Samarinda Dikepung Banjir, Jalan Utama Lumpuh Dan Lalu Lintas Macet

Bagikan

Banjir mengepung Samarinda dan merendam jalan utama, Lalu lintas lumpuh, kemacetan panjang terjadi, aktivitas warga pun terganggu.

Samarinda Dikepung Banjir, Jalan Utama Lumpuh Dan Lalu Lintas Macet

Hujan deras yang mengguyur Samarinda kembali memicu banjir di sejumlah titik strategis kota Kalimantan Indonesia. Air menggenangi jalan-jalan utama hingga menyebabkan lalu lintas lumpuh dan kemacetan panjang, membuat aktivitas warga terganggu sejak pagi hari.

Banjir Rendam Sejumlah Ruas Jalan Strategis Samarinda

Hujan deras pada Senin malam (2/2/2026) menyebabkan banjir melanda sejumlah ruas jalan utama di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Genangan air yang muncul membuat mobilitas warga dan arus transportasi terganggu.

Beberapa jalan vital yang terdampak antara lain Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan, Jalan Abdul Muthalib, hingga Jalan Yos Sudarso. Jalan-jalan ini merupakan jalur utama yang menghubungkan berbagai titik strategis kota.

Ketinggian air bervariasi di tiap lokasi. Beberapa titik hanya tertutup sebagian, namun ada ruas yang terendam cukup dalam, membuat kendaraan harus berhati-hati agar tidak mogok atau tercegat.

Tingkat Genangan Dan Titik Terparah

Pantauan di lapangan sekitar pukul 21.00 WITA menunjukkan kondisi yang berbeda di tiap ruas jalan. Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan tercatat sebagai lokasi dengan genangan paling tinggi. Air menutup hampir seluruh badan jalan.

Sementara di Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Yos Sudarso, genangan relatif lebih rendah, namun tetap memperlambat arus kendaraan. Air yang menutupi jalur ini memaksa pengendara mengurangi kecepatan secara drastis.

Kondisi banjir yang berlangsung hingga malam menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Minimnya penerangan di beberapa titik menambah risiko bagi pengendara, khususnya pengendara roda dua yang harus ekstra hati-hati.

Baca Juga: Viral! Beras SPHP Oplosan di Kubu Raya, Bulog Kalbar Buka Suara

Arus Lalu Lintas Tersendat Dan Kemacetan Panjang

Arus Lalu Lintas Tersendat Dan Kemacetan Panjang 700

Genangan air memaksa kendaraan roda dua maupun roda empat berjalan perlahan. Banyak pengendara saling antre untuk menembus jalur yang dianggap aman. Kondisi ini memicu kemacetan panjang di beberapa persimpangan.

Beberapa pengendara memilih berhenti sementara untuk memeriksa kendaraan dan memastikan mesin tetap aman. Tidak sedikit yang harus menunggu antrean di ruas jalan sebelum melanjutkan perjalanan.

Situasi tersebut menimbulkan kepadatan luar biasa. Kondisi macet diperparah karena beberapa pengendara mengambil jalur alternatif sempit, sehingga arus lalu lintas di jalan utama menjadi semakin lambat.

Dampak Banjir Terhadap Aktivitas Warga

Selain mengganggu arus lalu lintas, banjir juga memengaruhi aktivitas malam warga. Beberapa warga yang hendak menghadiri kegiatan keagamaan, termasuk malam Nisfu Syaban, harus menunda perjalanan atau mencari jalur alternatif.

Pengendara roda dua lebih rentan mengalami mogok akibat air yang cukup dalam, sementara pengendara mobil harus menghadapi antrean panjang. Beberapa warga memilih menunda keluar rumah demi menghindari risiko.

Warga sekitar jalan yang terdampak menyampaikan kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak dan keluarga. Banyak orang menyesuaikan rencana malam hari karena jalan yang tergenang cukup menyulitkan akses ke fasilitas publik.

Imbauan Warga Dan Langkah Antisipasi

Hingga Senin malam, genangan air masih bertahan di sebagian besar jalan utama Samarinda. Kondisi ini diduga dipicu oleh kombinasi hujan deras dan pasang air sungai di wilayah sekitarnya.

Pemerintah daerah dan aparat terkait terus memantau situasi. Warga diminta untuk tetap waspada, mengutamakan keselamatan, dan mempertimbangkan jalur alternatif ketika melintas di wilayah yang terdampak banjir.

Upaya pembersihan drainase dan pemantauan rutin diharapkan mempercepat surutnya genangan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap menghindari area terdampak agar aktivitas ekonomi dan sosial dapat kembali berjalan normal.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari regional.kompas.com
  • Gambar Kedua dari kutai.inews.id

Similar Posts

  • Kubu Raya di Ambang Bahaya, Bupati Ingatkan Ancaman 3 Bencana Sekaligus

    Bagikan

    Bupati Kubu Raya mengingatkan potensi 3 bencana alam sekaligus banjir, longsor, dan angin kencang, warga diminta tetap waspada dan siaga.

    Kubu Raya di Ambang Bahaya, Bupati Ingatkan Bencana
    Bupati Kubu Raya mengeluarkan peringatan serius bagi seluruh warga terkait potensi tiga bencana alam yang bisa terjadi secara bersamaan. Banjir, longsor, dan angin kencang menjadi ancaman nyata bagi wilayah yang dikenal rawan bencana ini. Pemerintah daerah menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Profil Wilayah Kubu Raya dan Kerentanannya

    Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Kalimantan Barat dengan topografi beragam, mulai dari dataran rendah hingga perbukitan. Kondisi geografis ini membuat wilayahnya rawan terhadap berbagai bencana alam.

    Banjir menjadi ancaman utama di daerah dataran rendah, terutama di sepanjang sungai dan pemukiman padat penduduk. Sementara itu, longsor berpotensi terjadi di wilayah perbukitan yang mengalami hujan lebat, khususnya di kawasan perbukitan yang mengalami pergerakan tanah.

    Selain itu, angin kencang menjadi risiko tambahan, terutama di daerah pesisir dan dataran terbuka. Gabungan ketiga bencana ini membuat wilayah Kubu Raya sangat membutuhkan kewaspadaan ekstra dari pemerintah dan masyarakat.

    Potensi Banjir di Kubu Raya

    Banjir menjadi salah satu bencana paling sering terjadi di Kubu Raya, terutama saat musim hujan tiba. Intensitas hujan yang tinggi meningkatkan debit sungai dan menyebabkan meluapnya aliran air ke pemukiman penduduk.

    Selain faktor curah hujan, perubahan tata ruang dan alih fungsi lahan juga memperparah risiko banjir. Masyarakat diminta untuk menjaga saluran air tetap bersih dan menghindari pembuangan sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran sungai.

    Pemerintah daerah juga telah menyiapkan sistem peringatan dini dan posko siaga untuk mendeteksi peningkatan risiko banjir secara cepat. Hal ini memungkinkan evakuasi dini jika situasi memburuk.

    Baca Juga: Tarakan Geger! Emak-Emak Diserang Buaya Besar, Selamat Berkat Polisi

    Ancaman Longsor di Kawasan Perbukitan

    Ancaman Longsor di Kawasan Perbukitan

    Wilayah perbukitan di Kubu Raya juga memiliki risiko longsor tinggi, terutama di daerah yang gundul atau mengalami penggalian tanah berlebihan. Hujan deras dapat memicu pergeseran tanah secara tiba-tiba, membahayakan pemukiman dan infrastruktur di sekitarnya.

    Bupati menekankan pentingnya pemetaan kawasan rawan longsor dan larangan membangun di area berisiko tinggi. Sosialisasi kepada warga juga terus dilakukan untuk memastikan mereka memahami tanda-tanda awal pergerakan tanah.

    Langkah mitigasi lain yang diterapkan termasuk pengerukan saluran air di perbukitan dan pembangunan terasering untuk mengurangi laju aliran air, sehingga meminimalisir kemungkinan longsor terjadi.

    Angin Kencang dan Dampaknya

    Selain banjir dan longsor, angin kencang menjadi potensi bencana yang tidak kalah serius. Angin kencang dapat merusak atap rumah, pohon tumbang, hingga infrastruktur listrik.

    Wilayah pesisir dan dataran terbuka menjadi area paling rawan. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengamankan benda-benda yang mudah terbawa angin dan memperkuat struktur rumah agar tidak mudah rusak.

    Peringatan cuaca dikeluarkan secara berkala oleh BMKG, dan pemerintah daerah menyiapkan tim tanggap darurat untuk menanggapi laporan kerusakan akibat angin kencang. Hal ini dilakukan agar dampak dapat diminimalkan dan bantuan cepat sampai ke masyarakat yang terdampak.

    Imbauan Bupati dan Harapan Kesiapsiagaan

    Bupati Kubu Raya menegaskan agar seluruh warga tidak lengah meski bencana belum terjadi. Kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk menyiapkan rencana evakuasi, kotak P3K, dan informasi kontak darurat.

    Selain itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi dengan masyarakat, aparat desa, dan relawan bencana. Semua pihak diharapkan aktif dalam memonitor kondisi lingkungan dan melaporkan potensi bahaya sesegera mungkin.

    Dengan kesadaran kolektif dan kesiapsiagaan yang matang, diharapkan risiko bencana di Kubu Raya dapat diminimalisir. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat dari ancaman alam yang semakin tidak bisa diprediksi.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Pertama dari detikcom
    2. Gambar Kedua dari SuaraKalbar
  • |

    Anak-Anak Kalimantan Memukau Prabowo Lewat Musik Tradisional

    Bagikan

    Anak-anak dari Sekolah Rakyat Kalimantan memukau Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan pertunjukan musik tradisional khas daerah mereka.

    Anak-Anak Kalimantan Memukau Prabowo Lewat Musik Tradisional

    Siswa-siswi menampilkan alat musik gamelan Dayak, gong, dan instrumen bambu, serta tarian dan lagu daerah yang memadukan seni dan budaya lokal. Acara ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan promosi budaya Kalimantan.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Generasi Muda Kalimantan Pamerkan Bakat Musik Tradisional

    Siswa-siswi dari Sekolah Rakyat di Kalimantan memamerkan bakat mereka dalam pertunjukan musik tradisional khas daerah tersebut. Acara ini digelar di halaman kantor pemerintahan setempat dan menarik perhatian tokoh nasional, termasuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang hadir untuk menyaksikan langsung penampilan generasi muda.

    Kegiatan ini menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam memainkan alat musik tradisional seperti gamelan Dayak, gong, dan berbagai instrumen bambu lainnya. Selain itu, siswa juga menampilkan tarian dan lagu-lagu daerah sebagai bagian dari pertunjukan yang memadukan seni dan budaya lokal.

    Menurut kepala sekolah, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan kecintaan generasi muda terhadap musik tradisional Kalimantan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan promosi budaya di tingkat nasional.

    Atraksi Spektakuler Disaksikan Prabowo

    Pertunjukan musik dan tari yang dibawakan siswa berhasil memukau para hadirin, termasuk Prabowo Subianto. Menteri Pertahanan memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan siswa dalam menghidupkan budaya lokal melalui pertunjukan yang penuh semangat dan kreatifitas.

    “Kami bangga melihat anak-anak ini mampu mempertahankan dan mengembangkan budaya Kalimantan. Ini bukti bahwa generasi muda kita memiliki bakat luar biasa,” ujar Prabowo setelah menyaksikan beberapa penampilan. Kehadiran tokoh nasional ini juga menjadi motivasi bagi siswa untuk terus mengasah kemampuan mereka.

    Selain itu, Prabowo menyampaikan dukungan terhadap program-program pendidikan seni dan budaya di daerah. Menurutnya, upaya pelestarian budaya harus dimulai sejak dini agar nilai-nilai tradisi tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

    Baca Juga: Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat Di Banjarbaru, Pendidikan Masyarakat Jadi Fokus

    Musik Tradisional Untuk Pendidikan Anak

    Musik Tradisional Untuk Pendidikan Anak

    Kegiatan ini tidak hanya menekankan hiburan semata, tetapi juga menjadi media edukasi bagi siswa dan masyarakat. Guru-guru pendamping menjelaskan bahwa setiap lagu dan tarian memiliki makna historis dan filosofi tertentu yang penting untuk dipahami generasi muda.

    Siswa belajar bekerja sama dalam kelompok, menghargai perbedaan kemampuan, dan mengasah keterampilan motorik serta musikalitas mereka. Hal ini diyakini dapat meningkatkan rasa percaya diri, disiplin, dan kreativitas anak-anak sejak usia sekolah dasar.

    Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi budaya Kalimantan kepada publik yang lebih luas. Dengan pertunjukan di depan tokoh nasional, pesan tentang pentingnya pelestarian budaya daerah semakin mudah tersampaikan.

    Dukungan Pemerintah dan Komunitas

    Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas seni lokal. Mereka menyediakan fasilitas, alat musik, dan pelatihan bagi siswa agar pertunjukan dapat berjalan lancar. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam melestarikan budaya lokal.

    Selain dukungan formal, masyarakat sekitar juga antusias menyaksikan pertunjukan. Warga memberikan tepuk tangan meriah dan mendukung siswa agar terus mengekspresikan bakat mereka. Kehadiran tokoh nasional semakin menambah semangat siswa dan menegaskan pentingnya kegiatan budaya di sekolah.

    Kepala sekolah menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus diadakan setiap tahun. Hal ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kaya akan seni dan budaya, serta bangga dengan identitas daerahnya.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Utama dari detik.com
    2. Gambar Kedua dari detik.com
  • |

    Bikin Merinding! Pria Dipasung 20 Tahun Karena Diduga Miliki Ilmu Kanuragan

    Bagikan

    Seorang pria dipasung selama 20 tahun karena diduga memiliki ilmu kanuragan, Kisah ini mengungkap fakta mengerikan di baliknya.

    Bikin Merinding! Pria Dipasung 20 Tahun Karena Diduga Miliki Ilmu Kanuragan 700

    Sebuah kisah mengerikan mengemuka dari sebuah daerah terpencil. Seorang pria diketahui dipasung selama 20 tahun di dalam kandang dengan alasan yang tak biasa.

    Warga sekitar Kalimantan Indonesia meyakini ia memiliki ilmu kanuragan yang dianggap membahayakan. Fakta di balik peristiwa ini pun mengundang tanda tanya besar, sekaligus membuka tabir praktik kelam yang selama ini tersembunyi.

    Kisah Pilu Kirno, Pria Dipasung 20 Tahun Di Ponorogo

    Kirno, seorang pria berusia 60 tahun dari Ponorogo, Jawa Timur, menghabiskan hampir separuh hidupnya dipasung di jeruji besi mirip kandang. Keputusan ini diambil keluarga untuk menjaga keselamatan warga dan orang terdekat akibat perilaku berbahayanya.

    Gangguan kejiwaan Kirno diyakini berawal dari obsesi mempelajari ilmu kebatinan atau kanuragan secara tidak wajar. Keinginan tersebut muncul saat usianya masih 20 tahun, jauh sebelum ia siap secara mental menanggung konsekuensi ilmu tersebut.

    Menurut adik kandungnya, Sarti, keluarga awalnya menilai Kirno terlalu memaksakan diri dalam belajar ilmu spiritual. Upaya itu justru menimbulkan ketidakseimbangan mental yang kian memburuk seiring waktu.

    Awal Mula Gangguan Dan Perjalanan Mencari Ilmu Kanuragan

    Kirno mulai tertarik mempelajari ilmu kanuragan pada 1986. Ia berkelana ke berbagai daerah, termasuk Trenggalek, Malang, dan Blitar, mencari guru spiritual yang diyakininya mampu mengajarkannya ilmu tinggi.

    Sayangnya, perjalanan spiritual yang dimaksud justru membuat kesehatan mental Kirno menurun. Setibanya di rumah, perilaku dan pikirannya berubah drastis, menunjukkan gejala yang sangat berbahaya bagi dirinya maupun lingkungan sekitar.

    Keluarga menyebut perubahan tersebut termasuk kecenderungan membunuh hewan ternak, merusak properti rumah, membakar batu nisan, hingga mengonsumsi benda-benda berbahaya seperti besi, api, dan bulu bangkai. Perilaku aneh ini membuat keluarga semakin khawatir akan keselamatan semua pihak.

    Baca Juga: Emosi Tak Dipinjamkan Uang, Jukir di Pontianak Bacok Teman Kerja

    Insiden Kekerasan Dan Keputusan Memasung

    Insiden Kekerasan Dan Keputusan Memasung 700

    Puncak kekerasan Kirno terjadi pada 12 Juli 2006. Saat itu, ia menyerang suami Sarti dengan gancu dan sabit, nyaris merenggut nyawa iparnya. Insiden ini menjadi titik balik bagi keluarga untuk mengambil keputusan ekstrem.

    Berbagai usaha pengobatan, termasuk alternatif ke Prigi, telah dicoba. Namun Kirno merasa dianiaya saat hendak diobati, sehingga pengobatan tidak efektif. Bahkan ia mampu pulang lebih cepat sebelum pendampingnya, memperlihatkan kondisi mental yang sulit dikendalikan.

    Keluarga akhirnya memutuskan memasung Kirno dalam kerangkeng panggung yang didesain tidak menyentuh tanah. Langkah ini dimaksudkan untuk meredam kekuatannya sekaligus menjaga keselamatan warga dan keluarga.

    Kehidupan Kirno Di Kerangkeng Dan Perawatan Keluarga

    Meski dipasung, keluarga memastikan kebutuhan dasar Kirno tetap terpenuhi. Makan tiga kali sehari, minum kopi, dan rokok tetap diberikan, menunjukkan bahwa tindakan ini bukan bentuk penelantaran, melainkan langkah pengamanan.

    Sarti menegaskan keluarga tidak menelantarkan Kirno, meski perilakunya mengancam keselamatan orang lain. Penempatan dalam kerangkeng dianggap sebagai solusi paling aman untuk semua pihak.

    Kisah Kirno menjadi pengingat akan risiko belajar ilmu spiritual secara ekstrem tanpa persiapan mental. Sementara masyarakat sekitar berharap langkah keluarga dapat menjaga keamanan sekaligus memberikan perhatian bagi Kirno agar tetap hidup dengan kebutuhan dasar terpenuhi.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari detik.com
  • Tak Sanggup Lagi, Warga Long Pujungan Bertahan 3 Tahun Tanpa Sinyal

    Bagikan

    Di tengah kemajuan teknologi komunikasi yang pesat, masih ada sudut negeri yang terabaikan, terputus sepenuhnya dari dunia luar.

    Tak Sanggup Lagi, Warga Long Pujungan Bertahan 3 Tahun Tanpa Sinyal

    ​Inilah kisah pilu warga Desa Long Pujungan, Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau, yang telah hidup dalam keterasingan digital selama hampir tiga tahun.​ Meski infrastruktur penunjang telah berdiri kokoh, sinyal seluler tak kunjung menyapa. Kisah mereka adalah cerminan ironi pembangunan, di mana asa akan konektivitas pupus di hadapan realitas yang pahit.

    Jelajahi rangkuman berita menarik dan terpercaya lainnya yang memperluas wawasan Anda secara eksklusif di .

    Menara “Pajangan” Tanpa Fungsi

    Yansui Sukuy, salah seorang warga Long Pujungan, mengungkapkan kekecewaannya. Desa mereka memiliki menara Base Transceiver Station (BTS), genset baru, dan bahkan panel surya sebagai penunjang. Namun, semua fasilitas itu seolah tak lebih dari sekadar “pajangan” semata, karena sinyal operator tak kunjung aktif dan berfungsi.

    “Tower ada, genset baru ada, solarnya ada. Tapi sinyal tidak ada. Ini sudah hampir tiga tahun tidak memancarkan sinyal lagi,” ujar Yansui kepada detikKalimantan. Pernyataan ini menggambarkan betapa frustrasinya warga melihat infrastruktur ada, namun tidak memberikan manfaat yang semestinya.

    Ironisnya, teknisi sempat beberapa kali datang untuk perbaikan, namun sifatnya hanya sementara. “Begitu teknisi naik, sinyal ada. Dua tiga hari teknisi turun, sinyal hilang lagi,” tambahnya. Kondisi ini membuat warga merasa dipermainkan oleh janji-janji perbaikan yang tak pernah tuntas.

    Tekanan Ekonomi Dan Solusi Mahal

    Ketiadaan sinyal seluler memaksa warga Long Pujungan untuk mencari alternatif yang mahal. Mereka kini bergantung pada layanan internet satelit Starlink milik perorangan, dengan sistem berbayar per jam. “Semenjak Telkomsel tidak berfungsi, masyarakat lari ke Starlink. Itu berbayar, ada yang Rp 5 ribu per jam,” tutur Yansui.

    Kondisi ini menambah beban ekonomi bagi masyarakat yang harus mengeluarkan biaya ekstra hanya untuk berkomunikasi. Padahal, kebutuhan komunikasi sangat mendesak, terutama bagi orang tua yang ingin menghubungi anak-anak mereka yang bersekolah di luar daerah.

    Situasi diperparah dengan gangguan pasokan listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menjadi tumpuan utama desa, dilaporkan rusak sejak tujuh bulan terakhir. Ini membuat akses komunikasi semakin sulit, sebab perangkat Starlink pun membutuhkan listrik untuk beroperasi.

    Baca Juga: Buntut Insiden Emak-Emak Diterkam, Buaya 2 Meter di Tarakan Akhirnya Ditangkap

    Lumpuhnya Komunikasi Dan Listrik

    Lumpuhnya Komunikasi Dan Listrik

    Kerusakan PLTA, ditambah dengan rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan genset desa, telah melumpuhkan hampir seluruh sistem komunikasi di Long Pujungan. “PLTA rusak, PLTS rusak, genset rusak. Jadi lumpuhlah semua komunikasi kami,” keluh Yansui, menggambarkan situasi desa mereka yang terisolasi.

    Satu-satunya harapan bagi sebagian warga adalah mereka yang memiliki genset pribadi, yang digunakan untuk menghidupkan perangkat Starlink. Namun, ini tentu bukan solusi berkelanjutan dan hanya bisa diakses oleh segelintir orang yang mampu.

    Kombinasi antara tidak adanya sinyal seluler dan lumpuhnya pasokan listrik menciptakan kondisi yang sangat berat bagi warga. Mereka merasa terputus dari dunia luar, kesulitan dalam berinteraksi, dan menghadapi tantangan besar dalam kehidupan sehari-hari.

    Koordinasi Dan Harapan Palsu

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malinau, Francis, membenarkan adanya kendala jaringan di Long Pujungan. Ia menjelaskan bahwa menara adalah milik Pemerintah Daerah (Pemda), sementara perangkat aktif BTS dan jaringan adalah tanggung jawab operator seluler, dalam hal ini Telkomsel.

    Francis menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan operator. “Memang ada tower milik Pemda yang kerja sama dengan Telkomsel. Informasi yang kami terima, ada kerusakan pada BTS. Nah, BTS ini tanggung jawab Telkomsel,” jelasnya, menunjuk pada pembagian tanggung jawab.

    Meskipun kerusakan telah dimonitor dan jadwal perbaikan sedang disusun, warga diminta untuk bersabar. “Mereka (Telkomsel) sudah tahu dan sedang mengatur jadwal ke sana untuk perbaikan. Ada komunikasi dengan kita,” ungkap Francis. Namun, setelah tiga tahun menanti, kesabaran warga mulai menipis di tengah janji yang tak kunjung terealisasi.

    Jangan lewatkan update berita seputar Kalimantan Indonesia serta beragam informasi menarik yang dapat memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari detik.com
  • Tak Mampu Bayar Utang, Kepala Desa Di Sintang Tertangkap Curi Motor

    Bagikan

    Tak mampu bayar utang, kepala desa di Sintang nekat mencuri motor, Kasus ini menggegerkan warga dan berujung proses hukum.

    Tak Mampu Bayar Utang, Kepala Desa Di Sintang Tertangkap Curi Motor 700

    Jabatan publik sering kali dipandang sebagai simbol kepercayaan dan tanggung jawab. Namun, tekanan ekonomi bisa menyeret siapa saja ke situasi yang tak terduga, termasuk mereka yang berada di posisi kepemimpinan.

    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan ekonomi pribadi dapat berdampak serius pada integritas dan hukum. Bagaimana kronologi kejadian ini dan apa konsekuensi hukum yang dihadapi? Simak ulasan lengkapnya dalam Kalimantan Indonesia berikut.

    Kepala Desa Di Sintang Tertangkap Curi Motor

    Seorang kepala desa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, berinisial SO, nekat mencuri sepeda motor warga akibat lilitan utang yang membebani dirinya. Peristiwa ini mengejutkan masyarakat setempat karena melibatkan sosok pemimpin desa.

    Kejadian bermula saat korban bernama Leju, 19 tahun, menginap di penginapan terapung Lanting Sepadan, Jalan Pattimura, Kelurahan Tanjung Puri, pada Minggu malam. Motor korban diparkir di area parkiran sebelum Leju masuk ke penginapan dan tertidur.

    Keesokan paginya, motor tersebut sudah hilang. Penjaga penginapan kemudian mengecek rekaman CCTV dan terlihat seorang tidak dikenal membawa kabur kendaraan. Kasus ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

    Proses Penyelidikan Dan Penangkapan

    Berdasarkan laporan korban, anggota Polairud Polres Sintang melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku. Identitas kepala desa berinisial SO akhirnya terungkap dan lokasi keberadaannya diketahui.

    SO ditangkap di salah satu warung di Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang. Penanganan perkara ini dilakukan oleh Satuan Polairud karena lokasi kejadian berada di wilayah perairan. Pelaku kemudian ditahan di Polres Sintang.

    Sepeda motor hasil curian berhasil disita dari rumah tersangka di Gang Bungur Pangeran Kuning, Kelurahan Pasar Inpres. Polisi memastikan bahwa barang curian belum sempat berpindah tangan.

    Baca Juga: DPRD Kalsel Perluas Layanan Hukum ke Desa, Warga Kini Bisa Akses Keadilan

    Motif Pencurian: Lilitan Utang

    Motif Pencurian: Lilitan Utang 700

    Dalam pemeriksaan, SO mengaku nekat mencuri motor karena terdesak utang kepada keluarganya. Tekanan finansial yang dirasakan diduga membuat pelaku mengambil keputusan drastis.

    Kasat Polairud Polres Sintang menyebut bahwa kemungkinan kepala desa mengalami kebuntuan pikiran sehingga melakukan tindakan ilegal. Meski menjabat pemimpin, tekanan pribadi mendorongnya melanggar hukum.

    Motif ekonomi ini menyoroti sisi rentan manusia yang berada di posisi publik. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa tekanan finansial dapat berdampak serius pada integritas dan reputasi.

    Proses Hukum Dan Ancaman Sanksi

    SO kini dijerat Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait dugaan pencurian dengan ancaman penjara hingga lima tahun. Polisi menegaskan bahwa tidak ada yang kebal hukum, termasuk pejabat publik.

    Pelaku kooperatif saat ditangkap dan tidak melakukan perlawanan. Barang bukti berupa sepeda motor disita dan diamankan sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan.

    Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Sintang karena melibatkan kepala desa. Selain itu, kejadian ini menekankan pentingnya pengawasan dan integritas pejabat publik, serta pelajaran bagi masyarakat mengenai konsekuensi tindakan kriminal.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari kabar-malaka.com
  • |

    Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Dan Petir Di Kalbar 7-8 Januari

    Bagikan

    BMKG keluarkan peringatan hujan disertai petir di Kalimantan Barat pada 7-8 Januari 2026, warga diminta waspada dan siaga.

    Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Dan Petir Di Kalbar 7-8 Januari 700

    BMKG mengingatkan warga Kalimantan Barat untuk siaga menghadapi hujan disertai petir pada 7-8 Januari 2026. Cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan banjir lokal dan risiko petir. Sehingga masyarakat diimbau menyesuaikan aktivitas luar ruangan dan memastikan keselamatan keluarga serta properti tetap terjaga.

    Informasi Kalimantan Indonesia ini menjadi pengingat penting agar setiap warga tetap waspada selama periode hujan deras.

    BMKG Prediksi Hujan Dan Petir Di Kalimantan Barat

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Memperingatkan warga Kalimantan Barat agar siaga terhadap potensi hujan dan petir selama beberapa hari ke depan.

    Kondisi cuaca diperkirakan berlangsung dari Rabu (7/1/2026) hingga Kamis (8/1/2026) dengan intensitas hujan ringan hingga disertai petir di sejumlah wilayah. Secara umum, provinsi ini akan didominasi oleh cuaca berawan dan hujan ringan, dengan suhu udara yang cenderung hangat dan kelembapan tinggi.

    Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan aktivitas luar ruangan serta tetap waspada terhadap potensi bencana lokal akibat hujan deras atau petir.

    Prakiraan Cuaca Hari Rabu (7 Januari 2026)

    BMKG merinci prakiraan cuaca di kabupaten dan kota di Kalimantan Barat untuk Rabu (7/1/2026). Beberapa wilayah mengalami hujan petir, seperti Sanggau, Ketapang, Sintang, Sekadau, dan Pontianak, dengan suhu berkisar antara 23–31 derajat Celsius. Kabupaten lain seperti Sambas, Mempawah, Kapuas Hulu, Bengkayang, Landak, Melawi, dan Kubu Raya diprakirakan mengalami hujan ringan, sementara Kayong Utara dan Melawi berawan.

    Di kota-kota besar, Kota Pontianak diprediksi hujan petir dengan kelembapan 70–98 persen, sedangkan Kota Singkawang hujan ringan dengan kelembapan 70–97 persen. Cuaca ini menunjukkan pola distribusi hujan yang bervariasi, sehingga warga disarankan memantau prakiraan secara berkala.

    Baca Juga: Dugaan Korupsi Tambang Bauksit, Kejati Kalbar Geledah 5 Kantor

    Prakiraan Cuaca Hari Kamis (8 Januari 2026)

    Prakiraan Cuaca Hari Kamis (8 Januari 2026) 700

    Cuaca di Kalimantan Barat pada Kamis (8/1/2026) diperkirakan masih dipengaruhi hujan, meski sebagian besar wilayah mengalami hujan ringan. Kabupaten Sekadau menjadi wilayah dengan potensi hujan sedang, sementara kota-kota seperti Pontianak dan Singkawang diperkirakan hujan ringan dengan kelembapan tinggi, 75–98 persen.

    Suhu udara pada hari Kamis berkisar antara 22–31 derajat Celsius di hampir seluruh kabupaten. Kondisi ini mencerminkan cuaca hangat namun lembap, sehingga potensi hujan lokal dan petir tetap perlu diwaspadai, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

    Imbauan BMKG Untuk Warga Kalbar

    BMKG mengimbau masyarakat Kalimantan Barat untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca melalui kanal resmi dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari. Warga diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan petir, memastikan keamanan rumah, serta menyiapkan perlindungan terhadap kemungkinan banjir lokal.

    Peringatan ini menjadi langkah preventif agar risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan. Dengan memahami prakiraan cuaca, masyarakat dapat lebih bijak dalam merencanakan aktivitas, menjaga keselamatan keluarga, dan tetap produktif meskipun cuaca tidak menentu.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari kompas.com
    • Gambar Kedua dari antaranews.com