Bupati HST rencanakan pembangunan jalan 39 km Batu Perahu–Juhu untuk tingkatkan akses dan konektivitas antardesa.
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berencana membangun jalan baru sepanjang 39 kilometer yang menghubungkan Desa Batu Perahu dan Juhu. Proyek ini diharapkan membuka akses lebih mudah bagi warga, mempercepat mobilitas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Pembangunan jalan ini bukan sekadar urusan infrastruktur, tetapi juga langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas antardesa di wilayah terpencil. Bagaimana rencana pelaksanaannya, dan manfaat apa yang akan dirasakan masyarakat? Simak ulasan lengkapnya di Kalimantan Indonesia.
Rencana Strategis Pembangunan Jalan Batu Perahu–Juhu
Barabai – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Samsul Rizal, mengumumkan rencana pembangunan jalan Desa Batu Perahu hingga Desa Juhu sepanjang 39,46 kilometer. Jalan ini akan melintasi kawasan Pegunungan Meratus yang dikenal dengan kontur alamnya yang menantang.
Rencana ini diungkapkan Bupati Rizal di Barabai pada Sabtu, saat menjelaskan proses pengajuan izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) ke Kementerian Kehutanan. Sebagian jalur jalan berada di hutan lindung, sehingga izin khusus diperlukan agar pembangunan sesuai regulasi.
Pembangunan jalan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat mobilitas warga dan meningkatkan kesejahteraan. Proyek ini tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur, tetapi juga kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat setempat.
Mempermudah Akses Warga Pegunungan
Selama ini, masyarakat Pegunungan Meratus harus menempuh perjalanan kaki hingga dua hari untuk menjangkau desa terdekat. Jalan baru diharapkan memangkas waktu perjalanan secara signifikan dan mempermudah aktivitas sehari-hari.
Selain itu, akses terhadap pendidikan menjadi lebih mudah. Anak-anak dapat bersekolah tanpa harus menempuh perjalanan jauh yang penuh risiko, sehingga kesempatan belajar lebih optimal.
Pelayanan kesehatan pun diharapkan lebih lancar. Warga yang sebelumnya hanya dapat mengakses fasilitas medis setiap enam bulan, kini memiliki peluang mendapatkan layanan rutin yang lebih cepat dan terjangkau.
Mendorong Kesejahteraan Ekonomi Lokal
Jalan Batu Perahu–Juhu juga membuka peluang ekonomi masyarakat melalui hasil hutan bukan kayu, seperti Kopi Arabika yang tumbuh di ketinggian lebih dari 800 mdpl. Akses lebih mudah memungkinkan distribusi hasil panen ke pasar lebih efisien.
Nilai tambah ekonomi di sektor pertanian dan perkebunan diharapkan meningkat. Selain kopi, komoditas lokal lain dapat dijual lebih cepat, memberikan dampak positif terhadap pendapatan warga setempat.
Infrastruktur ini juga mendorong pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan di sepanjang jalur jalan. Peluang usaha kecil dan transportasi lokal akan berkembang seiring meningkatnya mobilitas warga.
Dukungan Dan Harapan Masyarakat
Pambakal Aing Bantai, Jalita, menyambut positif rencana pembangunan jalan ini. Warga telah lama mengharapkan akses yang lebih mudah ke desa-desa sekitar dan ke pusat layanan publik.
Masyarakat berharap proyek ini segera direalisasikan. Dengan adanya jalan, distribusi kebutuhan pokok, mobilitas warga, dan akses ke pendidikan serta layanan kesehatan akan lebih cepat dan aman.
Pembangunan ini juga diharapkan meningkatkan keterhubungan sosial antar desa. Anak-anak, guru, dan tenaga medis dapat berinteraksi lebih mudah, mendukung pembangunan sosial dan ekonomi yang merata.
Tantangan Pelaksanaan Dan Prospek Masa Depan
Membangun jalan di Pegunungan Meratus menghadapi tantangan besar. Kontur wilayah yang berbukit dan berada di kawasan hutan lindung menuntut perencanaan matang dan konstruksi yang ramah lingkungan.
Bupati Rizal menekankan, setiap tahap pembangunan akan memperhatikan kelestarian alam. Pemanfaatan IPPKH diharapkan meminimalkan dampak ekologis sekaligus mematuhi regulasi kehutanan secara ketat.
Setelah jalan selesai, Pegunungan Meratus diprediksi mengalami transformasi signifikan. Desa Batu Perahu hingga Juhu akan lebih mudah dijangkau, meningkatkan konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas hidup warga setempat.
Proyek ini menjadi simbol pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, sekaligus langkah pemerintah HST dalam membuka akses ke daerah terpencil demi kesejahteraan sosial ekonomi yang berkelanjutan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kalsel.antaranews.com
- Gambar Kedua dari sorotnews.co.id