuan ini memberikan gambaran tentang kondisi kesehatan Odel sebelum meninggal dunia.

    Tanda-tanda kematian lainnya yang ditemukan adalah lebam mayat berwarna merah gelap di leher, punggung, dan pinggang. Kaku mayat yang sudah sukar dilawan juga menunjukkan bahwa kematian telah terjadi beberapa jam sebelum ditemukan.

    Penyelidikan Lanjutan Dan Koordinasi Keluarga

    Untuk menjaga keaslian TKP, Satreskrim Polres Tarakan bersama tim identifikasi telah memasang garis polisi. Langkah ini penting untuk sterilisasi dan pengamanan bukti-bukti yang mungkin relevan dengan kasus ini.

    Petugas juga telah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar TKP dan tempat kerja Odel. Informasi dari lingkungan sekitar korban sangat membantu dalam menyusun kronologi kejadian dan memahami kondisi terakhir korban.

    “Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RSUD. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak tempat kerja korban untuk tindak lanjut identifikasi dan menghubungi pihak keluarga,” pungkas Eko, menandakan proses identifikasi dan pemberitahuan keluarga sedang berjalan.

    Selalu pantau berita terbaru seputar Kalimantan Indonesia dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari detik.com
  • Buntut Insiden Emak-Emak Diterkam, Buaya 2 Meter di Tarakan Akhirnya Ditangkap

    Bagikan

    Usai insiden emak-emak diterkam buaya, Satpol PP Tarakan menangkap buaya sepanjang 2 meter, penangkapan dilakukan demi keselamatan warga.

    Emak-Emak Diterkam, Buaya 2 Meter di Tarakan

    Insiden mencekam yang menimpa seorang emak-emak di Tarakan akhirnya berbuntut panjang. Seekor buaya dengan panjang sekitar dua meter berhasil ditangkap oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tarakan setelah diduga terlibat dalam serangan terhadap warga di kawasan permukiman yang berdekatan dengan perairan.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Kronologi Insiden Emak-Emak Diterkam Buaya

    Insiden bermula ketika korban, seorang ibu rumah tangga, sedang beraktivitas di sekitar perairan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Tanpa diduga, seekor buaya muncul dan menyerang korban secara tiba-tiba, membuat warga sekitar panik dan berupaya memberikan pertolongan.

    Teriakan korban mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian beramai-ramai membantu. Dengan alat seadanya, warga berusaha menghalau buaya hingga akhirnya korban berhasil diselamatkan meski mengalami luka akibat serangan tersebut.

    Korban kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kejadian ini langsung dilaporkan kepada pihak berwenang, mengingat buaya tersebut dinilai membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.

    Kepanikan Warga dan Respons Cepat

    Pasca insiden, suasana di lingkungan sekitar lokasi kejadian berubah drastis. Warga merasa takut untuk beraktivitas di luar rumah, terutama di area yang berdekatan dengan sungai dan saluran air yang diduga menjadi habitat buaya.

    Pemerintah setempat bersama aparat keamanan segera melakukan langkah antisipasi. Patroli dilakukan untuk memantau pergerakan buaya dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan terhadap warga.

    Satpol PP Kota Tarakan pun berkoordinasi dengan instansi terkait untuk merancang langkah penangkapan. Respons cepat ini dilakukan agar situasi tidak semakin memburuk dan rasa aman masyarakat dapat segera dipulihkan.

    Baca Juga: Siswa Daerah Terpencil Kalteng Masih Kesulitan Dapat MBG, Wagub Angkat Bicara

    Proses Penangkapan Buaya 2 Meter

    Proses Penangkapan Buaya 2 Meter

    Setelah melakukan pemantauan selama beberapa waktu, Satpol PP akhirnya berhasil menangkap buaya yang diduga terlibat dalam insiden penyerangan. Proses penangkapan dilakukan dengan hati-hati mengingat ukuran dan keganasan hewan tersebut.

    Buaya sepanjang sekitar dua meter itu ditangkap menggunakan peralatan khusus. Petugas memastikan proses evakuasi berjalan aman tanpa melukai warga maupun petugas di lapangan.

    Penangkapan ini disambut lega oleh warga sekitar. Banyak yang menyaksikan langsung proses evakuasi buaya dan mengapresiasi upaya aparat yang dinilai sigap dan berani menghadapi risiko demi keselamatan masyarakat.

    Penanganan Buaya dan Langkah Lanjutan

    Setelah berhasil ditangkap, buaya tersebut diamankan untuk kemudian diserahkan kepada pihak berwenang yang memiliki kewenangan menangani satwa liar. Langkah ini dilakukan sesuai prosedur agar buaya tidak lagi membahayakan warga.

    Pemerintah daerah juga berencana melakukan evaluasi terhadap wilayah-wilayah rawan kemunculan buaya. Upaya ini termasuk pemasangan rambu peringatan serta peningkatan pengawasan di area perairan.

    Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas berisiko di sekitar habitat buaya. Edukasi kepada warga terus digencarkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

    Imbauan Untuk Warga Tarakan

    Pihak berwenang mengimbau warga Tarakan agar selalu waspada, terutama saat beraktivitas di dekat sungai, rawa, atau saluran air. Warga juga diminta segera melapor jika melihat kemunculan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

    Kerja sama antara masyarakat dan aparat dinilai sangat penting dalam menjaga keselamatan bersama. Dengan adanya laporan cepat dari warga, aparat dapat segera mengambil tindakan sebelum terjadi insiden yang membahayakan.

    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik antara manusia dan satwa liar masih menjadi tantangan di sejumlah daerah. Diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus memastikan keselamatan manusia tetap menjadi prioritas utama.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Pertama dari Kaltim Post
    2. Gambar Kedua dari detikcom
  • Pidana Kerja Sosial Diterapkan, Ditjenpas Kalteng Mau Tambah Bapas

    Bagikan

    Penerapan pidana kerja sosial sebagai alternatif hukuman pidana mulai menunjukkan arah baru dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia.

    Pidana Kerja Sosial Diterapkan, Ditjenpas Kalteng Mau Tambah Bapas

    Kebijakan ini sejalan dengan upaya reformasi hukum pidana yang menitikberatkan pada keadilan restoratif serta pengurangan kepadatan lembaga pemasyarakatan.

    Di Kalimantan Tengah, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui kantor wilayah setempat mulai mempersiapkan langkah-langkah konkret untuk mendukung pelaksanaan pidana kerja sosial secara optimal.

    Pidana kerja sosial ditujukan bagi pelaku tindak pidana ringan dengan ancaman hukuman tertentu, sehingga mereka tidak harus menjalani pidana penjara.

    Pendekatan ini dinilai lebih humanis sekaligus memberikan efek jera yang bersifat edukatif, tanpa harus memutus hubungan sosial pelaku dengan lingkungan sekitarnya.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Peran Balai Pemasyarakatan Dalam Pengawasan

    Balai Pemasyarakatan atau Bapas memegang peran penting dalam pelaksanaan pidana kerja sosial. Bapas bertanggung jawab melakukan pendampingan, pembimbingan, serta pengawasan terhadap warga binaan yang menjalani pidana di luar lembaga pemasyarakatan.

    Dalam konteks Kalimantan Tengah, beban kerja Bapas diperkirakan akan meningkat seiring mulai diterapkannya pidana kerja sosial secara bertahap.

    Ditjenpas Kalteng menyadari bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan kelembagaan Bapas.

    Pembimbing kemasyarakatan dituntut mampu melakukan asesmen yang tepat, menyusun rencana pembimbingan, serta memastikan pelaksanaan kerja sosial berjalan sesuai ketentuan hukum. Oleh karena itu, penguatan peran Bapas menjadi agenda penting dalam mendukung kebijakan pidana kerja sosial.

    Ditjenpas Kalteng Dorong Penambahan Bapas

    Untuk menjawab tantangan tersebut, Ditjenpas Kalimantan Tengah menyatakan komitmennya untuk menambah jumlah Balai Pemasyarakatan di wilayahnya.

    Penambahan Bapas dinilai perlu mengingat luasnya wilayah Kalimantan Tengah serta sebaran kasus pidana yang memerlukan pengawasan intensif. Dengan penambahan Bapas, diharapkan pelayanan pembimbingan kemasyarakatan dapat menjangkau lebih banyak daerah secara efektif.

    Selain jumlah, peningkatan kualitas layanan juga menjadi fokus utama. Ditjenpas Kalteng menilai bahwa keberadaan Bapas yang memadai akan mempercepat proses pendampingan dan meminimalkan kendala administratif.

    Penambahan Bapas juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pelaksanaan pidana kerja sosial.

    Baca Juga: Mahasiswi ULM yang Jasadnya Ditemukan di Selokan Diduga Dibunuh Oknum Polisi

    Tantangan Implementasi ke Depan

    Tantangan Implementasi ke Depan

    Meski memiliki banyak potensi positif, penerapan pidana kerja sosial di Kalimantan Tengah tetap menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan tersebut antara lain kesiapan infrastruktur, keterbatasan jumlah pembimbing kemasyarakatan, serta pemahaman masyarakat terhadap konsep pidana kerja sosial.

    Ditjenpas Kalteng menilai perlu adanya sosialisasi yang berkelanjutan agar masyarakat memahami bahwa pidana kerja sosial bukan bentuk keringanan hukuman, melainkan alternatif pemidanaan yang tetap mengedepankan akuntabilitas.

    Ke depan, Ditjenpas Kalteng berharap dukungan dari pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat realisasi penambahan Bapas serta penguatan sumber daya manusia.

    Dengan sinergi yang kuat, pidana kerja sosial diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam sistem pemasyarakatan, sekaligus menciptakan keadilan yang lebih berimbang antara penegakan hukum dan kepentingan sosial masyarakat.

    Dampak Pidana Kerja Sosial

    Penerapan pidana kerja sosial diyakini membawa dampak signifikan terhadap sistem pemasyarakatan. Salah satu dampak utama adalah pengurangan jumlah warga binaan di lembaga pemasyarakatan yang selama ini menghadapi persoalan kelebihan kapasitas. Dengan dialihkannya pelaku tindak pidana tertentu ke pidana kerja sosial, beban lapas dan rutan dapat ditekan secara bertahap.

    Selain itu, pidana kerja sosial juga memberi kesempatan bagi pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara langsung kepada masyarakat. Aktivitas kerja sosial yang dijalani diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran hukum serta rasa tanggung jawab sosial.

    Ditjenpas Kalteng menilai pendekatan ini lebih efektif dalam mencegah pengulangan tindak pidana dibandingkan hukuman penjara jangka pendek.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari regional.kompas.com
    • Gambar Kedua dari genpi.co
  • Pelaku Lempar Bom Molotov ke SMPN 3 Sungai Raya Kalbar Ditangkap

    Bagikan

    Kejadian mengejutkan terjadi di Kalimantan Barat ketika SMPN 3 Sungai Raya menjadi sasaran lemparan bom molotov.

    Pelaku Lempar Bom Molotov ke SMPN 3 Sungai Raya Kalbar Ditangkap

    Insiden ini menimbulkan kepanikan bagi siswa, guru, dan warga sekitar, namun pihak kepolisian bergerak cepat untuk mengamankan pelaku. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keamanan sekolah dan kewaspadaan terhadap potensi aksi kriminal di lingkungan pendidikan.

    Temukan berita dan informasi menarik serta terpercaya lainnya yang memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Kronologi Kejadian di SMPN 3 Sungai Raya

    Insiden bom molotov terjadi pada sore hari ketika aktivitas belajar mengajar telah usai. Pelaku yang belum diketahui identitas awalnya melemparkan bom molotov ke halaman sekolah, menyebabkan kobaran api kecil namun cukup menimbulkan kepanikan.

    Siswa dan guru segera menyelamatkan diri, sementara pihak keamanan sekolah memadamkan api sebelum meluas. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan minor pada fasilitas sekolah tetap terjadi.

    Pihak kepolisian setempat menerima laporan segera setelah kejadian. Petugas datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan bukti, dan mengidentifikasi pelaku melalui saksi dan rekaman CCTV.

    Penangkapan Pelaku dan Proses Hukum

    Polisi berhasil mengamankan pelaku dalam waktu singkat berkat koordinasi yang baik dengan masyarakat sekitar. Pelaku kini diamankan di kantor polisi untuk proses hukum lebih lanjut.

    Proses penyidikan dilakukan dengan cermat untuk mengetahui motif pelaku dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Petugas memeriksa latar belakang pelaku, riwayat kriminal, dan keterkaitan dengan kelompok tertentu jika ada.

    Selain itu, polisi memastikan keselamatan warga sekolah selama proses penyidikan. Keamanan diperketat dan akses ke sekolah sementara dikendalikan untuk mencegah kejadian serupa.

    Baca Juga: Samarinda Dikepung Banjir, Jalan Utama Lumpuh Dan Lalu Lintas Macet

    Dampak Pada Sekolah dan Lingkungan Pendidikan

    Pelaku Lempar Bom Molotov ke SMPN 3 Sungai Raya Kalbar Ditangkap

    Insiden bom molotov ini menimbulkan trauma bagi siswa dan guru. Banyak siswa yang merasa takut kembali ke sekolah, sementara pihak guru harus menenangkan murid dan menjelaskan langkah-langkah keselamatan.

    Fasilitas sekolah juga mengalami kerusakan ringan akibat percikan api. Hal ini memerlukan perbaikan segera agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal dan aman.

    Lingkungan sekitar sekolah pun menjadi waspada. Masyarakat setempat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan, dan keamanan sekolah diperketat dengan patroli rutin serta pemasangan kamera tambahan.

    Langkah Pencegahan dan Keamanan Sekolah

    Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keamanan di sekolah. Pihak sekolah didorong untuk menyiapkan prosedur darurat, jalur evakuasi, dan sistem komunikasi cepat dengan pihak berwajib.

    Selain itu, edukasi keselamatan bagi siswa dan guru menjadi prioritas. Pelatihan menghadapi situasi darurat, seperti kebakaran atau ancaman fisik, membantu mengurangi risiko cedera dan panik.

    Kerja sama antara sekolah, orang tua, dan aparat kepolisian juga menjadi kunci untuk mencegah insiden serupa. Lingkungan yang peduli dan aktif memantau potensi ancaman membuat sekolah menjadi tempat yang lebih aman bagi anak-anak.

    Kesimpulan

    Insiden bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya Kalbar menunjukkan betapa pentingnya keamanan di lingkungan pendidikan. Penangkapan pelaku oleh pihak kepolisian menjadi langkah tegas untuk menegakkan hukum dan mencegah kejadian serupa.

    Sekolah perlu meningkatkan sistem pengamanan, termasuk prosedur darurat dan edukasi keselamatan bagi siswa dan staf. Patroli rutin, pengawasan lingkungan, dan kerja sama masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan sekolah yang aman.

    Dengan langkah-langkah preventif dan penegakan hukum yang konsisten, diharapkan siswa dapat belajar dengan aman, fasilitas sekolah tetap terlindungi, dan lingkungan pendidikan menjadi lebih kondusif bagi perkembangan generasi muda.

    Selalu pantau berita terbaru seputar Kalimantan Indonesia dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari detik.com
  • Pontianak Punya Mobil Penyapu Jalan Dan Trotoar, Inovasi Bersih Kota Makin Nyata

    Bagikan

    Pontianak hadirkan mobil penyapu jalan dan trotoar, Inovasi ini dorong kebersihan kota lebih efektif dan ramah lingkungan.

    Pontianak Punya Mobil Penyapu Jalan Dan Trotoar, Inovasi Bersih Kota Makin Nyata 700

    Kebersihan kota Pontianak semakin nyata dengan hadirnya mobil penyapu jalan dan trotoar terbaru. Inovasi ini dirancang untuk mempercepat proses pembersihan, menjaga kenyamanan warga, dan meningkatkan estetika kota.

    Selain efisien, mobil ini juga ramah lingkungan, menandai langkah progresif Pemkot dalam menghadirkan kota yang bersih, rapi, dan nyaman untuk seluruh masyarakat. Simak perkembangan selengkapnya berikut ini di Kalimantan Indonesia.

    Pontianak Hadirkan Mobil Penyapu Jalan Dan Trotoar

    Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan dengan menghadirkan kendaraan khusus penyapu trotoar dan jalan. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot untuk menciptakan kota yang bersih, hijau, dan nyaman bagi warga.

    Kendaraan ini dirancang untuk mempermudah pembersihan area publik yang digunakan setiap hari, seperti trotoar, taman, dan ruang terbuka lainnya. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa mobil berukuran kecil ini dilengkapi mesin penggerak penyapu yang mampu menyapu, menyiram, dan menyedot debu secara bersamaan.

    Uji coba dilakukan di Taman Digulis Untan pada Sabtu (3/1/2026), dan menunjukkan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibanding metode manual.

    Efektivitas Mobil Penyapu Dalam Menjaga Kebersihan Kota

    Menurut Edi, kendaraan penyapu ini tidak hanya efektif untuk trotoar, tetapi juga dapat digunakan di jalan aspal. Saat ini, Pemkot telah memiliki dua unit dengan ukuran berbeda, dan berencana menambah jumlah armada agar cakupan kebersihan kota semakin luas. Dengan alat ini, pekerjaan pembersihan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran, menjaga kenyamanan warga yang menggunakan ruang publik.

    Selain itu, mobil penyapu membantu mengurangi debu yang beterbangan dan menjaga taman kota tetap bersih. Penataan ini menunjukkan bahwa kebersihan tidak hanya soal estetika, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

    Baca Juga: Pidana Kerja Sosial Diterapkan, Ditjenpas Kalteng Mau Tambah Bapas

    Sinergi Tim Dan Pemeliharaan Ruang Publik

    Sinergi Tim Dan Pemeliharaan Ruang Publik 700

    Pemkot Pontianak memiliki Pasukan Hijau Gerak Cepat di Dinas PUPR yang secara rutin menjaga kebersihan dan kelestarian ruang hijau. Tim ini berjumlah 20 orang dan berkoordinasi dengan petugas lapangan lain untuk memastikan taman dan trotoar tetap terawat.

    Pembersihan harian dilakukan untuk area publik utama, sedangkan pembersihan menyeluruh di taman kota dijadwalkan secara periodik. Edi menekankan bahwa keberadaan taman dan trotoar yang bersih menjadi pusat interaksi sosial bagi warga.

    Penataan ruang terbuka yang humanis dan ramah lingkungan menjadi prioritas agar Pontianak tidak hanya tertata secara fisik, tetapi juga menghadirkan kenyamanan dan keamanan bagi pejalan kaki.

    Komitmen Pemkot Untuk Kota Bersih Dan Humanis

    Pemerintah Kota Pontianak menyadari tantangan anggaran terbatas untuk menjaga kebersihan seluruh wilayah dan taman kota. Namun, Edi menegaskan komitmennya untuk terus mempercantik wajah kota, mulai dari infrastruktur, taman, hingga lampu penerangan jalan.

    Upaya ini akan diperluas ke wilayah timur dan utara Pontianak, termasuk ruang terbuka publik yang difungsikan sebagai destinasi rekreasi, olahraga, dan kegiatan ekonomi. Kota yang bersih dan tertata bukan sekadar soal estetika, tapi soal kemanusiaan, ujar Edi.

    Pemkot ingin memastikan Pontianak menjadi kota humanis, nyaman untuk pejalan kaki, ramah lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Inovasi mobil penyapu jalan dan trotoar menjadi salah satu langkah konkret mewujudkan visi tersebut.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari pontianakinfo.disway.id