BMKG memprakirakan cuaca Kalimantan Timur 28–29 April 2026 didominasi berawan dengan potensi hujan ringan dan kabut.
Selain dominasi awan, BMKG juga mengingatkan adanya kemungkinan hujan ringan serta kemunculan kabut atau asap di sejumlah titik. Kondisi ini berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, khususnya yang berkegiatan di luar ruangan maupun yang mengandalkan jarak pandang seperti transportasi darat dan udara. Simak selengkapnya hanya di Kalimantan Indonesia.
Cuaca Kaltim Didominasi Berawan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Timur pada periode 28–29 April 2026 didominasi oleh kondisi berawan. Meski terlihat relatif stabil, BMKG tetap mengingatkan adanya potensi perubahan cuaca yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama hujan ringan serta kemunculan kabut atau asap di sejumlah wilayah.
Dalam laporan resminya, BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer di Kalimantan Timur masih cukup dinamis. Pada beberapa wilayah, terutama di bagian tertentu, potensi kabut atau asap dapat mengganggu jarak pandang. Sementara itu, menjelang 29 April, cuaca diprediksi mulai bervariasi dengan peluang hujan ringan di beberapa daerah.
Masyarakat diminta untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru. Perubahan kondisi atmosfer yang cepat dapat berdampak pada aktivitas harian, terutama bagi pengguna transportasi darat, laut, maupun udara di wilayah Kalimantan Timur.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Kondisi Cuaca 28 April: Berawan hingga Kabut Asap
Pada Selasa, 28 April 2026, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diprediksi mengalami cuaca berawan. Beberapa daerah seperti Paser, Kutai Kartanegara, Berau, dan Kutai Barat berada dalam kondisi relatif stabil meskipun tingkat kelembapan udara cukup tinggi.
Namun demikian, wilayah Kutai Timur diperkirakan mengalami kabut atau asap yang berpotensi mengurangi jarak pandang. Kondisi ini menjadi perhatian karena dapat memengaruhi aktivitas transportasi dan kegiatan masyarakat di luar ruangan.
Selain itu, wilayah Mahakam Ulu justru diperkirakan mengalami hujan ringan dengan suhu yang lebih sejuk dibandingkan wilayah lain. Sementara itu, kota-kota besar seperti Balikpapan, Samarinda, dan Bontang umumnya masih didominasi cuaca berawan dengan kelembapan tinggi.
Baca Juga: Mengejutkan 11 Kg Sabu Disita Polda Kaltim Diduga Masuk Dari Malaysia
Hujan Ringan Mulai Muncul
Memasuki Rabu, 29 April 2026, kondisi cuaca di Kalimantan Timur diprediksi mulai mengalami perubahan. Beberapa wilayah berpotensi diguyur hujan ringan, sementara daerah lain masih berada dalam kondisi berawan atau udara kabur.
Wilayah seperti Paser, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu diprediksi mengalami hujan ringan dengan intensitas rendah. Sementara itu, Kutai Kartanegara dan beberapa kota besar lainnya masih berpotensi mengalami udara kabur yang dapat mengganggu visibilitas.
Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika atmosfer yang cukup aktif di wilayah Kalimantan Timur. BMKG mencatat bahwa kelembapan udara yang tinggi turut berperan dalam pembentukan awan hujan di beberapa titik wilayah.
Imbauan BMKG Dan Antisipasi Masyarakat
BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kombinasi antara hujan ringan, kabut, dan udara kabur berpotensi mengganggu aktivitas harian, terutama pada pagi dan malam hari.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca resmi dari BMKG, khususnya bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan atau melakukan perjalanan antarwilayah. Kondisi jarak pandang terbatas akibat kabut atau asap juga perlu diantisipasi oleh pengendara.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi kelembapan udara yang tinggi. Perubahan cuaca yang tidak menentu dapat memicu gangguan kesehatan ringan seperti flu atau gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari detikcom
- Gambar kedua dari OkeZone News