Lingkungan & Bencana

  • Banjir Rob Rendam Tarakan Barat, Warga Keluhkan Jalan Dan Motor Rusak

    Banjir rob atau air pasang kembali melanda beberapa wilayah Tarakan Barat, Kalimantan Utara, menciptakan keresahan dan kerugian bagi masyarakat setempat.

    Banjir Rob Rendam Tarakan Barat, Warga Keluhkan Jalan Dan Motor Rusak

    Fenomena ini, yang terjadi pada Selasa (3/2/2026) malam, tidak hanya mengganggu aktivitas warga tetapi juga merusak kendaraan dan infrastruktur jalan.

    Berikut ini, Kalimantan Indonesia akan mengindikasikan adanya masalah yang lebih dalam yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

    Tarakan Barat Dihantam Banjir Rob Parah

    Genangan air pasang laut kembali menyelimuti wilayah Tarakan Barat, Kalimantan Utara, pada Selasa malam. Ketinggian air yang merendam badan jalan utama secara signifikan menghambat aktivitas sehari-hari warga. Bahkan, banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang mengalami kerusakan serius akibat nekat menerobos genangan air asin tersebut.

    Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karang Rejo, menjadi salah satu titik terparah yang terdampak. Di pertigaan menuju Jembatan Bongkok, atau yang dikenal sebagai kawasan Mangrove, ketinggian air mencapai betis hingga lutut orang dewasa. Wilayah RT 21, RT 32, dan RT 35, khususnya, merasakan dampak paling parah dari fenomena ini.

    Berbeda dengan beberapa area lain, seperti Kelurahan Selumit Pantai, banjir rob tidak sampai menggenangi jalan. Namun, air pasang membawa serta tumpukan sampah yang kini menggenang di permukaan air. Meskipun tidak separah di Karang Rejo, kondisi ini tetap menimbulkan masalah kebersihan dan potensi gangguan lingkungan.

    Keresahan Warga Dan Kerusakan Yang Berulang

    Tajuddin, seorang warga RT 21 Kelurahan Karang Rejo, mengungkapkan keresahannya atas banjir rob yang terus berulang setiap tahun. Menurutnya, kondisi ini bukannya membaik, melainkan justru semakin parah. Ia merasa bahwa ketinggian air terus bertambah dari tahun ke tahun, membuat mereka semakin sulit menjalani aktivitas sehari-hari.

    Dampak banjir rob ini sangat merugikan warga. Selain air yang kerap masuk ke dalam rumah, banyak kendaraan warga yang mengalami kerusakan parah. Motor-motor sering mogok bahkan berkarat akibat nekat menerobos genangan air asin yang cukup dalam. Hal ini juga membahayakan keselamatan pengendara yang terpaksa melintas.

    Selain itu, aktivitas anak sekolah juga sangat terhambat. Jika air pasang terjadi di pagi hari, anak-anak terpaksa melepas sepatu dan berjalan kaki menembus banjir. Kerusakan infrastruktur jalan pun semakin parah, dengan aspal yang sudah terbongkar dan rusak di banyak titik, menambah daftar panjang masalah yang ditimbulkan banjir rob.

    Baca Juga: Pelaku Lempar Bom Molotov ke SMPN 3 Sungai Raya Kalbar Ditangkap

    Permintaan Warga Dan Harapan Kepada Pemerintah

    Permintaan Warga Dan Harapan kepada Pemerintah

    Tajuddin berharap Pemerintah Kota Tarakan, khususnya Wali Kota, segera turun tangan mengatasi permasalahan banjir rob ini. Ia mengusulkan agar jalan sepanjang kurang lebih 500 meter tersebut segera ditinggikan atau diuruk. Perbaikan drainase juga menjadi solusi krusial untuk mencegah genangan air.

    Menurutnya, solusi konkret yang dibutuhkan adalah mempondasi sisi jalan, mengangkat drainase, dan menguruk jalan setidaknya setengah meter. Meskipun warga telah menyampaikan aspirasi ini melalui media sosial kepada pemerintah, hingga saat ini belum ada realisasi dari usulan tersebut, yang menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat.

    Naskar, Ketua RT 21 Kelurahan Karang Rejo, membenarkan bahwa banjir rob di wilayahnya kini semakin tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini sangat bergantung pada tabel pasang surut air laut. Kondisi “air 35” (kode ketinggian air pasang) yang dulunya tidak terlalu parah, kini justru sering mengakibatkan genangan dalam.

    Fenomena Alam Yang Semakin Mengkhawatirkan

    Naskar menambahkan, meski banjir kali ini diperkirakan sudah mulai surut dibanding hari sebelumnya, fenomena pasang surut ini semakin mengkhawatirkan. Ia mengakui bahwa jika pasang air laut sedang tinggi, misalnya mencapai “air 36”, genangan bisa jauh lebih dalam lagi. Ini menunjukkan bahwa ada perubahan pola pasang surut yang signifikan.

    Ia mengenang, “Kalau dulu air 35 zaman dulu enggak acap (sering tenggelam), sekarang acap.” Ini menjadi indikasi kuat bahwa kondisi pasang air laut memang meningkat seiring waktu. Bahkan, di depan kawasan Mangrove, genangan air sudah seperti sungai, menandakan tingkat keparahan yang luar biasa.

    Perubahan ini bukan hanya sekadar gangguan sesaat, melainkan ancaman serius bagi keberlangsungan hidup warga dan infrastruktur di Tarakan Barat. Diperlukan tindakan cepat dan komprehensif dari pemerintah untuk mitigasi dan adaptasi terhadap fenomena banjir rob yang kian parah ini.

    Selalu ikuti berita terbaru mengenai Kalimantan Indonesia serta ragam informasi menarik yang memperluas wawasan.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar pertama dari detik.com
    • Gambar Utama dari detik.com
  • Samarinda Dikepung Banjir, Jalan Utama Lumpuh Dan Lalu Lintas Macet

    Banjir mengepung Samarinda dan merendam jalan utama, Lalu lintas lumpuh, kemacetan panjang terjadi, aktivitas warga pun terganggu.

    Samarinda Dikepung Banjir, Jalan Utama Lumpuh Dan Lalu Lintas Macet 700

    Hujan deras yang mengguyur Samarinda kembali memicu banjir di sejumlah titik strategis kota Kalimantan Indonesia. Air menggenangi jalan-jalan utama hingga menyebabkan lalu lintas lumpuh dan kemacetan panjang, membuat aktivitas warga terganggu sejak pagi hari.

    Banjir Rendam Sejumlah Ruas Jalan Strategis Samarinda

    Hujan deras pada Senin malam (2/2/2026) menyebabkan banjir melanda sejumlah ruas jalan utama di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Genangan air yang muncul membuat mobilitas warga dan arus transportasi terganggu.

    Beberapa jalan vital yang terdampak antara lain Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan, Jalan Abdul Muthalib, hingga Jalan Yos Sudarso. Jalan-jalan ini merupakan jalur utama yang menghubungkan berbagai titik strategis kota.

    Ketinggian air bervariasi di tiap lokasi. Beberapa titik hanya tertutup sebagian, namun ada ruas yang terendam cukup dalam, membuat kendaraan harus berhati-hati agar tidak mogok atau tercegat.

    Tingkat Genangan Dan Titik Terparah

    Pantauan di lapangan sekitar pukul 21.00 WITA menunjukkan kondisi yang berbeda di tiap ruas jalan. Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan tercatat sebagai lokasi dengan genangan paling tinggi. Air menutup hampir seluruh badan jalan.

    Sementara di Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Yos Sudarso, genangan relatif lebih rendah, namun tetap memperlambat arus kendaraan. Air yang menutupi jalur ini memaksa pengendara mengurangi kecepatan secara drastis.

    Kondisi banjir yang berlangsung hingga malam menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Minimnya penerangan di beberapa titik menambah risiko bagi pengendara, khususnya pengendara roda dua yang harus ekstra hati-hati.

    Baca Juga: Viral! Beras SPHP Oplosan di Kubu Raya, Bulog Kalbar Buka Suara

    Arus Lalu Lintas Tersendat Dan Kemacetan Panjang

    Arus Lalu Lintas Tersendat Dan Kemacetan Panjang 700

    Genangan air memaksa kendaraan roda dua maupun roda empat berjalan perlahan. Banyak pengendara saling antre untuk menembus jalur yang dianggap aman. Kondisi ini memicu kemacetan panjang di beberapa persimpangan.

    Beberapa pengendara memilih berhenti sementara untuk memeriksa kendaraan dan memastikan mesin tetap aman. Tidak sedikit yang harus menunggu antrean di ruas jalan sebelum melanjutkan perjalanan.

    Situasi tersebut menimbulkan kepadatan luar biasa. Kondisi macet diperparah karena beberapa pengendara mengambil jalur alternatif sempit, sehingga arus lalu lintas di jalan utama menjadi semakin lambat.

    Dampak Banjir Terhadap Aktivitas Warga

    Selain mengganggu arus lalu lintas, banjir juga memengaruhi aktivitas malam warga. Beberapa warga yang hendak menghadiri kegiatan keagamaan, termasuk malam Nisfu Syaban, harus menunda perjalanan atau mencari jalur alternatif.

    Pengendara roda dua lebih rentan mengalami mogok akibat air yang cukup dalam, sementara pengendara mobil harus menghadapi antrean panjang. Beberapa warga memilih menunda keluar rumah demi menghindari risiko.

    Warga sekitar jalan yang terdampak menyampaikan kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak dan keluarga. Banyak orang menyesuaikan rencana malam hari karena jalan yang tergenang cukup menyulitkan akses ke fasilitas publik.

    Imbauan Warga Dan Langkah Antisipasi

    Hingga Senin malam, genangan air masih bertahan di sebagian besar jalan utama Samarinda. Kondisi ini diduga dipicu oleh kombinasi hujan deras dan pasang air sungai di wilayah sekitarnya.

    Pemerintah daerah dan aparat terkait terus memantau situasi. Warga diminta untuk tetap waspada, mengutamakan keselamatan, dan mempertimbangkan jalur alternatif ketika melintas di wilayah yang terdampak banjir.

    Upaya pembersihan drainase dan pemantauan rutin diharapkan mempercepat surutnya genangan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap menghindari area terdampak agar aktivitas ekonomi dan sosial dapat kembali berjalan normal.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari regional.kompas.com
    • Gambar Kedua dari kutai.inews.id
  • Kebakaran Melanda Pasar Kasongan Katingan, Penyebab Diduga Korsleting

    Kebakaran hebat melanda Pasar Kasongan Katingan, Diduga korsleting listrik jadi penyebab, pedagang dan warga panik menghadapi kerugian.

    Kebakaran Melanda Pasar Kasongan Katingan, Penyebab Diduga Korsleting 700

    Pasar Kasongan di Katingan dilanda kebakaran hebat yang diduga akibat korsleting listrik. Api cepat membesar dan merusak sejumlah kios, membuat pedagang dan warga panik.

    Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk memadamkan api dan mengevakuasi warga. Kejadian Kalimantan Indonesia ini menimbulkan kerugian materiil yang signifikan, sekaligus menjadi peringatan penting tentang keselamatan listrik dan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di area pasar.

    Kebakaran Hebat Melanda Pasar Kasongan Katingan

    Kebakaran hebat melanda kompleks Pasar Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Peristiwa ini menghanguskan 15 rumah dan ruko, menyebabkan kerugian materiil yang signifikan bagi warga setempat.

    Kepala Pelaksana BPBD Katingan, Markus, menjelaskan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik atau arus pendek. Pemadaman berlangsung selama tujuh jam, hingga Senin dini hari, dengan penggunaan 5.000 liter air melalui water supply.

    Meski kerusakan parah terjadi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Polsek Katingan Hilir kini tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus memastikan keselamatan warga.

    Titik Awal Dan Penyebaran Api

    Menurut Lurah Kasongan Lama, Zainal Fahrudin, api pertama kali muncul di Jalan Bungai RT.007 RW.004, Kelurahan Kasongan Lama, diduga dari salah satu warung di kompleks pasar. Angin kencang mempercepat penyebaran api ke rumah dan ruko di sekitarnya.

    Kondisi padat penduduk dan banyaknya sampah di area tersebut juga memperparah meluasnya kebakaran. Api cepat merambat sehingga sulit dikendalikan oleh warga sebelum tim pemadam kebakaran tiba.

    Situasi ini menunjukkan bagaimana faktor lingkungan dan cuaca dapat mempercepat kerusakan saat terjadi kebakaran di wilayah padat penduduk, menuntut kesiapsiagaan dan mitigasi bencana yang baik.

    Baca Juga: Terbongkar! Lahan di Pontianak Diduga Sengaja Dibakar, BPBD Temukan Barang Bukti

    Dampak Terhadap Warga Dan Sekolah

    Dampak Terhadap Warga Dan Sekolah 700

    Kebakaran ini berdampak pada 374 jiwa, termasuk warga dan siswa sekolah yang berada di dekat lokasi. Dari jumlah tersebut, 73 orang dari 22 kepala keluarga langsung terdampak akibat kehilangan rumah dan tempat usaha.

    Selain itu, terdapat dua gedung sekolah yang terdampak, yakni MIN Al Badar dan MTS Al Badar Kasongan, yang mengganggu kegiatan belajar 301 siswa. MIN Al Badar menanggung 209 siswa, sementara MTS menampung 92 siswa.

    Penanganan awal dilakukan dengan memindahkan siswa ke sekolah lain, termasuk MIN 2 Al Badar dan Madrasah Aliyah Al Badar. Warga terdampak mengungsi ke rumah keluarga atau tenda darurat yang disiapkan BPBD, sementara kelurahan mendirikan posko induk untuk koordinasi bantuan.

    Upaya Pemulihan Dan Bantuan Darurat

    Kondisi api kini berhasil dipadamkan, dan situasi di lokasi telah terkendali. Aparatur kelurahan bersama BPBD masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan yang layak.

    Bantuan awal berupa tenda darurat, air bersih, dan kebutuhan pokok telah diberikan kepada warga. Pemerintah setempat juga memastikan proses belajar mengajar siswa tetap berlangsung dengan memanfaatkan ruang alternatif sementara.

    Peristiwa ini menjadi peringatan penting akan risiko kebakaran di kawasan padat penduduk. Pemerintah daerah dan warga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik dan kesiapsiagaan menghadapi bencana serupa di masa depan.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari regional.kompas.com
  • |

    Tarakan Geger! Emak-Emak Diserang Buaya Besar, Selamat Berkat Polisi

    Kisah nyata tentang keberanian dan kesigapan baru saja terjadi di Kota Tarakan, menyelamatkan nyawa warga secara heroik.

    Tarakan Geger! Emak-Emak Diserang Buaya Besar, Selamat Berkat Polisi

    Seorang ibu paruh baya harus berhadapan dengan teror buaya ganas berukuran tiga meter saat sedang mencari pakan ternak.​ Peristiwa menegangkan ini bukan hanya menguji keberanian korban, tetapi juga memicu reaksi cepat dari aparat kepolisian yang kebetulan berada di lokasi.

    Berikut ini, Kalimantan Indonesia akan menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai di sekitar perairan liar dan sekaligus menjadi bukti nyata bagaimana kehadiran aparat keamanan dapat menjadi penyelamat di saat-saat paling genting.

    Tragedi Tak Terduga Di Waduk Persemaian, Saat Rutinitas Berubah Horor

    Pada Senin sore, 19 Januari 2026, sekitar pukul 15.15 Wita, seorang ibu paruh baya sedang melakukan aktivitas rutinnya di pinggir Waduk Persemaian, Tarakan Barat. Ia tengah asyik mencari rumput untuk pakan ternak, tanpa menyadari bahaya besar yang mengintai di dalam air. Suasana tenang waduk tiba-tiba berubah mencekam.

    Secara tak terduga, seekor buaya berukuran sekitar tiga meter dengan lebar badan 40 sentimeter muncul dari dalam air dan langsung menerkamnya. Korban seketika berteriak histeris, berjuang melepaskan diri dari cengkeraman predator ganas tersebut. Gigitan buaya itu mengenai kakinya, menyebabkan luka serius.

    Peristiwa ini menjadi pengingat betapa cepatnya bahaya dapat datang, terutama di lingkungan yang masih alami seperti waduk. Penting bagi warga untuk selalu waspada dan tidak lengah saat beraktivitas di area yang diketahui menjadi habitat hewan liar. Keamanan diri harus selalu menjadi prioritas utama.

    Intervensi Heroik, Kesigapan Polisi Menyelamatkan Nyawa

    Di tengah kepanikan, teriakan histeris korban terdengar oleh personel Bagian SDM (Bag SDM) Polres Tarakan yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi. Mereka sedang melaksanakan kegiatan pembinaan fisik (binsik) bagi calon siswa (casis) Polri. Tanpa ragu, para personel langsung bergegas menuju sumber suara.

    Dengan kecepatan dan keberanian luar biasa, anggota polisi segera berupaya melepaskan gigitan buaya dari kaki korban. Proses penyelamatan ini berlangsung dramatis, membutuhkan kekuatan dan fokus untuk mengatasi perlawanan buaya yang besar dan agresif. Kehadiran mereka di waktu yang tepat adalah anugerah.

    Keberhasilan penyelamatan ini menunjukkan kesigapan dan profesionalisme personel Polres Tarakan. Mereka tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga menunjukkan jiwa penolong yang tinggi dalam situasi darurat. Aksi heroik ini layak mendapat apresiasi dan menjadi contoh bagi kita semua.

    Baca Juga: Kopilot ATR 42-500? Smartwatch Masih Aktif Dan Memunculkan Pergerakan

    Penanganan Cepat Dan Imbauan Kewaspadaan

    Penanganan Cepat Dan Imbauan Kewaspadaan

    Setelah berhasil melepaskan diri dari cengkeraman buaya, korban langsung dievakuasi oleh personel Bag SDM Polres Tarakan. Tanpa menunda, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) menggunakan kendaraan dinas polisi untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

    Akibat gigitan buaya, korban mengalami patah tulang pada bagian betis kaki kanan. Saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, semoga lekas pulih. Insiden ini menegaskan betapa berbahayanya serangan predator seperti buaya.

    Menyikapi kejadian ini, Kapolres Tarakan melalui Kasi Humas Iptu Rusli mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar waduk atau perairan yang berpotensi menjadi habitat buaya, guna menghindari terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

    Pelajaran Penting Dari Waduk Persemaian, Keselamatan Adalah Prioritas

    Peristiwa di Waduk Persemaian ini menyajikan pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan dan tindakan cepat dalam menghadapi situasi darurat. Keberanian personel kepolisian adalah faktor kunci yang membedakan antara hidup dan mati bagi korban. Ini adalah cerminan dari komitmen mereka untuk melindungi masyarakat.

    Lebih dari itu, insiden ini menggarisbawahi kebutuhan akan edukasi berkelanjutan mengenai interaksi manusia dengan satwa liar, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan habitat mereka. Papan peringatan dan sosialisasi bahaya perlu ditingkatkan untuk melindungi warga.

    Masyarakat Tarakan, khususnya yang tinggal dekat perairan, diimbau untuk selalu waspada. Jangan mengambil risiko yang tidak perlu di area yang diketahui dihuni buaya. Keselamatan diri dan keluarga harus selalu menjadi prioritas utama demi menghindari kejadian serupa di masa depan.

    Pantau terus update berita seputar Kalimantan Indonesia dan informasi menarik lainnya untuk memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari rri.co.id
  • |

    Kopilot ATR 42-500? Smartwatch Masih Aktif Dan Memunculkan Pergerakan

    Smartwatch kopilot pesawat ATR 42-500 masih aktif dan mendeteksi pergerakan, menimbulkan tanda tanya terkait aktivitas terbaru di pesawat.

    Kopilot ATR 42-500? Smartwatch Masih Aktif Dan Memunculkan Pergerakan 700

    Sebuah fakta mengejutkan muncul terkait pesawat ATR 42-500, ketika smartwatch milik kopilot dilaporkan masih aktif dan menunjukkan adanya pergerakan. Kejadian Kalimantan Indonesia ini memicu rasa penasaran publik dan pihak berwenang, karena pergerakan tersebut memberikan indikasi aktivitas yang belum sepenuhnya jelas.

    Para ahli dan tim investigasi kini tengah menelusuri data dari perangkat tersebut untuk memastikan apakah aktivitas itu menandakan kondisi darurat, pergerakan kru, atau hal lain yang terkait dengan operasional pesawat. Keaktifan smartwatch ini pun menjadi petunjuk penting dalam upaya memahami kronologi kejadian terbaru di ATR 42-500.

    Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Masih Aktif, Keluarga Pantau Pergerakan

    Keluarga kopilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, tengah memantau perkembangan terbaru dari smartwatch milik Farhan Gunawan. Perangkat tersebut terdeteksi masih aktif dan menunjukkan adanya indikasi pergerakan, yang diduga berupa langkah kaki dari sang kopilot.

    Informasi ini disampaikan oleh Pitri Keandedes Hasibuan (30), perwakilan keluarga, yang memperoleh kabar dari adiknya, Dian Mulyana Hasibuan, pacar Farhan. Ponsel pintar Farhan telah ditemukan oleh tim SAR dan diserahkan kepada pihak keluarga pada Sabtu (17/1/2026).

    Smartwatch yang terhubung dengan ponsel tersebut menjadi salah satu acuan penting untuk upaya pelacakan korban.

    Informasi Smartwatch Dan Harapan Keluarga

    Pitri menjelaskan, smartwatch Farhan masih aktif dan dapat terdeteksi melalui ponselnya. Aktivitas yang tercatat di perangkat tersebut diharapkan bisa menjadi petunjuk bagi tim SAR dalam menentukan lokasi korban.

    Kalau bisa ada yang melacak smartwatch-nya itu dia pakai yang Galaxy, supaya ada pertolongan yang cari dia, ujar Pitri. Ia menambahkan bahwa pergerakan yang muncul dari smartwatch tersebut kemungkinan masih bisa dilacak secara akurat dari lokasi perangkat berada.

    Keluarga menaruh harapan besar pada data yang diperoleh dari smartwatch ini untuk mempercepat proses pencarian Farhan. Perangkat digital ini dianggap sebagai alat tambahan yang memungkinkan koordinasi lebih cepat antara tim SAR dan keluarga.

    Baca Juga: Penertiban Kayu Ilegal, 600 Batang Disita di Ketapang

    Adik Korban Turut Terjun Langsung Ke Lokasi

    Adik Korban Turut Terjun Langsung Ke Lokasi 700

    Dian Mulyana Hasibuan, pacar Farhan, kini berada di lokasi Gunung Bulusaraung untuk memantau proses pencarian. Ia langsung berangkat dari Makassar setelah menerima kabar mengenai kecelakaan pesawat ATR 42-500.

    Kehadiran Dian di lokasi diharapkan dapat memberikan informasi terbaru mengenai posisi korban serta mendukung koordinasi dengan tim SAR. Pitri menambahkan, keluarga sangat berharap data dari smartwatch dapat dimanfaatkan tim SAR untuk mengidentifikasi posisi Farhan dengan lebih cepat.

    Keaktifan perangkat ini menjadi sinyal penting yang memberi harapan bagi keluarga untuk menemukan kopilot selamat.

    Tim SAR Dan Upaya Pencarian Masih Berlangsung

    Pihak keluarga berharap kerja sama antara keluarga, tim SAR, dan pihak berwenang dapat memaksimalkan data dari smartwatch Farhan. Indikasi pergerakan yang tercatat di perangkat digital ini menjadi salah satu petunjuk terbaru dalam upaya pencarian.

    Sejauh ini, proses pencarian masih berlangsung intensif, dengan koordinasi antara aparat, tim SAR, dan keluarga. Data dari smartwatch diharapkan bisa mempersempit area pencarian sehingga operasi dapat berjalan lebih efektif.

    Keluarga tetap optimistis dan terus memantau setiap perkembangan di lokasi, berharap sinyal dari smartwatch menjadi titik awal untuk menemukan Farhan dalam kondisi selamat. Kejadian ini menjadi contoh pentingnya teknologi modern, seperti smartwatch, dalam mendukung proses pencarian korban dalam situasi darurat.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari todaynews.id
  • Penertiban Kayu Ilegal, 600 Batang Disita di Ketapang

    Petugas di Ketapang Kalimantan Barat, berhasil menyita 600 batang kayu ilegal dalam operasi penertiban terbaru.

    Penertiban Kayu Ilegal, 600 Batang Disita di KetapangPenindakan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian hutan dan menekan praktik illegal logging yang masih marak di wilayah tersebut. Operasi dilakukan oleh aparat gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, dan Balai Pengamanan Hutan setempat. Mereka melakukan patroli dan pengecekan di sejumlah titik yang dicurigai sebagai jalur pengiriman kayu ilegal.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Kronologi Penertiban dan Penemuan Kayu

    Petugas menemukan 600 batang kayu ilegal tersebut saat melakukan patroli di kawasan hutan lindung dan jalur transportasi kayu. Kayu-kayu tersebut siap dikirim ke pasar tanpa dokumen resmi atau izin pengambilan dari pemerintah.

    Beberapa pelaku sempat mencoba melarikan diri, namun aparat berhasil mengamankan mereka. Barang bukti kayu kemudian dibawa ke pos pengamanan untuk inventarisasi dan penyelidikan lebih lanjut.

    Petugas juga mencatat jenis kayu yang disita, mulai dari kayu ulin, meranti, hingga jenis kayu lainnya yang dilindungi. Penertiban ini dianggap penting untuk mencegah kerusakan hutan lebih lanjut dan menindak tegas pelaku illegal logging.

    Dampak Positif Bagi Kelestarian Hutan

    Penyitaan 600 batang kayu ilegal ini menjadi langkah signifikan dalam menjaga kelestarian hutan di Ketapang. Hutan yang terlindungi secara baik akan tetap menjadi sumber kehidupan masyarakat lokal dan habitat berbagai flora serta fauna.

    Selain itu, operasi ini memberikan efek jera bagi para pelaku ilegal logging. Dengan tindakan tegas, diharapkan aktivitas penebangan liar bisa berkurang dan keberlanjutan lingkungan terjaga.

    Masyarakat pun diajak untuk berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di hutan. Partisipasi warga menjadi kunci agar upaya konservasi berjalan efektif dan menjaga sumber daya alam tetap lestari.

    Baca Juga: Gempar! Proyek Jembatan Vital di Paser Terancam Mangkrak Gara-Gara Sertifikat Lahan! Ada Apa Sebenarnya?

    Upaya Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum

    Penertiban Kayu Ilegal, 600 Batang Disita di Ketapang

    Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum berkomitmen menindak tegas setiap praktik illegal logging. Penertiban ini dilakukan secara rutin dengan patroli, pemantauan, dan kerja sama lintas instansi.

    Selain penindakan, aparat juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan dan dampak hukum dari illegal logging. Edukasi ini bertujuan agar warga memahami risiko dan bahaya yang timbul akibat penebangan liar.

    Langkah-langkah pencegahan ini diharapkan dapat meminimalkan kerusakan hutan dan mendorong praktik penebangan kayu legal. Pemerintah menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan menjadi prioritas utama dalam pembangunan wilayah.

    Harapan ke Depan dan Keberlanjutan Lingkungan

    Keberhasilan penyitaan kayu ilegal di Ketapang diharapkan menjadi momentum bagi peningkatan pengawasan hutan di seluruh Kalimantan Barat. Pemerintah menekankan perlunya sinergi antara aparat, masyarakat, dan organisasi lingkungan.

    Pengawasan yang ketat, disertai partisipasi masyarakat, diyakini mampu menekan praktik illegal logging dan menjaga ekosistem hutan tetap seimbang. Selain itu, pelaku yang tertangkap akan diproses sesuai hukum agar memberikan efek jera yang kuat.

    Dengan langkah-langkah ini, Ketapang diharapkan menjadi contoh pengelolaan hutan yang baik. Kelestarian hutan tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat melalui keberlanjutan sumber daya alam.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari kompas.com
    • Gambar Kedua dari antaranews.com
  • Banjir Lumpuhkan Banjar, Tapi MBG Tetap Jalan Diantar Pakai Sampan!

    Banjir di Banjar tak menghalangi distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG), menu tetap diantar menggunakan sampan demi hak gizi terpenuhi.

    Banjir Rendam Banjar, MBG Tetap Diantar Pakai Sampan

    Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Luapan sungai dan buruknya drainase membuat air menggenangi permukiman warga, jalan desa, hingga fasilitas umum. Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai pinggang orang dewasa.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Komitmen Pengantaran MBG Tetap Jalan

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, tetap terpenuhi. Di tengah bencana banjir Banjar, program ini tidak dihentikan ataupun ditunda.

    Para petugas MBG menunjukkan komitmen luar biasa dengan tetap mendistribusikan menu makanan sesuai jadwal. Mereka menilai bahwa kondisi darurat justru menjadi alasan utama untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan asupan gizi yang layak, terutama bagi anak sekolah dan lansia.

    Keputusan untuk tetap menjalankan pengantaran MBG mendapat apresiasi dari warga. Bagi masyarakat terdampak banjir, kehadiran menu MBG menjadi bantuan nyata yang sangat berarti di tengah keterbatasan bahan makanan dan aktivitas ekonomi yang terhenti.

    Menu MBG Diantar Menggunakan Sampan

    Karena akses darat tidak memungkinkan, petugas MBG di Banjar memilih jalur air sebagai solusi. Sampan dan perahu kecil digunakan untuk menjangkau rumah-rumah warga serta titik distribusi yang terisolasi banjir. Langkah ini dinilai paling efektif dan aman dalam kondisi tersebut.

    Menu MBG dikemas dengan rapi dan aman agar tetap higienis selama proses pengantaran. Petugas memastikan makanan tidak terkena air banjir dan tetap layak konsumsi saat diterima warga. Meski harus menghadapi arus air dan cuaca yang tidak menentu, pengantaran tetap dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

    Pemandangan petugas MBG mendayung sampan sambil membawa paket makanan menjadi simbol dedikasi dan pengabdian. Aksi ini sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menghentikan pelayanan kepada masyarakat.

    Baca Juga: Retribusi Sampah Kukar, Antara Kebutuhan Dan Penolakan Warga, Siapa Yang Salah?

    Respons Positif dan Haru dari Warga

    Respons Positif dan Haru dari Warga

    Warga Banjar menyambut pengantaran MBG dengan penuh rasa syukur. Banyak yang mengaku terharu melihat petugas tetap datang meski kondisi banjir cukup parah. Bagi mereka, ini bukan sekadar bantuan makanan, melainkan bentuk perhatian dan kepedulian nyata dari pemerintah.

    Orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka tetap mendapatkan makanan bergizi meski sekolah dan aktivitas lain terganggu banjir. Lansia dan warga dengan keterbatasan ekonomi juga merasakan dampak positif dari keberlanjutan program ini.

    Respons positif ini semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. Warga berharap program serupa terus dipertahankan dan ditingkatkan, terutama saat daerah menghadapi bencana alam atau kondisi darurat lainnya.

    Semangat Gotong Royong di Tengah Bencana

    Keberhasilan pengantaran MBG di tengah banjir Banjar tidak lepas dari semangat gotong royong berbagai pihak. Selain petugas resmi, warga setempat juga ikut membantu menyediakan sampan, menunjukkan jalur aman, hingga membantu proses distribusi.

    Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa penanganan bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, berbagai hambatan dapat diatasi bersama.

    Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bahwa pelayanan publik harus adaptif terhadap kondisi lapangan. Banjir Banjar membuktikan bahwa dengan komitmen, inovasi, dan kepedulian, program penting seperti MBG tetap bisa berjalan demi kesejahteraan masyarakat.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Pertama dari Banjarmasin Post
    2. Gambar Kedua dari detikcom
  • |

    BMKG Ungkap Sinyal Hujan Ringan Di Kaltim, 14 Januari 2026

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Timur pada Rabu, 14 Januari 2026.

    BMKG Ungkap Sinyal Hujan Ringan Di Kaltim, 14 Januari 2026

    Sejumlah kota dan kabupaten diprediksi akan mengalami hujan ringan, sementara beberapa wilayah lain akan berawan.

    Berikut ini, Kalimantan Indonesia akan menjadi krusial bagi masyarakat untuk mempersiapkan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi cuaca yang dinamis.

    Kondisi Cuaca Spesifik Kalimantan Timur

    ​BMKG memprediksi bahwa sebagian besar wilayah Kalimantan Timur akan diguyur hujan ringan pada tanggal 14 Januari 2026.​ Kota-kota seperti Balikpapan dan Bontang, serta kabupaten seperti Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, dan Mahakam Ulu, diperkirakan akan mengalami kondisi ini. Suhu udara di wilayah-wilayah tersebut berkisar antara 19 hingga 31 derajat Celsius, menunjukkan variasi suhu yang cukup beragam.

    Di sisi lain, Paser dan Samarinda diperkirakan akan berawan, tanpa adanya prediksi hujan ringan. Paser akan memiliki rentang suhu antara 22 hingga 31 derajat Celsius, sedangkan Samarinda akan berada pada kisaran 23 hingga 30 derajat Celsius. Perbedaan prakiraan cuaca ini menunjukkan kondisi atmosfer lokal yang berbeda di setiap daerah.

    Variasi cuaca ini menyoroti pentingnya masyarakat untuk selalu memantau informasi terbaru dari BMKG. Kesiapsiagaan terhadap perubahan cuaca, terutama hujan ringan, dapat membantu mencegah potensi gangguan aktivitas dan memastikan keamanan selama beraktivitas di luar ruangan.

    Puncak Musim Hujan Di Indonesia

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa puncak musim hujan di Indonesia telah dimulai sejak November 2025. Namun, tidak semua wilayah di Indonesia mengalami puncak musim hujan pada waktu yang bersamaan. Ini adalah fenomena meteorologi yang umum terjadi di negara kepulauan yang luas seperti Indonesia.

    Sebagian wilayah telah memasuki fase puncak hujan pada November dan Desember 2025, yang berarti mereka telah mengalami intensitas hujan yang tinggi selama periode tersebut. Pola ini menunjukkan adanya perbedaan zona waktu puncak musim hujan di berbagai daerah.

    Menariknya, sebagian wilayah lain justru baru akan memasuki puncak musim hujan pada Januari 2026 ini. Hal ini menegaskan bahwa periode puncak musim hujan di Indonesia adalah proses yang berlangsung secara bertahap dan tidak seragam di seluruh daerah.

    Baca Juga: Tinjau IKN, Prabowo Catat Banyak Perbaikan dan Minta Percepatan

    Wilayah Yang Memasuki Puncak Musim Hujan Januari 2026

    Wilayah Yang Memasuki Puncak Musim Hujan Januari 2026

    Beberapa wilayah di Indonesia diprediksi akan memasuki puncak musim hujan pada bulan Januari 2026. Ini termasuk Jambi bagian selatan, Bengkulu bagian selatan, dan Sumatera Selatan bagian timur. Masyarakat di daerah ini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

    Selain itu, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur juga akan mengalami puncak musim hujan pada periode ini. Wilayah-wilayah ini dikenal rentan terhadap dampak hujan lebat, seperti banjir dan tanah longsor.

    Tidak ketinggalan, Sulawesi Utara bagian barat, Gorontalo bagian barat, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan sebagian besar Papua juga diproyeksikan berada di puncak musim hujan. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk mitigasi risiko.

    Imbauan Dan Kesadaran Cuaca

    Dengan adanya prakiraan cuaca ini, masyarakat di Kalimantan Timur dan wilayah lain yang memasuki puncak musim hujan di Januari 2026 diimbau untuk selalu waspada. Penting untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi dampak hujan ringan hingga lebat, seperti genangan air atau gangguan transportasi.

    Memantau informasi resmi dari BMKG secara berkala adalah langkah proaktif yang sangat dianjurkan. Informasi terbaru dapat diakses melalui berbagai platform media BMKG, memastikan masyarakat mendapatkan data yang akurat dan terpercaya.

    Kesadaran dan kesiapsiagaan kolektif akan membantu meminimalkan risiko dan dampak buruk yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca ekstrem. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari kompas.com
    • Gambar Kedua dari merdeka.com
  • |

    Kalsel Terendam Banjir Bandang, Status Darurat Diperpanjang

    Banjir bandang melanda Kalimantan Selatan, menenggelamkan ratusan desa, memaksa ribuan warga mengungsi, status darurat pun diperpanjang.

     Kalsel Terendam Banjir Bandang, Status Darurat Diperpanjang

    Bencana banjir kembali menerjang Kalimantan Selatan, khususnya wilayah Kabupaten Banjar, meninggalkan jejak kehancuran yang meluas. ​Sedikitnya 121 desa dan kelurahan kini tenggelam, mengancam lebih dari 122.000 jiwa.​ Situasi darurat ini telah memaksa pemerintah memperpanjang status tanggap darurat, menandakan keseriusan krisis yang melanda.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Ratusan Desa Terendam, Puluhan Ribu KK Terdampak

    Sejak awal Januari 2026, banjir besar telah melanda Kabupaten Banjar, merendam setidaknya 121 desa dan kelurahan di berbagai kecamatan. Skala bencana ini menunjukkan cakupan yang sangat luas, mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat di daerah tersebut. Air bah merendam permukiman, lahan pertanian, dan infrastruktur.

    Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mengungkapkan dampak yang masif. Sebanyak 43.469 kepala keluarga (KK) secara langsung merasakan dampak bencana ini. Angka ini mencerminkan betapa banyaknya rumah tangga yang harus berjuang menghadapi genangan air dan kerugian materiil.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menyatakan bahwa total jiwa yang terdampak banjir mencapai 122.353 ribu orang. Angka yang fantastis ini menunjukkan bahwa lebih dari seratus ribu warga membutuhkan bantuan dan perhatian. Situasi ini mendorong pemerintah untuk memperpanjang status tanggap darurat guna memaksimalkan upaya penanganan.

    Klasifikasi Kerusakan Dan Bantuan Pemerintah

    Pemerintah akan melakukan pendataan lebih lanjut terhadap korban banjir untuk mengklasifikasikan tingkat kerusakan yang dialami. Kategori kerusakan akan dibagi menjadi ringan, sedang, hingga berat. Klasifikasi ini penting untuk menentukan jenis dan jumlah bantuan yang akan diterima oleh setiap keluarga terdampak.

    Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, telah menginstruksikan penyaluran bantuan beragam. Salah satu bentuk bantuan adalah pemberian dana sebesar Rp 5 juta per rumah untuk pembelian barang rumah tangga yang rusak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban dalam mengganti perabotan dan perlengkapan rumah yang hilang atau rusak.

    Selain bantuan untuk perbaikan rumah, Pemerintah Pusat juga mengucurkan bantuan biaya hidup sebesar Rp 450 ribu per jiwa. Bantuan ini akan diberikan selama tiga bulan berturut-turut, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan finansial bagi korban untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Baca Juga: Penyidikan Terus Berlanjut, KSOP Ketapang Digeledah Kejati Kalbar

    Komitmen Pemda Banjar Untuk Pemulihan

     Komitmen Pemda Banjar Untuk Pemulihan

    Pemerintah Kabupaten Banjar tidak tinggal diam dan menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi bencana ini. Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, mengungkapkan bahwa Pemkab Banjar telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Dana ini berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT), di luar anggaran yang sudah ada di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    Yudi Andrea menegaskan bahwa Pemda tidak kekurangan anggaran untuk penanganan bencana. Dengan perubahan status kebencanaan ini, Pemkab juga dapat membuka akses bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat. Hal ini memastikan bahwa semua sumber daya dapat dimobilisasi secara maksimal untuk penanganan banjir.

    Prioritas utama adalah pendistribusian logistik yang merata. Pemkab Banjar terus mengevaluasi agar bantuan tidak menumpuk di satu titik saja, melainkan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan setiap masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan dan pelayanan maksimal selama masa tanggap darurat.

    Optimisme di Tengah Bencana, Bersatu Untuk Bangkit

    Komitmen pemerintah tidak hanya berhenti pada penyediaan dana dan logistik. Pemkab Banjar juga berjanji untuk terus memperbarui data korban secara akurat. Data yang valid sangat krusial untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan proses pemulihan berjalan efisien.

    Selain itu, percepatan distribusi bantuan menjadi fokus utama agar masyarakat tidak terlalu lama menderita. Pelayanan maksimal, mulai dari evakuasi hingga penyediaan fasilitas kesehatan, terus diupayakan demi kesejahteraan masyarakat terdampak. Setiap warga diharapkan merasa terlindungi dalam situasi sulit ini.

    Dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Kabupaten Banjar dapat segera pulih. Semangat gotong royong dan kepedulian menjadi kunci untuk melewati masa sulit ini dan membangun kembali daerah yang lebih tangguh terhadap bencana.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari kantapos.id
    • Gambar Kedua dari metrotvnews.com
  • |

    Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Dan Petir Di Kalbar 7-8 Januari

    BMKG keluarkan peringatan hujan disertai petir di Kalimantan Barat pada 7-8 Januari 2026, warga diminta waspada dan siaga.

    Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Dan Petir Di Kalbar 7-8 Januari 700

    BMKG mengingatkan warga Kalimantan Barat untuk siaga menghadapi hujan disertai petir pada 7-8 Januari 2026. Cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan banjir lokal dan risiko petir. Sehingga masyarakat diimbau menyesuaikan aktivitas luar ruangan dan memastikan keselamatan keluarga serta properti tetap terjaga.

    Informasi Kalimantan Indonesia ini menjadi pengingat penting agar setiap warga tetap waspada selama periode hujan deras.

    BMKG Prediksi Hujan Dan Petir Di Kalimantan Barat

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Memperingatkan warga Kalimantan Barat agar siaga terhadap potensi hujan dan petir selama beberapa hari ke depan.

    Kondisi cuaca diperkirakan berlangsung dari Rabu (7/1/2026) hingga Kamis (8/1/2026) dengan intensitas hujan ringan hingga disertai petir di sejumlah wilayah. Secara umum, provinsi ini akan didominasi oleh cuaca berawan dan hujan ringan, dengan suhu udara yang cenderung hangat dan kelembapan tinggi.

    Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan aktivitas luar ruangan serta tetap waspada terhadap potensi bencana lokal akibat hujan deras atau petir.

    Prakiraan Cuaca Hari Rabu (7 Januari 2026)

    BMKG merinci prakiraan cuaca di kabupaten dan kota di Kalimantan Barat untuk Rabu (7/1/2026). Beberapa wilayah mengalami hujan petir, seperti Sanggau, Ketapang, Sintang, Sekadau, dan Pontianak, dengan suhu berkisar antara 23–31 derajat Celsius. Kabupaten lain seperti Sambas, Mempawah, Kapuas Hulu, Bengkayang, Landak, Melawi, dan Kubu Raya diprakirakan mengalami hujan ringan, sementara Kayong Utara dan Melawi berawan.

    Di kota-kota besar, Kota Pontianak diprediksi hujan petir dengan kelembapan 70–98 persen, sedangkan Kota Singkawang hujan ringan dengan kelembapan 70–97 persen. Cuaca ini menunjukkan pola distribusi hujan yang bervariasi, sehingga warga disarankan memantau prakiraan secara berkala.

    Baca Juga: Dugaan Korupsi Tambang Bauksit, Kejati Kalbar Geledah 5 Kantor

    Prakiraan Cuaca Hari Kamis (8 Januari 2026)

    Prakiraan Cuaca Hari Kamis (8 Januari 2026) 700

    Cuaca di Kalimantan Barat pada Kamis (8/1/2026) diperkirakan masih dipengaruhi hujan, meski sebagian besar wilayah mengalami hujan ringan. Kabupaten Sekadau menjadi wilayah dengan potensi hujan sedang, sementara kota-kota seperti Pontianak dan Singkawang diperkirakan hujan ringan dengan kelembapan tinggi, 75–98 persen.

    Suhu udara pada hari Kamis berkisar antara 22–31 derajat Celsius di hampir seluruh kabupaten. Kondisi ini mencerminkan cuaca hangat namun lembap, sehingga potensi hujan lokal dan petir tetap perlu diwaspadai, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

    Imbauan BMKG Untuk Warga Kalbar

    BMKG mengimbau masyarakat Kalimantan Barat untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca melalui kanal resmi dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari. Warga diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan petir, memastikan keamanan rumah, serta menyiapkan perlindungan terhadap kemungkinan banjir lokal.

    Peringatan ini menjadi langkah preventif agar risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan. Dengan memahami prakiraan cuaca, masyarakat dapat lebih bijak dalam merencanakan aktivitas, menjaga keselamatan keluarga, dan tetap produktif meskipun cuaca tidak menentu.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari kompas.com
    • Gambar Kedua dari antaranews.com