Tahun Baru 2026 di Pontianak Tanpa Pesta Kembang Api Simak Faktanya

Bagikan

Menjelang Tahun Baru 2026, Pontianak memutuskan tanpa pesta kembang api untuk menjaga ketenangan dan keselamatan warga kota.

Tahun Baru 2026 di Pontianak Tanpa Pesta Kembang Api Simak Faktanya

Pemkot Pontianak mengambil langkah tegas jelang malam Tahun Baru 2026 dengan menerbitkan kebijakan baru terkait kembang api dan petasan. Kebijakan ini bertujuan menjaga ketenteraman masyarakat serta mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kondisi sosial yang ada.

Berikut ini Kalimantan Indonesia akan menyelami lebih dalam isi dan alasan di balik keputusan penting ini.

Larangan Pesta Kembang Api Dan Petasan

​Pemkot Pontianak telah resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) yang melarang keras segala bentuk pesta kembang api dan petasan pada malam pergantian Tahun Baru 2026.​ Larangan ini mencakup semua aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif dan bermakna.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah wujud nyata simpati dan empati terhadap saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana alam di berbagai daerah. Dengan tidak menyelenggarakan perayaan yang meriah, Pontianak turut berbagi rasa keprihatinan. Ini adalah cara kota menunjukkan solidaritasnya.

Selain itu, keputusan ini juga bertujuan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh warga Pontianak selama momen pergantian tahun. Dengan meniadakan potensi keramaian dan risiko yang mungkin timbul dari penggunaan kembang api, diharapkan malam tahun baru dapat berjalan aman. Ketertiban lingkungan menjadi prioritas utama.

Pembatasan Aktivitas Lain Dan Kontrol Suara

Tidak hanya kembang api, SE Nomor 68 Tahun 2025 yang diberlakukan selama rangkaian perayaan Tahun Baru 2026 juga mengatur pembatasan penggunaan musik atau sound system. Kebijakan ini diberlakukan secara ketat untuk menghindari potensi kebisingan berlebihan yang dapat mengganggu lingkungan. Tujuannya adalah memastikan kenyamanan semua.

Secara spesifik, volume suara tidak diperkenankan melebihi 55 desibel setelah pukul 22.00 WIB. Aturan ini dirancang untuk menjaga ketenangan lingkungan tempat tinggal dan memastikan bahwa perayaan tidak mengorbankan hak masyarakat untuk beristirahat. Keseimbangan antara perayaan dan ketenteraman menjadi fokus utama.

Lebih lanjut, peredaran, penyimpanan, dan penjualan minuman beralkohol atau minuman keras tanpa izin juga dilarang keras selama perayaan malam tahun baru. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban yang seringkali terkait dengan konsumsi alkohol berlebihan. Pengendalian ketat ini diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih aman.

Baca Juga: UMP Kaltim 2026 Naik Jadi Rp 3,76 Juta, UMK Tertinggi Sentuh Rp 4,39 Juta

Pengawasan Ketat Dan Langkah Preventif

Pengawasan Ketat Dan Langkah Preventif

Untuk memastikan implementasi kebijakan ini berjalan efektif, Pemkot Pontianak akan melakukan pengawasan ketat. Kolaborasi erat antara Pemkot, TNI, dan Polri akan menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan kondisi yang terkendali di seluruh wilayah kota.

Pendekatan yang akan dikedepankan adalah langkah-langkah persuasif dan preventif. Artinya, penekanan akan diberikan pada edukasi dan pencegahan, bukan semata-mata penindakan. Harapannya, masyarakat dapat secara sukarela mematuhi aturan demi kebaikan bersama. Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah.

Dengan adanya pengawasan terpadu dan pendekatan preventif ini, Pemkot Pontianak berharap perayaan malam tahun baru dapat berjalan aman dan kondusif. Kerjasama seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan untuk mewujudkan suasana yang tertib, aman, dan nyaman bagi semua. Ini adalah upaya kolektif demi Pontianak yang lebih baik.

Ajakan Positif Untuk Masyarakat Pontianak

Wali Kota Pontianak mengimbau seluruh masyarakat untuk menyambut malam pergantian tahun dengan cara yang positif dan sederhana. Ini adalah kesempatan untuk merefleksikan diri dan memulai tahun baru dengan semangat kebersamaan yang lebih bermakna. Kesederhanaan bisa jadi lebih indah dan berkesan.

Penting untuk tetap menjaga ketertiban dan ketenteraman lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Malam tahun baru bisa menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi dan melakukan kegiatan yang lebih positif. Ini adalah ajakan untuk menciptakan tradisi baru yang lebih positif.

Melalui kebijakan ini, Pemkot Pontianak tidak hanya ingin mengatur, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya solidaritas dan kepedulian. Diharapkan, malam pergantian tahun baru 2026 akan menjadi momen yang tenang, aman, dan penuh makna bagi seluruh warga Pontianak. Mari sambut tahun baru dengan bijak dan penuh harapan.

Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari kalbar.antaranews.com

Similar Posts

  • Kapolri Serahkan Sapi Limosin Pada Peringatan 5 Rajab di Kalsel

    Bagikan

    Kapolri Indonesia memberikan sumbangan seekor sapi jenis limosin untuk peringatan 5 Rajab yang digelar di Kalimantan Selatan.

    Kapolri Serahkan Sapi Limosin Pada Peringatan 5 Rajab di Kalsel

    Setiap tahunnya, ribuan jemaah dari berbagai daerah datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan religi yang sarat makna spiritual dan budaya.

    Acara ini tidak hanya menjadi momentum peringatan sejarah Islam, tetapi juga ajang silaturahmi antara ulama, tokoh masyarakat, dan pemerintah.

    Nuansa kebersamaan dan kekhidmatan selalu terasa, menjadikan 5 Rajab sebagai salah satu agenda keagamaan terbesar di wilayah tersebut.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Kapolri Berikan Perhatian Khusus

    Dalam pelaksanaan 5 Rajab tahun ini, perhatian publik tertuju pada kontribusi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyumbangkan seekor sapi limosin untuk acara tersebut.

    Sumbangan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan acara sekaligus wujud kepedulian Polri terhadap kegiatan keagamaan masyarakat.

    Kehadiran bantuan dari Kapolri ini disambut hangat oleh panitia dan tokoh agama setempat karena dinilai sebagai simbol kedekatan aparat negara dengan masyarakat dalam kegiatan bernuansa spiritual.

    Kehadiran sumbangan tersebut disambut hangat oleh panitia dan masyarakat, karena dinilai mencerminkan kepedulian serta penghormatan terhadap nilai-nilai religius yang hidup di tengah masyarakat.

    Makna Sapi Limosin Dalam Kegiatan Keagamaan

    Sapi limosin yang disumbangkan bukan sekadar hewan kurban biasa. Jenis sapi ini dikenal memiliki ukuran besar dan kualitas daging yang baik, sehingga dianggap layak untuk kegiatan berskala besar seperti peringatan 5 Rajab.

    Dalam konteks keagamaan, sumbangan hewan untuk acara semacam ini dimaknai sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial. Daging sapi tersebut nantinya dibagikan kepada jemaah dan masyarakat sekitar, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh banyak orang.

    Hal ini mencerminkan nilai berbagi dan kepedulian sosial yang menjadi inti dari banyak ajaran keagamaan, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

    Baca Juga: Kejati Kalbar Geledah Perusda, Usut Dugaan Korupsi Kantor

    Apresiasi Dari Ulama dan Masyarakat

    Kapolri Serahkan Sapi Limosin Pada Peringatan 5 Rajab di Kalsel
    Panitia pelaksana dan tokoh agama di Kalimantan Selatan menyampaikan apresiasi atas sumbangan yang diberikan Kapolri. Mereka menilai bantuan tersebut sangat membantu kelancaran pelaksanaan peringatan 5 Rajab yang dihadiri jemaah dalam jumlah besar. Dukungan ini dianggap memperkuat semangat kebersamaan antara aparat negara dan masyarakat.

    Tokoh agama setempat juga berharap sinergi seperti ini terus terjalin di masa mendatang. Menurut mereka, keterlibatan berbagai pihak, termasuk institusi negara, dapat memperkuat pesan-pesan keagamaan tentang persatuan, kepedulian, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

    Sumbangan dari Kapolri mendapatkan apresiasi luas dari para ulama, tokoh adat, dan masyarakat Kalimantan Selatan. Mereka menilai langkah tersebut sebagai contoh sinergi positif antara aparat negara dan masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan.

    Selain itu, perhatian dari pejabat tinggi negara dinilai mampu memperkuat semangat kebersamaan serta meningkatkan rasa aman dan nyaman selama pelaksanaan acara. Banyak pihak berharap dukungan seperti ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

    Penguatan Hubungan Polri & Masyarakat

    Partisipasi Kapolri dalam mendukung acara 5 Rajab juga memiliki makna strategis dalam mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

    Melalui pendekatan kultural dan religius, Polri menunjukkan bahwa kehadirannya tidak hanya sebatas penegakan hukum. Tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

    Dukungan terhadap kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik. Menciptakan kedekatan emosional, serta menjaga stabilitas dan kerukunan di daerah.

    Dengan semangat kebersamaan tersebut, peringatan 5 Rajab di Kalimantan Selatan kembali menjadi simbol persatuan dan nilai-nilai luhur yang terus dijaga bersama.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari regional.kompas.com
    • Gambar Kedua dari genpi.co
  • Jalan Ambles 50 Meter! Akses Waduk Samboja Putus Total, Wisatawan Terjebak Krisis!

    Bagikan

    Longsor hebat membuat jalan ambles 50 meter, akses Waduk Samboja terputus total, wisatawan dan warga terjebak krisis serius.

    Jalan Ambles 50 Meter! Akses Waduk Samboja Putus Total, Wisatawan Terjebak Krisis!

    Waduk Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi sorotan setelah akses jalan utamanya putus akibat longsor, Minggu (14/12/2025). Kejadian ini mengganggu ratusan warga dan wisatawan, memicu isolasi wilayah serta kekhawatiran soal keselamatan, infrastruktur, dan aktivitas tambang di sekitar.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Kronologi Bencana Dahsyat

    Longsor bermula sejak beberapa hari sebelumnya dengan retakan kecil di permukaan jalan. Puncaknya datang Minggu sore sekitar pukul 16.00 Wita, ketika tanah bergeser masif hingga jalan aspal terangkat dan ambruk ke tebing bawah. Panjang kerusakan mencapai 50 meter di dua titik, meninggalkan jurang menganga yang tak bisa dilalui kendaraan apa pun.​

    Kondisi memburuk cepat karena hujan deras sebelumnya meresap ke tanah lempung. Warga Desa Karya Jaya dan Kelurahan Sungai Seluang pertama kali melaporkan getaran aneh. Pemerintah daerah segera menutup jalur untuk mencegah korban jiwa, meski belum ada laporan kerugian materi signifikan.​

    Video viral di media sosial mempercepat penyebaran berita, menunjukkan longsor secara real-time. Ribuan netizen berbagi kekhawatiran, sementara otoritas Kukar mengerahkan tim survei awal. Respons cepat ini setidaknya membatasi korban, tapi meninggalkan trauma bagi pengguna jalan rutin.​

    Lokasi Dan Dampak Ekonomi

    Jalan terdampak berada di Desa Karya Jaya, Samboja, menghubungkan dari Sungai Seluang ke waduk ikonik ini. Waduk Samboja bukan hanya sumber air irigasi, tapi destinasi wisata populer dengan pemandangan bendungan megah. Akses putus total mengisolasi warga setempat dari pusat kota.​

    Ekonomi lokal lumpuh karena pedagang makanan dan penyedia jasa wisata kehilangan pendapatan harian. Wisatawan batal datang, memukul sektor UMKM di sekitar waduk yang biasa ramai akhir pekan. Petani juga kesulitan mengangkut hasil panen melalui jalur alternatif yang berliku.​

    Jalur alternatif melalui Wonotirto-Desa Karya Jaya dan simpang Waduk Kampung jadi solusi sementara. Namun, jarak tambahan 10-15 km menambah biaya bahan bakar bagi warga. Pemulihan ekonomi butuh waktu, terutama jika perbaikan jalan molor.​

    Dugaan Penyebab Utama

     Jalan Ambles 50 Meter! Akses Waduk Samboja Putus Total, Wisatawan Terjebak Krisis!

    Aktivitas tambang ilegal di Samboja Barat jadi biang kerok utama, menurut keluhan warga. Getaran alat berat dan penggalian tanah merusak kestabilan lereng, ditambah curah hujan tinggi. Sebulan lalu, operasi Bareskrim razia tambang liar, tapi longsor tetap terjadi.​

    Tanah lempung khas wilayah ini rentan longsor saat jenuh air. Kurangnya drainase dan vegetasi di pinggir jalan memperparah situasi. Ahli geologi lokal menduga kombinasi faktor manusia dan alam jadi pemicu, mirip kasus longsor sebelumnya di Kukar.​

    Pemerintah Kukar janji investigasi mendalam terhadap tambang. Data BPBD Kaltim catat longsor meningkat 20% tahun ini akibat cuaca ekstrem. Pencegahan jangka panjang butuh pemantauan rutin dan relokasi aktivitas berisiko.​

    Respons Pemerintah Dan Solusi

    Dinas PU Kukar kerahkan tim teknis untuk assesment, estimasi biaya perbaikan Rp 5-7 miliar. Penutupan total jalur berlaku hingga aman, dengan rambu peringatan dan pos pengaman. Warga diimbau gunakan jalur alternatif sambil pantau update resmi.​

    Gubernur Kaltim instruksikan percepatan bantuan logistik ke desa terdampak. BPBD koordinasi evakuasi jika diperlukan, plus edukasi bencana. Komunitas lokal bentuk posko darurat untuk bantu tetangga terisolasi.​

    Ke depan, solusi permanen termasuk tembok penahan dan drainase modern. Pemerintah pusat diminta dana darurat infrastruktur. Warga harap kejadian ini jadi pelajaran agar wisata Waduk Samboja tak lagi terancam.​

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari prokal.co
    • Gambar Kedua dari metrokaltim.com
  • BMKG Peringatkan 3 Siklon Tropis, Kaltara Diminta Siaga Hujan Lebat

    Bagikan

    BMKG mengimbau kewaspadaan terhadap dampak tiga siklon tropis, Kalimantan Utara berpotensi dilanda hujan lebat, angin, dan cuaca ekstrem.

    BMKG Peringatkan 3 Siklon Tropis, Kaltara Diminta Siaga

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan kewaspadaan menyusul kemunculan tiga siklon tropis yang memengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia. Salah satu daerah yang diminta meningkatkan kewaspadaan adalah Kalimantan Utara (Kaltara), yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Kemunculan Tiga Siklon Tropis

    BMKG menjelaskan bahwa saat ini terpantau tiga siklon tropis aktif di sekitar wilayah Indonesia. Keberadaan siklon-siklon tersebut memengaruhi dinamika atmosfer, terutama dalam pembentukan awan hujan.

    Meskipun pusat siklon tidak berada tepat di atas wilayah Indonesia, dampak tidak langsungnya dapat dirasakan di berbagai daerah. Tarikan massa udara dan peningkatan kecepatan angin menjadi faktor utama pemicu cuaca ekstrem.

    BMKG terus memantau pergerakan dan intensitas siklon tropis tersebut secara berkala. Informasi terbaru disampaikan kepada masyarakat agar dapat dijadikan dasar dalam mengambil langkah antisipasi.

    Potensi Dampak Cuaca Ekstrem di Kaltara

    Kalimantan Utara termasuk wilayah yang berpotensi terdampak signifikan akibat pengaruh tiga siklon tropis tersebut. BMKG memprediksi terjadinya hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Kaltara.

    Curah hujan tinggi berisiko memicu banjir di daerah dataran rendah dan wilayah aliran sungai. Selain itu, kawasan perbukitan juga rawan mengalami tanah longsor akibat kondisi tanah yang jenuh air.

    BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang dan peningkatan tinggi gelombang di perairan sekitar Kaltara. Kondisi ini dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional.

    Baca Juga: Puluhan Lapak Liar Dibongkar, Otorita IKN Tegaskan Pentingnya Perizinan

    Imbauan BMKG kepada Masyarakat

    Imbauan BMKG kepada Masyarakat

    BMKG mengimbau masyarakat Kaltara untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

    Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor disarankan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah-langkah seperti membersihkan saluran air dan menyiapkan kebutuhan darurat dinilai penting.

    BMKG juga mengingatkan agar masyarakat segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda bencana. Koordinasi yang baik antara warga dan aparat menjadi faktor penting dalam penanganan darurat.

    Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah

    Pemerintah daerah Kalimantan Utara diminta untuk mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem. Koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam memastikan kesiapan daerah.

    BPBD bersama instansi terkait diharapkan telah menyiapkan rencana kontinjensi, termasuk kesiapan personel, peralatan, dan lokasi pengungsian. Langkah ini dinilai penting untuk merespons cepat jika terjadi bencana.

    Pemerintah daerah juga diimbau untuk aktif menyosialisasikan peringatan dini kepada masyarakat. Informasi yang cepat dan akurat dapat membantu mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material.

    Pentingnya Literasi Cuaca dan Mitigasi Bencana

    Fenomena tiga siklon tropis ini kembali menegaskan pentingnya literasi cuaca di tengah masyarakat. Pemahaman yang baik terhadap peringatan dini dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat.

    BMKG menekankan bahwa mitigasi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Kesadaran kolektif menjadi fondasi dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem.

    Dengan kesiapsiagaan dan kerja sama semua pihak, dampak buruk dari fenomena siklon tropis dapat diminimalkan. Kewaspadaan dini diharapkan mampu menjaga keselamatan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat di Kalimantan Utara.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Pertama dari detikcom
    2. Gambar Kedua dari Realita Bengkulu
  • |

    DKUKMP Balikpapan Hadapi Krisis Anggaran, UMKM Jadi Prioritas Utama

    Bagikan

    DKUKMP Balikpapan menghadapi krisis anggaran, tetapi tetap memprioritaskan UMKM agar ekonomi lokal terus bertahan dan berkembang.

     DKUKMP Balikpapan Hadapi Krisis Anggaran, UMKM Jadi Prioritas Utama

    Di tengah efisiensi anggaran, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Balikpapan tetap berkomitmen. Meskipun anggaran dipangkas hampir 40%, program pembinaan UMKM tetap dijalankan. Langkah strategis ini memastikan roda ekonomi kecil terus berputar, meskipun menghadapi tantangan finansial.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Anggaran Dipangkas, Program Baru Ditiadakan

    Balikpapan dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran yang mengharuskan setiap dinas berpikir keras. DKUKMP Balikpapan menjadi salah satu pihak yang merasakan dampaknya, dengan total anggaran tahun 2026 yang hanya sebesar Rp13 miliar. Angka ini turun drastis hampir 40% dibandingkan anggaran tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp28 miliar.

    Kepala DKUKMP Kota Balikpapan, Heruressandy, menjelaskan bahwa kondisi ini langsung berdampak pada pengurangan kegiatan yang direncanakan. “Dengan pengurangan anggaran hampir 40 persen, kami hanya bisa melaksanakan sekitar 60 persen program,” ujarnya, Rabu, 7 Januari 2026. Artinya, sekitar 10 kegiatan tidak dapat dilaksanakan.

    Sebagai konsekuensi dari efisiensi anggaran, DKUKMP Balikpapan memastikan tidak akan menambah program baru pada tahun 2026. Fokus utama adalah mengoptimalkan program yang sudah ada dan dianggap paling vital bagi kelangsungan UMKM di Kota Balikpapan. Langkah ini menunjukkan prioritas yang jelas di tengah keterbatasan finansial.

    Fokus Pada Hulu Dan Legalitas UMKM

    Meskipun anggaran terbatas, DKUKMP Balikpapan memiliki strategi khusus. Mereka memilih untuk memangkas belanja rutin, terutama pada sektor administrasi perkantoran dan kepegawaian. Langkah ini diambil agar program strategis yang bersentuhan langsung dengan pelaku koperasi dan UMKM tetap dapat berjalan tanpa hambatan berarti.

    Heruressandy menekankan bahwa DKUKMP akan tetap berupaya mempertahankan program pengembangan koperasi, UMKM, dan industri kecil, khususnya pada tahap hulu. “Untuk pengembangan koperasi dan UMKM, terutama di tahap hulu seperti perizinan, legalitas, dan pendampingan, itu masih kami pertahankan,” jelasnya. Ini menunjukkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan dasar pelaku usaha.

    Fokus diarahkan pada aspek-aspek krusial seperti perizinan, legalitas usaha, serta pendampingan bagi pelaku usaha. Aspek-aspek ini dianggap fundamental dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan membantu UMKM bertumbuh secara berkelanjutan. Dengan fondasi yang kuat, UMKM diharapkan mampu bertahan dan berkembang.

    Baca Juga: Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Dan Petir Di Kalbar 7-8 Januari

    Komitmen Kuat Dukung Pertumbuhan Ekonomi

     Komitmen Kuat Dukung Pertumbuhan Ekonomi

    Heruressandy menegaskan, meskipun terjadi keterbatasan anggaran, DKUKMP tetap berkomitmen penuh. Mereka akan terus mendukung pertumbuhan koperasi dan UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah Balikpapan. “Efisiensi internal kami lakukan agar pelayanan kepada pelaku usaha tidak terganggu,” tandasnya.

    Komitmen ini diwujudkan melalui pengelolaan anggaran yang lebih selektif dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberikan dampak positif yang maksimal bagi pelaku usaha. Ini adalah pendekatan pragmatis untuk memastikan efektivitas program di tengah situasi fiskal yang menantang.

    Dengan strategi ini, DKUKMP Balikpapan berharap program pembinaan koperasi dan UMKM tetap memberikan kontribusi signifikan. Meskipun ruang fiskal daerah terbatas, mereka optimis UMKM dapat terus berdaya dan menjadi pilar ekonomi yang kokoh bagi Kota Balikpapan.

    Harapan Untuk Dampak Positif Berkelanjutan

    Kepala DKUKMP Balikpapan Heruressandy berharap bahwa dengan manajemen anggaran yang cermat, dampak positif dapat terus dirasakan. Program-program yang dipertahankan harus mampu mendorong inovasi dan daya saing UMKM di Balikpapan, sekalipun tanpa penambahan program baru.

    Diharapkan, dengan efisiensi yang dilakukan, sektor UMKM di Balikpapan dapat menunjukkan resiliensi. Kemampuan beradaptasi dan inovasi dari para pelaku usaha akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi yang ada, didukung oleh program-program inti dari DKUKMP.

    Ke depan, koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan pihak terkait lainnya akan menjadi esensial. Sinergi ini akan memastikan bahwa setiap kebijakan dan program dapat berjalan optimal, mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Balikpapan.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari kaltim.tribunnews.com
    • Gambar Kedua dari kaltim.pikiran-rakyat.com
  • Mahasiswi ULM yang Jasadnya Ditemukan di Selokan Diduga Dibunuh Oknum Polisi

    Bagikan

    Warga di sekitar lokasi penemuan dibuat geger setelah sesosok jasad perempuan ditemukan tergeletak di sebuah selokan dalam kondisi mengenaskan.

    Mahasiswi ULM yang Jasadnya Ditemukan di Selokan Diduga Dibunuh Oknum Polisi

    Belakangan diketahui, korban merupakan mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang sebelumnya dilaporkan tidak pulang ke rumah. Penemuan jasad tersebut langsung menarik perhatian publik karena lokasi kejadian berada di area yang cukup ramai dilalui warga.

    Aparat kepolisian yang menerima laporan segera melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan identitas korban serta penyebab kematiannya. Suasana duka dan keprihatinan menyelimuti keluarga korban serta lingkungan kampus tempat korban menimba ilmu.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat

    Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah muncul dugaan keterlibatan seorang oknum anggota kepolisian. Informasi tersebut mencuat seiring hasil penyelidikan awal yang menemukan sejumlah kejanggalan terkait kronologi kematian korban.

    Dugaan ini tentu menimbulkan keprihatinan publik, mengingat aparat penegak hukum seharusnya menjadi pelindung masyarakat.

    Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara objektif dan transparan, tanpa pandang bulu. Oknum yang diduga terlibat telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap perannya dalam kasus ini.

    Prinsip praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi, namun penyidik berkomitmen untuk mengungkap fakta secara menyeluruh. Dugaan keterlibatan aparat dalam kasus ini menimbulkan keprihatinan publik sekaligus tuntutan agar institusi kepolisian bersikap terbuka dan profesional.

    Proses Penyelidikan yang Terus Berjalan

    Penyidik kini fokus mengumpulkan bukti-bukti pendukung, termasuk hasil autopsi, rekaman kamera pengawas, serta keterangan saksi yang terakhir melihat korban.

    Autopsi menjadi bagian penting untuk memastikan penyebab pasti kematian korban dan apakah terdapat unsur kekerasan. Selain itu, tim penyidik juga menelusuri aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

    Di sisi lain, Universitas Lambung Mangkurat menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya mahasiswi mereka. Pihak kampus menyatakan siap mendukung proses hukum serta memberikan pendampingan moral kepada keluarga korban. Universitas juga menegaskan komitmennya untuk melindungi mahasiswa dan mendorong pengungkapan kasus ini secara adil.

    Termasuk komunikasi terakhir dan pergerakannya. Langkah ini dilakukan untuk menyusun rangkaian peristiwa secara utuh dan mengungkap motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.

    Baca Juga: Borneo Mendunia! Kalimantan Timur Guncang Pasar Global Dengan Ekspor Rp37 Miliar!

    Harapan Keadilan Penegakan Hukum

    Harapan Keadilan Penegakan Hukum

    Masyarakat luas berharap agar proses hukum dalam kasus ini berjalan secara adil, transparan, dan profesional. Jika terbukti ada keterlibatan oknum aparat, publik menuntut agar sanksi tegas dijatuhkan sesuai hukum yang berlaku.

    Kasus ini diharapkan menjadi momentum bagi institusi terkait untuk memperkuat integritas dan kepercayaan publik. Keadilan bagi korban dan keluarganya menjadi hal utama yang harus diperjuangkan, sekaligus menjadi pelajaran penting agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.

    Dengan penegakan hukum yang tegas dan terbuka, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum diharapkan dapat kembali pulih.

    Reaksi Publik dan Lingkungan Kampus

    Kasus ini memicu reaksi luas dari masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan sivitas akademika ULM. Banyak pihak menyampaikan duka mendalam sekaligus menuntut keadilan bagi korban.

    Di lingkungan kampus, sejumlah mahasiswa menyuarakan keprihatinan dan berharap agar kasus ini diusut tuntas tanpa ada upaya menutup-nutupi fakta. Kekhawatiran juga muncul terkait rasa aman, terutama bagi mahasiswa perempuan.

    Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya perlindungan dan pengawasan yang lebih kuat terhadap keselamatan mahasiswa, baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari regional.kompas.com
    • Gambar Kedua dari genpi.co
  • Terbongkar! Lahan Sawit Ilegal di Sanggau Disegel, Perusahaan Terancam Sanksi Berlapis!

    Bagikan

    Pemkab Sanggau menyegel lahan sawit ilegal milik PT CUT, mengirim peringatan tegas dan ancaman sanksi berlapis.

     Terbongkar! Lahan Sawit Ilegal di Sanggau Disegel, Perusahaan Terancam Sanksi Berlapis!​

    Pemkab Sanggau menindak tegas PT CUT yang menanam sawit di area terlarang dengan menyegel 60 hektare lahan. Langkah ini menjadi peringatan bagi perusahaan lain sekaligus menunjukkan komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan menegakkan hukum, menekankan pentingnya kepatuhan regulasi demi keberlanjutan investasi dan lingkungan.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.

    Pelanggaran Serius di Area Konservasi

    Sekda Sanggau, Aswin Khatib, memimpin penyegelan 60 hektare lahan sawit PT CUT pada Kamis (15/1/2026). Lahan di Desa Sungai Muntik, Kecamatan Kapuas, masuk zona Peta Indikatif Penghentian Pemberian Izin Baru (PIPPIB), area yang dilindungi dan dilarang aktivitas penanaman baru demi menjaga ekosistem.

    Aswin Khatib menegaskan bahwa lahan tersebut tidak pernah diberikan izin oleh pemerintah daerah untuk digarap. Statusnya sebagai area PIPPIB tahun 2025 berarti tidak boleh ada aktivitas perkebunan, terlepas dari kepemilikan tanah. Pelanggaran ini dianggap serius karena berpotensi merusak fungsi lingkungan dan mengganggu tata ruang yang telah ditetapkan.

    Tindakan penyegelan ini menunjukkan bahwa Pemkab Sanggau tidak akan mentolerir pelanggaran aturan tata ruang, terutama yang berkaitan dengan area konservasi. Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah praktik serupa di masa mendatang.

    Ancaman Sanksi Berat Menanti Pelanggar

    Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penataan Ruang, perusahaan yang melanggar dapat dikenakan sanksi berlapis. Sanksi administrasi dimulai dengan surat peringatan maksimal tiga kali, sebagai upaya persuasif awal. Namun, jika peringatan diabaikan, konsekuensi lebih berat akan menanti.

    Sanksi paling berat mencakup pencabutan izin usaha hingga pidana berlapis disertai denda besar. Aswin Khatib menegaskan bahwa ulah perusahaan ini berdampak pada kerusakan lingkungan dan perkebunan, sehingga pasal berlapis akan diterapkan. Hal ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menindak tegas pelaku perusakan lingkungan.

    Dadan Sumarna, Kepala Bidang Tata Ruang dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Sanggau, menambahkan bahwa selain sanksi, perusahaan wajib mencabut sawit yang ditanam di lahan PIPPIB. Mereka juga diwajibkan menanam kembali tanaman hutan atau buah-buahan lokal untuk mengembalikan kondisi ekosistem seperti semula.

    Baca Juga: Bupati Sintang Geram, Harga Gas Melon Tembus Rp 45.000 Dan Agen Absen Rapat

    Pemkab Sanggau Beri Tenggat Waktu Dan Monitor Ketat

     Pemkab Sanggau Beri Tenggat Waktu Dan Monitor Ketat​

    Pemkab Sanggau memberikan waktu satu minggu bagi PT CUT untuk mencabut seluruh tanaman sawit di area terlarang tersebut. Tenggat waktu ini diberikan agar perusahaan dapat segera mematuhi instruksi pemerintah. Jika tidak, tindakan lanjutan akan diambil sesuai prosedur yang berlaku.

    Minggu depan, tim gabungan yang dipimpin oleh Sekda Aswin Khatib akan kembali ke lokasi untuk melakukan pengecekan ulang. Monitoring ketat ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua permintaan Pemkab telah dilaksanakan oleh perusahaan. Komitmen pengawasan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menegakkan aturan.

    Kacuk Fitrianto dari Disbunnak Sanggau menjelaskan bahwa PT CUT sebenarnya telah memiliki izin perkebunan, namun terjadi stagnasi dan pengambilalihan oleh pemilik baru. Lokasi penyegelan adalah area di luar atau tidak disetujui untuk perkebunan, yang berada di luar batas izin yang diberikan pemerintah.

    Penegakan Aturan Demi Lingkungan Dan Kedaulatan Hukum

    Pelanggaran ini juga berpotensi melanggar Undang-undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, yang mewajibkan setiap perusahaan memiliki Izin Usaha Perkebunan yang ditetapkan pemerintah. Tanpa izin di lokasi yang disegel, perusahaan dapat dikenakan pidana maksimal lima tahun penjara dan denda Rp10 miliar, sesuai Pasal 107.

    Tindakan tegas Pemkab Sanggau ini adalah bagian dari upaya lebih luas untuk melindungi lingkungan dan memastikan kepatuhan hukum di sektor perkebunan. Ini menjadi preseden penting bagi perusahaan lain agar lebih berhati-hati dalam setiap kegiatan usahanya.

    Pemerintah berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Penegakan aturan yang transparan dan adil adalah kunci untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Sanggau.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari wartapontianak.pikiran-rakyat.com