DPRD Kaltim meninjau progres pembangunan Jalan Kubar–Mahulu sekaligus memantau kondisi amblasnya ruas Trans Kalimantan yang kritis.
Di Kalimantan Timur, perhatian serius tengah dicurahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap dua proyek vital. Pemantauan ini tidak hanya fokus pada progres pembangunan, tetapi juga pada tantangan dan solusi untuk memastikan kelancaran konektivitas bagi masyarakat.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.
Progres Ambisius Jalan Penghubung Kubar-Mahulu
DPRD Kalimantan Timur memberikan sorotan utama pada pembangunan jalan penghubung Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Proyek sepanjang 145 kilometer ini merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan aksesibilitas antar wilayah terpencil.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, mengonfirmasi bahwa sebagian besar segmen jalan tersebut telah rampung dikerjakan. Ini menunjukkan progres signifikan dalam upaya pemerintah daerah menyediakan infrastruktur dasar yang memadai bagi warga.
Target penyelesaian proyek ini adalah tahun 2027, dengan harapan jalan dapat dilalui secara aman dan nyaman. Pentingnya pengawasan ketat ditekankan untuk memastikan kualitas pembangunan dan jadwal yang telah ditetapkan dapat tercapai tanpa kendala berarti.
Tantangan Geografis Dan Ketersediaan Material
Meskipun progresnya positif, pembangunan jalan Kubar-Mahulu menghadapi tantangan geografis yang tidak mudah. Wilayah ini dikenal dengan kontur berbukit dan akses terbatas, menambah kompleksitas pengerjaan proyek.
Ekti Imanuel mengungkapkan bahwa lokasi yang jauh dari sumber material konstruksi menjadi masalah tersendiri. Biaya transportasi material yang tinggi dapat memengaruhi anggaran dan kualitas akhir proyek jika tidak diantisipasi dengan baik.
Oleh karena itu, sejak awal, kontraktor telah diperingatkan untuk memperhitungkan ketersediaan material. Pemecah batu mandiri disarankan untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar, sehingga biaya dan waktu pengerjaan lebih efisien.
Baca Juga: DPRD Kalsel Dorong Sinergi Semua Pihak Untuk Pembangunan Daerah
Amblasnya Jalan Trans Kalimantan Di Kubar
Selain jalan penghubung, DPRD Kaltim juga menyoroti kondisi amblasnya jalan Trans Kalimantan di Kecamatan Siluq Ngurai, Kubar. Kejadian ini mengancam konektivitas jalan nasional yang vital bagi lalu lintas logistik dan masyarakat.
Kerusakan jalan Trans Kalimantan terjadi di Kampung Muhur pada 29 Desember 2025. Badan jalan tergerus akibat tingginya curah hujan dan derasnya arus air, menyebabkan struktur tanah melemah dan jalan nyaris terputus.
Ekti menegaskan bahwa ruas jalan yang rusak tersebut merupakan bagian dari jalan nasional. Dengan demikian, pendanaan untuk perbaikan akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), memastikan tanggung jawab pusat dalam penanganannya.
Urgensi Perbaikan Dan Pengawasan Infrastruktur
Kondisi jalan Trans Kalimantan yang amblas menyoroti urgensi perbaikan segera. Gangguan pada ruas jalan nasional dapat berdampak luas pada mobilitas barang dan jasa, serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Pengawasan ketat dari DPRD dan pihak terkait sangat diperlukan tidak hanya dalam pembangunan proyek baru tetapi juga dalam pemeliharaan infrastruktur eksisting. Hal ini untuk mengidentifikasi potensi kerusakan lebih awal dan mengambil tindakan preventif.
Masyarakat Kalimantan Timur sangat menantikan penyelesaian proyek-proyek ini dan perbaikan infrastruktur yang rusak. Ketersediaan jalan yang layak akan meningkatkan kesejahteraan, membuka peluang ekonomi, dan mempercepat pembangunan di seluruh wilayah.
Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari korankaltim.com