Warga Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, heboh publik setelah menanam pohon pisang di tengah jalan provinsi yang rusak parah.
Aksi ini viral di media sosial dan langsung menjadi sorotan nasional sebagai simbol protes terhadap kondisi infrastruktur yang sudah lama diabaikan. Dengan cara yang unik, kreatif, dan dramatis, warga berharap pemerintah pusat maupun daerah segera turun tangan untuk mengambil tindakan nyata dan memperbaiki jalan yang selama bertahun-tahun dibiarkan rusak parah, sehingga aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat bisa kembali normal. Simak selengkapnya hanya di Kalimantan Indonesia.
Jalan Rusak Yang Menggerakkan Warga
Kondisi jalan lingkar provinsi di Long Layu, Krayan Selatan, sudah bertahun-tahun rusak dan hanya diperbaiki seadanya. Kepala Desa Long Layu, Chanter, mengungkapkan bahwa proyek perawatan jalan sebelumnya hanya sebatas meratakan tanah tanpa pengerasan. Hujan deras dan aktivitas kendaraan membuat jalan kembali rusak, membentuk kubangan lumpur yang menyulitkan mobilitas warga.
Banyak warga merasa frustrasi karena akses yang buruk berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari dan ekonomi lokal. Harga-harga sembako melonjak akibat sulitnya distribusi barang, sementara warga tetap harus menempuh risiko tinggi saat melintas. Ketidakmampuan pemerintah provinsi memperbaiki jalan secara permanen memicu protes unik dari masyarakat.
Menanam pohon pisang di tengah jalan menjadi bentuk aksi simbolis dan kreatif warga. Dengan cara ini, mereka menarik perhatian publik dan media agar pemerintah segera merespons keluhan yang sudah lama diabaikan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Dukungan Desa Dan Reaksi Warga
Kepala Desa Long Layu memberikan dukungan penuh atas tindakan warganya. Ia menyebutkan bahwa proyek jalan dari pemerintah provinsi selama ini tidak memberikan dampak nyata. Warga menilai program perawatan hanya bersifat sementara, dan jalan kembali rusak setelah hujan turun.
Menurut Chanter, warga lebih membutuhkan perbaikan jalan daripada bantuan makanan atau program sosial. Anggaran yang dialokasikan untuk program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya digunakan untuk memperbaiki jalan agar kegiatan ekonomi dan transportasi menjadi lancar.
Aksi menanam pohon pisang ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga melihatnya sebagai cara kreatif untuk menyuarakan keluhan dan menekan pemerintah agar segera menindaklanjuti perbaikan jalan.
Baca Juga: Bikin Lega Pemudik! Pertamina Kalimantan Pastikan Infrastruktur Energi Siap Hadapi Arus Mudik
Dampak Ekonomi Dan Sosial
Kerusakan jalan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga berdampak pada ekonomi lokal. Sulitnya akses membuat harga kebutuhan pokok di Krayan melonjak drastis. Petani dan pedagang mengalami kesulitan mendistribusikan hasil panen dan produk mereka ke pasar, sehingga pendapatan menurun.
Dengan kondisi jalan yang terus rusak, masyarakat terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi dan logistik. Hal ini menimbulkan frustrasi dan membuat warga merasa diabaikan. Aksi pohon pisang menjadi simbol protes yang menyoroti ketidakadilan infrastruktur di wilayah perbatasan.
Selain dampak ekonomi, aksi ini juga membangun solidaritas masyarakat. Warga bersatu untuk menekankan pentingnya akses jalan yang layak. Tindakan simbolis ini menjadi bentuk tekanan publik agar pemerintah daerah dan provinsi menanggapi masalah yang telah lama diabaikan.
Harapan Warga Dan Solusi
Camat Krayan Selatan, Oktovianus Ramli, menjelaskan pola pengerjaan jalan yang memicu kemarahan warga. Proses perawatan hanya sebatas meratakan tanah tanpa pengerasan agregat atau batu. Akibatnya, jalan kembali rusak setelah hujan. Warga menuntut perbaikan permanen agar jalan dapat digunakan dengan aman dan tahan lama.
Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti dengan perbaikan jalan yang benar-benar layak. Pohon-pohon pisang yang ditanam akan tetap dibiarkan sebagai simbol protes hingga tindakan nyata dilakukan. Solidaritas masyarakat Krayan menjadi kekuatan untuk menekan pemerintah agar prioritas anggaran diarahkan untuk pembangunan infrastruktur.
Aksi warga Krayan menegaskan bahwa masyarakat pedesaan memiliki kreativitas dan keberanian dalam menyuarakan haknya. Dengan perhatian yang lebih serius dari pemerintah, diharapkan kondisi jalan dapat membaik, mobilitas warga lancar, dan perekonomian lokal kembali pulih.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com