Banjir bandang melanda Kalimantan Selatan, menenggelamkan ratusan desa, memaksa ribuan warga mengungsi, status darurat pun diperpanjang.
Bencana banjir kembali menerjang Kalimantan Selatan, khususnya wilayah Kabupaten Banjar, meninggalkan jejak kehancuran yang meluas. Sedikitnya 121 desa dan kelurahan kini tenggelam, mengancam lebih dari 122.000 jiwa. Situasi darurat ini telah memaksa pemerintah memperpanjang status tanggap darurat, menandakan keseriusan krisis yang melanda.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Kalimantan di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Kalimantan Indonesia.
Ratusan Desa Terendam, Puluhan Ribu KK Terdampak
Sejak awal Januari 2026, banjir besar telah melanda Kabupaten Banjar, merendam setidaknya 121 desa dan kelurahan di berbagai kecamatan. Skala bencana ini menunjukkan cakupan yang sangat luas, mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat di daerah tersebut. Air bah merendam permukiman, lahan pertanian, dan infrastruktur.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mengungkapkan dampak yang masif. Sebanyak 43.469 kepala keluarga (KK) secara langsung merasakan dampak bencana ini. Angka ini mencerminkan betapa banyaknya rumah tangga yang harus berjuang menghadapi genangan air dan kerugian materiil.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menyatakan bahwa total jiwa yang terdampak banjir mencapai 122.353 ribu orang. Angka yang fantastis ini menunjukkan bahwa lebih dari seratus ribu warga membutuhkan bantuan dan perhatian. Situasi ini mendorong pemerintah untuk memperpanjang status tanggap darurat guna memaksimalkan upaya penanganan.
Klasifikasi Kerusakan Dan Bantuan Pemerintah
Pemerintah akan melakukan pendataan lebih lanjut terhadap korban banjir untuk mengklasifikasikan tingkat kerusakan yang dialami. Kategori kerusakan akan dibagi menjadi ringan, sedang, hingga berat. Klasifikasi ini penting untuk menentukan jenis dan jumlah bantuan yang akan diterima oleh setiap keluarga terdampak.
Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, telah menginstruksikan penyaluran bantuan beragam. Salah satu bentuk bantuan adalah pemberian dana sebesar Rp 5 juta per rumah untuk pembelian barang rumah tangga yang rusak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban dalam mengganti perabotan dan perlengkapan rumah yang hilang atau rusak.
Selain bantuan untuk perbaikan rumah, Pemerintah Pusat juga mengucurkan bantuan biaya hidup sebesar Rp 450 ribu per jiwa. Bantuan ini akan diberikan selama tiga bulan berturut-turut, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan finansial bagi korban untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Penyidikan Terus Berlanjut, KSOP Ketapang Digeledah Kejati Kalbar
Komitmen Pemda Banjar Untuk Pemulihan
Pemerintah Kabupaten Banjar tidak tinggal diam dan menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi bencana ini. Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, mengungkapkan bahwa Pemkab Banjar telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Dana ini berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT), di luar anggaran yang sudah ada di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Yudi Andrea menegaskan bahwa Pemda tidak kekurangan anggaran untuk penanganan bencana. Dengan perubahan status kebencanaan ini, Pemkab juga dapat membuka akses bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat. Hal ini memastikan bahwa semua sumber daya dapat dimobilisasi secara maksimal untuk penanganan banjir.
Prioritas utama adalah pendistribusian logistik yang merata. Pemkab Banjar terus mengevaluasi agar bantuan tidak menumpuk di satu titik saja, melainkan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan setiap masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan dan pelayanan maksimal selama masa tanggap darurat.
Optimisme di Tengah Bencana, Bersatu Untuk Bangkit
Komitmen pemerintah tidak hanya berhenti pada penyediaan dana dan logistik. Pemkab Banjar juga berjanji untuk terus memperbarui data korban secara akurat. Data yang valid sangat krusial untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan proses pemulihan berjalan efisien.
Selain itu, percepatan distribusi bantuan menjadi fokus utama agar masyarakat tidak terlalu lama menderita. Pelayanan maksimal, mulai dari evakuasi hingga penyediaan fasilitas kesehatan, terus diupayakan demi kesejahteraan masyarakat terdampak. Setiap warga diharapkan merasa terlindungi dalam situasi sulit ini.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Kabupaten Banjar dapat segera pulih. Semangat gotong royong dan kepedulian menjadi kunci untuk melewati masa sulit ini dan membangun kembali daerah yang lebih tangguh terhadap bencana.
Jangan lewatkan update berita seputaran Kalimantan Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari kantapos.id
- Gambar Kedua dari metrotvnews.com