Kubu Raya

  • Viral! Beras SPHP Oplosan di Kubu Raya, Bulog Kalbar Buka Suara

    Video beras SPHP oplosan di Kubu Raya viral, memicu kekhawatiran masyarakat, Bulog Kalbar segera beri penjelasan.

     Viral! Beras SPHP Oplosan di Kubu Raya, Bulog Kalbar Buka Suara

    Video dugaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oplosan atau palsu viral di media sosial. Beras yang dibeli di salah satu warung Kabupaten Kubu Raya terlihat kuning dan hitam, banyak pecah, dan cepat basi saat dimasak. Insiden ini menimbulkan keresahan di masyarakat.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Klarifikasi Bulog Kalbar Terkait Kualitas Beras

    ​Menanggapi dugaan beras oplosan tersebut, Kepala Kanwil Perum Bulog Kalbar, Rasiwan, menegaskan bahwa pihaknya selalu melakukan pengecekan kualitas sebelum beras disalurkan ke masyarakat.​ Proses ini merupakan bagian dari standar operasional yang ketat untuk menjamin kualitas produk.

    “Dalam mekanisme kami, sebelum komoditas keluar dari gudang, petugas melakukan pengecekan untuk memastikan kualitas beras yang akan disalurkan sudah sesuai standar,” kata Rasiwan, ditemui di Gudang Bulog, Sungai Raya, pada Minggu, 1 Februari 2026. Pernyataan ini bertujuan untuk meyakinkan publik bahwa Bulog memiliki prosedur kontrol kualitas yang terstruktur.

    Rasiwan menambahkan bahwa Bulog Kalbar belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait dugaan beras SPHP oplosan. Informasi ini baru diketahui melalui media sosial, yang kemudian langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi pihak pengunggah video untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut.

    Jaminan Penukaran Dan Peningkatan Pengawasan

    Rasiwan menyampaikan bahwa masyarakat Kalbar dapat menukarkan beras SPHP apabila menemukan kualitas yang tidak sesuai standar atau kurang baik. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan kepuasan konsumen dan menjaga kepercayaan publik terhadap produk Bulog.

    “Kami berharap masyarakat maupun jaringan Bulog segera melapor jika menemukan beras yang tidak sesuai. Kami memiliki tim pemantau SPHP, laporan bisa disampaikan melalui jaringan atau gudang Bulog. Pihak kami siap menukar atau mengganti beras tersebut,” ujarnya. Ini menunjukkan komitmen Bulog untuk bertanggung jawab penuh atas kualitas produknya.

    Meskipun beras yang beredar merupakan stok tahun 2024 jenis Vietnam yang telah melalui proses sortir dan pengemasan, Bulog tetap akan meningkatkan pengawasan. Rasiwan menjelaskan bahwa dalam proses kerja tidak bisa dijamin semuanya sempurna, sehingga pengawasan ketat menjadi sangat penting.

    Baca Juga: Terungkap! Alasan Penundaan Musorkab KONI Kubu Raya Bikin Publik Bertanya

    Mekanisme Pelaporan Dan Tanggung Jawab

     Mekanisme Pelaporan Dan Tanggung Jawab

    Apabila masyarakat menemukan beras SPHP berkualitas buruk, laporan dapat disampaikan melalui beberapa jalur. Masyarakat bisa melapor melalui jaringan Bulog terdekat, Rumah Pangan Kita (RPK), atau menghubungi kontak person yang tersedia. Fleksibilitas pelaporan ini diharapkan memudahkan masyarakat.

    Rasiwan memastikan bahwa beras yang dilaporkan tidak sesuai standar bisa langsung diganti tanpa proses yang berbelit-belit. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat. Prinsip layanan cepat tanggap menjadi prioritas.

    Terkait dugaan oplosan, Rasiwan menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan ranah aparat penegak hukum untuk menganalisisnya. Bulog berfokus pada memastikan komoditas yang dikirim benar-benar dikawal oleh timnya sesuai standar kualitas. Ini memisahkan tanggung jawab Bulog dari penyelidikan pidana.

    Komitmen Bulog Kalbar Dan Langkah Selanjutnya

    Rasiwan memastikan seluruh tim di gudang-gudang Bulog se-Kalbar tetap menjalankan pengawasan sesuai standar sebelum beras didistribusikan. Pengawasan yang konsisten dan ketat di setiap tahapan distribusi adalah kunci untuk mencegah masalah kualitas.

    Bulog Kalbar juga menginstruksikan seluruh jaringannya untuk terus memantau kualitas beras sebelum dijual kepada masyarakat. Ini mencakup pedagang, distributor, dan pengecer yang menjadi bagian dari rantai pasok SPHP. Kualitas harus terjaga hingga ke tangan konsumen akhir.

    “Tim kami memonitor seluruh jaringan agar beras yang dijual benar-benar memenuhi standar kualitas,” pungkas Rasiwan. Komitmen ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan menjamin ketersediaan beras SPHP yang berkualitas baik di seluruh wilayah Kalbar.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari detik.com
  • Terungkap! Alasan Penundaan Musorkab KONI Kubu Raya Bikin Publik Bertanya

    Penundaan Musorkab KONI Kubu Raya menimbulkan pertanyaan publik, dampak terhadap olahraga lokal, dan langkah penyelesaian yang dilakukan.

    Penundaan Musorkab KONI Kubu Raya Bikin Publik Bertanya

    Penundaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kubu Raya menarik perhatian publik dan dunia olahraga setempat. Acara yang seharusnya menjadi ajang pemilihan pengurus baru ini mendadak diundur, memicu spekulasi serta pertanyaan dari berbagai kalangan. Penundaan ini bukan sekadar administratif, tetapi mencerminkan kompleksitas organisasi olahraga di tingkat kabupaten.

    KONI sebagai organisasi penting dalam membina prestasi olahraga menghadapi tantangan dalam menyesuaikan mekanisme internal dengan regulasi yang berlaku. Penundaan Musorkab membuat beberapa klub dan cabang olahraga menunda agenda mereka, termasuk persiapan atlet untuk kejuaraan regional dan nasional.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Alasan Penundaan Musorkab KONI Kubu Raya

    Penundaan Musorkab disebabkan oleh beberapa faktor yang bersifat teknis maupun administratif. Salah satunya adalah kesiapan dokumen administratif yang belum lengkap sesuai ketentuan regulasi KONI pusat. Dokumen ini mencakup laporan pertanggungjawaban pengurus lama, data anggota, hingga kepatuhan terhadap regulasi organisasi.

    Selain itu, ada faktor koordinasi antar cabang olahraga yang memerlukan verifikasi data sebelum pemilihan pengurus baru dilakukan. Ketidaksiapan ini dikhawatirkan dapat memicu perselisihan atau sengketa internal jika Musorkab tetap dijalankan tanpa penyelesaian yang matang.

    Faktor ketiga adalah pertimbangan pandemi dan kondisi kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian. Penundaan dianggap lebih aman untuk memastikan peserta Musorkab dapat hadir dengan aman dan tanpa risiko kesehatan, sekaligus memastikan proses demokratis berjalan lancar.

    Dampak Penundaan Bagi Organisasi dan Atlet

    Penundaan Musorkab berdampak langsung pada jalannya organisasi olahraga di Kubu Raya. Beberapa keputusan strategis, seperti penganggaran program pembinaan dan persiapan atlet untuk kompetisi, harus ditunda hingga pengurus baru resmi terpilih.

    Dampak lainnya adalah pada motivasi atlet. Ketidakpastian kepengurusan dapat mempengaruhi program latihan, pembinaan, dan kesiapan mengikuti kejuaraan. Atlet maupun pelatih membutuhkan kepastian struktur organisasi agar rencana pengembangan bisa berjalan efektif.

    Selain itu, penundaan ini dapat memengaruhi citra KONI di mata publik dan pemerintah daerah. Jika tidak ditangani secara transparan, isu ini berpotensi memunculkan kritik dan pertanyaan tentang profesionalisme organisasi olahraga di tingkat kabupaten.

    Baca Juga: Pemuda Pontianak Tewas Gantung Diri, Polisi Selidiki Penyebabnya

    Upaya Penyelesaian dan Mediasi

    Upaya Penyelesaian dan Mediasi

    KONI Kubu Raya bekerja sama dengan KONI Provinsi Kalimantan Barat untuk menyelesaikan masalah administrasi dan teknis yang menyebabkan penundaan. Mediasi dilakukan untuk memastikan semua cabang olahraga dapat hadir dengan data dan dokumen lengkap pada Musorkab berikutnya.

    Selain itu, pihak pengurus lama diminta untuk mempercepat penyusunan laporan pertanggungjawaban dan melakukan verifikasi keanggotaan. Hal ini dilakukan agar proses Musorkab berlangsung sesuai aturan dan dapat menghasilkan pengurus baru yang sah.

    Penyelesaian ini juga melibatkan pihak independen, seperti pengawas KONI dan notaris, untuk menjaga transparansi serta menghindari sengketa internal. Langkah ini penting untuk mengembalikan kepercayaan semua pemangku kepentingan terhadap organisasi.

    Harapan Publik dan Masa Depan

    Masyarakat dan stakeholder olahraga berharap Musorkab dapat segera dijalankan dengan tertib dan transparan. Pemilihan pengurus baru yang sah dan kompeten dianggap penting untuk kelangsungan pembinaan olahraga di Kubu Raya.

    Pengurus baru diharapkan mampu merancang program pembinaan atlet yang lebih sistematis, memperkuat cabang olahraga lokal, dan meningkatkan prestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Transparansi dalam pengelolaan organisasi menjadi faktor utama agar dukungan publik tetap terjaga.

    Akhirnya, penundaan Musorkab bisa menjadi momentum bagi KONI Kubu Raya untuk memperbaiki prosedur internal, memperkuat koordinasi antar cabang olahraga, dan memastikan bahwa kepengurusan berikutnya mampu membawa organisasi menuju masa depan yang lebih profesional dan berprestasi.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Pertama dari detikcom
    2. Gambar Kedua dari Info Nasional
  • Karhutla Kubu Raya Diselidiki, Polisi Pasang Garis di Lokasi Kebakaran

    Polisi menyegel lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya dan memulai penyelidikan untuk mengungkap penyebab karhutla.

    Kubu Raya Diselidiki, Polisi Pasang Garis di Lokasi Kebakaran

    Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Aparat kepolisian bergerak cepat dengan melakukan penyegelan lokasi yang terdampak kebakaran sebagai langkah awal penegakan hukum. Tindakan ini menandai dimulainya proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti karhutla yang meresahkan masyarakat.

    Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak luas terhadap kesehatan, aktivitas ekonomi, dan keselamatan warga sekitar. Asap tebal yang ditimbulkan sering kali mengganggu jarak pandang dan kualitas udara, bahkan berpotensi menyebar ke wilayah lain.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Penyegelan Lokasi Karhutla Oleh Polisi

    Polisi melakukan penyegelan di sejumlah titik lokasi karhutla di wilayah Kubu Raya sebagai bagian dari proses hukum. Garis polisi dipasang untuk mengamankan area sekaligus mencegah aktivitas yang dapat menghilangkan barang bukti di lokasi kebakaran.

    Penyegelan ini bertujuan memastikan lokasi tetap steril selama proses penyelidikan berlangsung. Aparat kepolisian akan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti awal, termasuk sisa pembakaran, pola sebaran api, dan kondisi lahan.

    Langkah cepat ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menangani karhutla. Polisi ingin memastikan bahwa setiap indikasi pelanggaran hukum dapat ditelusuri secara menyeluruh dan transparan.

    Proses Penyelidikan Mulai Dilakukan

    Setelah penyegelan, polisi mulai melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab kebakaran. Aparat akan menelusuri apakah karhutla terjadi akibat faktor alam atau unsur kesengajaan manusia.

    Penyelidikan juga mencakup pemeriksaan terhadap pemilik atau pengelola lahan. Polisi akan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan sebelum kebakaran terjadi. Langkah ini penting untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana.

    Selain itu, kepolisian bekerja sama dengan instansi terkait seperti dinas kehutanan dan lingkungan hidup. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapan kasus karhutla di Kubu Raya.

    Baca Juga: Tak Sanggup Lagi, Warga Long Pujungan Bertahan 3 Tahun Tanpa Sinyal

    Dampak Karhutla Bagi Lingkungan dan Warga

    Dampak Karhutla Bagi Lingkungan dan Warga

    Karhutla di Kubu Raya memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan sekitar. Lahan yang terbakar mengalami kerusakan ekosistem, mulai dari hilangnya vegetasi hingga terganggunya habitat satwa liar.

    Dari sisi kesehatan, asap kebakaran berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit saluran napas. Warga sekitar mengeluhkan kualitas udara yang menurun drastis akibat karhutla.

    Aktivitas ekonomi dan transportasi juga terdampak. Asap tebal dapat mengganggu jarak pandang di jalan raya dan aktivitas penerbangan. Kondisi ini menambah kerugian yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan.

    Ancaman Sanksi Hukum Bagi Pelaku

    Polisi menegaskan bahwa pelaku karhutla dapat dikenakan sanksi hukum tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembakaran hutan dan lahan merupakan tindak pidana serius yang dapat berujung pada hukuman penjara dan denda besar.

    Penegakan hukum diharapkan memberikan efek jera bagi pelaku. Aparat ingin memastikan bahwa tidak ada pihak yang dengan sengaja membuka lahan dengan cara membakar demi kepentingan pribadi atau kelompok.

    Selain sanksi pidana, pelaku juga dapat dimintai pertanggungjawaban atas kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian alam dan mencegah karhutla berulang.

    Upaya Pencegahan Karhutla ke Depan

    Pencegahan karhutla menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Edukasi kepada warga tentang bahaya dan dampak karhutla perlu terus digencarkan.

    Pemerintah daerah didorong untuk meningkatkan pengawasan di wilayah rawan kebakaran, terutama saat musim kemarau. Deteksi dini dan patroli rutin dapat membantu mencegah kebakaran meluas.

    Polisi mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran. Dengan kerja sama semua pihak, risiko karhutla di Kubu Raya dapat ditekan secara signifikan.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Pertama dari detikcom
    2. Gambar Kedua dari tb news polres kubu raya
  • Kubu Raya di Ambang Bahaya, Bupati Ingatkan Ancaman 3 Bencana Sekaligus

    Bupati Kubu Raya mengingatkan potensi 3 bencana alam sekaligus banjir, longsor, dan angin kencang, warga diminta tetap waspada dan siaga.

    Kubu Raya di Ambang Bahaya, Bupati Ingatkan Bencana
    Bupati Kubu Raya mengeluarkan peringatan serius bagi seluruh warga terkait potensi tiga bencana alam yang bisa terjadi secara bersamaan. Banjir, longsor, dan angin kencang menjadi ancaman nyata bagi wilayah yang dikenal rawan bencana ini. Pemerintah daerah menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Profil Wilayah Kubu Raya dan Kerentanannya

    Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Kalimantan Barat dengan topografi beragam, mulai dari dataran rendah hingga perbukitan. Kondisi geografis ini membuat wilayahnya rawan terhadap berbagai bencana alam.

    Banjir menjadi ancaman utama di daerah dataran rendah, terutama di sepanjang sungai dan pemukiman padat penduduk. Sementara itu, longsor berpotensi terjadi di wilayah perbukitan yang mengalami hujan lebat, khususnya di kawasan perbukitan yang mengalami pergerakan tanah.

    Selain itu, angin kencang menjadi risiko tambahan, terutama di daerah pesisir dan dataran terbuka. Gabungan ketiga bencana ini membuat wilayah Kubu Raya sangat membutuhkan kewaspadaan ekstra dari pemerintah dan masyarakat.

    Potensi Banjir di Kubu Raya

    Banjir menjadi salah satu bencana paling sering terjadi di Kubu Raya, terutama saat musim hujan tiba. Intensitas hujan yang tinggi meningkatkan debit sungai dan menyebabkan meluapnya aliran air ke pemukiman penduduk.

    Selain faktor curah hujan, perubahan tata ruang dan alih fungsi lahan juga memperparah risiko banjir. Masyarakat diminta untuk menjaga saluran air tetap bersih dan menghindari pembuangan sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran sungai.

    Pemerintah daerah juga telah menyiapkan sistem peringatan dini dan posko siaga untuk mendeteksi peningkatan risiko banjir secara cepat. Hal ini memungkinkan evakuasi dini jika situasi memburuk.

    Baca Juga: Tarakan Geger! Emak-Emak Diserang Buaya Besar, Selamat Berkat Polisi

    Ancaman Longsor di Kawasan Perbukitan

    Ancaman Longsor di Kawasan Perbukitan

    Wilayah perbukitan di Kubu Raya juga memiliki risiko longsor tinggi, terutama di daerah yang gundul atau mengalami penggalian tanah berlebihan. Hujan deras dapat memicu pergeseran tanah secara tiba-tiba, membahayakan pemukiman dan infrastruktur di sekitarnya.

    Bupati menekankan pentingnya pemetaan kawasan rawan longsor dan larangan membangun di area berisiko tinggi. Sosialisasi kepada warga juga terus dilakukan untuk memastikan mereka memahami tanda-tanda awal pergerakan tanah.

    Langkah mitigasi lain yang diterapkan termasuk pengerukan saluran air di perbukitan dan pembangunan terasering untuk mengurangi laju aliran air, sehingga meminimalisir kemungkinan longsor terjadi.

    Angin Kencang dan Dampaknya

    Selain banjir dan longsor, angin kencang menjadi potensi bencana yang tidak kalah serius. Angin kencang dapat merusak atap rumah, pohon tumbang, hingga infrastruktur listrik.

    Wilayah pesisir dan dataran terbuka menjadi area paling rawan. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengamankan benda-benda yang mudah terbawa angin dan memperkuat struktur rumah agar tidak mudah rusak.

    Peringatan cuaca dikeluarkan secara berkala oleh BMKG, dan pemerintah daerah menyiapkan tim tanggap darurat untuk menanggapi laporan kerusakan akibat angin kencang. Hal ini dilakukan agar dampak dapat diminimalkan dan bantuan cepat sampai ke masyarakat yang terdampak.

    Imbauan Bupati dan Harapan Kesiapsiagaan

    Bupati Kubu Raya menegaskan agar seluruh warga tidak lengah meski bencana belum terjadi. Kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk menyiapkan rencana evakuasi, kotak P3K, dan informasi kontak darurat.

    Selain itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi dengan masyarakat, aparat desa, dan relawan bencana. Semua pihak diharapkan aktif dalam memonitor kondisi lingkungan dan melaporkan potensi bahaya sesegera mungkin.

    Dengan kesadaran kolektif dan kesiapsiagaan yang matang, diharapkan risiko bencana di Kubu Raya dapat diminimalisir. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat dari ancaman alam yang semakin tidak bisa diprediksi.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Pertama dari detikcom
    2. Gambar Kedua dari SuaraKalbar
  • Terungkap! Penampungan TKI Ilegal di Kubu Raya, 2 Orang Dijadikan Tersangka

    Penampungan TKI ilegal di Kubu Raya digerebek aparat, dua orang ditetapkan tersangka, polisi pastikan kasus terus diselidiki.

    Terungkap! Penampungan TKI Ilegal di Kubu Raya, 2 Orang Dijadikan Tersangka 700

    Penampungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Kubu Raya berhasil digerebek aparat keamanan. Dua orang langsung ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan keterlibatan dalam praktik ilegal tersebut.

    Polisi menegaskan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan jaringan dan modus operandi penampungan ini terbongkar sepenuhnya. Sekaligus melindungi para TKI dari eksploitasi, Simak ulasannya di Kalimantan Indonesia.

    Penampungan TKI Ilegal Di Kubu Raya

    Satreskrim Polres Kubu Raya berhasil menggagalkan praktik penampungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang hendak diselundupkan ke Malaysia. Dalam operasi tersebut, dua orang, yakni sopir travel berinisial KN (41) dan penjaga rumah penampungan IS (31).

    Ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang dan pelanggaran perlindungan pekerja migran. Para calon TKI ilegal yang ditemukan dalam penampungan segera dievakuasi oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Barat.

    Untuk mendapatkan perlindungan dan proses pemulangan ke daerah asal. Pengungkapan kasus ini menjadi sorotan publik karena menegaskan keseriusan aparat penegak hukum dalam memberantas praktik perdagangan orang di wilayah Kubu Raya dan Kalimantan Barat secara umum.

    Dua Tersangka Yang Ditangkap

    Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Iptu Nunut Rivaldo Simanjuntak, melalui Kasubsi Penmas, Aiptu Ade, mengungkapkan, kedua tersangka memiliki peran berbeda dalam jaringan penampungan ini. KN (41), seorang sopir travel, bertugas mengatur transportasi calon TKI, sementara IS (31), penjaga rumah penampungan, bertanggung jawab mengawasi dan menampung para pekerja ilegal.

    Keduanya telah kami tetapkan sebagai tersangka, ungkap Ade pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kedua tersangka dijerat dengan sejumlah pasal, termasuk Pasal 81 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, serta Pasal 455 dan 457 KUHP, yang mengatur tindak pidana perdagangan manusia, dikaitkan dengan UU No. 1 Tahun 2023.

    Baca Juga: Samarinda Ungkap Strategi Basmi Truk ODOL Dan Atasi Antrean Biosolar

    Evakuasi Calon TKI Dan Proses Perlindungan

    Evakuasi Calon TKI Dan Proses Perlindungan 700

    Para calon TKI ilegal yang ditemukan di rumah penampungan segera diamankan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Barat. Sebanyak 19 calon TKI ilegal beserta satu orang yang baru kembali dari Malaysia langsung dibawa ke BP3MI untuk mendapatkan perlindungan dan proses pemulangan ke daerah asal mereka.

    Ade menegaskan, langkah ini merupakan bentuk perlindungan negara terhadap pekerja migran yang rentan dieksploitasi. Para korban kini telah dievakuasi ke BP3MI Kalimantan Barat untuk mendapatkan perlindungan dan proses pemulangan ke daerah asal, jelasnya.

    Langkah cepat ini penting agar para calon TKI tidak jatuh korban jaringan penipuan dan perdagangan manusia.

    Modus Operandi Dan Upaya Penegakan Hukum

    Pengungkapan ini bermula dari operasi Tim Macan Raya Satreskrim Polres Kubu Raya yang berhasil menggagalkan pengiriman 19 calon TKI ilegal ke Malaysia. Rumah di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, menjadi pusat penampungan sementara para TKI ilegal.

    Di lokasi, petugas menemukan total 20 orang, termasuk belasan calon TKI, satu orang baru kembali dari Malaysia, dan dua tersangka. Penyelidikan menunjukkan para calon TKI rencananya akan diberangkatkan melalui jalur perbatasan darat di Entikong, Kabupaten Sanggau, tanpa dokumen resmi.

    Polisi menegaskan tindakan ini melanggar hukum dan membahayakan keselamatan para pekerja migran. Pengungkapan kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak terlibat praktik ilegal dan meningkatkan kesadaran akan risiko perdagangan orang.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari detik.com